Si Keris Combong Kiai Wetu Digmaseno dari Pasar Ikan

1185
Keris Combong
Keris Combong

1Malam Jum’at di Pasar Ikan

Beberapa hari belakangan ini cuaca sangat tidak mendukung untuk melakukan aktivitas sedot pusaka. Hujan, terkadang hujan petir datang ke lokasi-lokasi yang kami datangi. Sehingga demi efisiensi akhirnya kami fokus melakukan penarikan disekitar Jakarta saja.

Tentunya lokasi favorit adalah Kemayoran dan Pasar Ikan.

Sayangnya cuaca siang hari juga tidak mendukung, akhirnya dilakukanlan penarikan dimalam hari.

Ketika itu hujan di Jakarta baru saja berhenti.

Hari sebelumnya kami juga ke Pasar Ikan, diwaktu yang sama, malam hari. Sekitar pukul 21.00.

Ditempat yang sama, sekitar bekas mercusuar, kami melakukan “Komunikasi” lagi dengan Sang Danyang Penjaga.

Pada hari sebelumnya, sebetulnya kami telah mendapatkan sebilah Keris Jalak (tanpa luk) dari danyang penjaga disini. Dan ada lagi pusaka yang kami incar yang belum keluar pada malam itu.

Kali ini kami mencoba membawa persiapan yang kemarin tidak mungkin kami dapatkan karena masalah waktu.

Dari hasil “komunikasi” dengan Sang Danyang Penjaga, ternyata dia minta syarat tambahan selain yang diminta kemarin. Untungnya kami sudah prediksi. Jadi bahan tambahan untuk barter sudah ada.

Untuk diketahui, penarikan menggunakan Lintang Kamulyaan dimalam hari sangat sulit dilakukan buat saya, tetapi ada beberapa murid yang bisa melakukan penarikan di malam hari dengan menggunakan kepekaan untuk menemukan lokasi pusaka.

Tapi terkadang juga pusaka yang dipegang oleh Sang Danyang Penjaga suatu daerah, berada dalam “dimensi lain”, bila pakai istilah kakak saya almarhum, H. Bambang Irawan. Dimana kalau kita lihat menggunakan kepekaan atau mata bathin, tidak akan bisa kita lihat, atau tidak berada dalam tanah. Sehingga tentunya mustahil untuk kita tarik.

Jadi akhirnya dipilihlah cara lama melalui “komunikasi” secara bathin dengan “Sang Penjaga” disini.

BackNext
SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY