Kadal Ekor Bercabang Dua

107
Kadal dengan ekor bercabang dua
Kadal dengan ekor bercabang dua

Dalam banyak kesempatan, banyak yang bertanya kepada saya, mengenai khasiat kadal dengan ekor bercabang dua.

Saya-pun teringat kejadian tahun 2004 dimana ada orang yang datang ketempat saya karena kesulitan masalah hutang. Dan melibatkan si kadal berekor cabang dua ini.

Begini ceritanya.

1Pak Darman

Saya tidak ingat kapan tepatnya, tetapi saya hanya ingat tahunnya saja, yaitu 2004. Ketika itu saya masih tinggal di Kelapa Molek.

Ada orang yang datang ke kediaman saya, katakanlah namanya Darman. Dia datang dengan wajah memelas dan seperti sangat tertekan. Ketika duduk berhadapan dengan saya, airmatanya tidak tertahankan, dan duduk simpuh dihadapan saya. Tanpa bisa berkata apa-apa.

Saya bingung ketika itu dan sangat heran, ada apa. Akhirnya saya mengajaknya duduk dan memberinya air minum agar dia tenang.

Dengan terbata dia bercerita. Memiliki masalah hutang. Jumlahnya katakanlah 425 juta rupiah. Hutang terjadi karena salah mengelola bisnis, yang mengakibatkan hutang di bank menjadi tidak bisa dibayar. Dan akhirnya dikejar-kejar oleh debt collector, ditambah dalam 45 hari atau berapa hari saya lupa, rumah yang digunakan sebagai jaminan akan disita dan dilelang.

Yang intinya dia sangat tertekan dan bingung mau berbuat apa. Kemudian dari cerita dia, sudah berikhtiar secara spiritual kemana-mana agar masalah hutang bisa selesai, yang ada justru makin terjerembab.

Akhirnya dia meminta doa kepada seorang habib di jatinegara, dan diberikan amalan untuk mendapatkan petunjuk. Dari riyadhoh berdasarkan amalan dari habib tersebut, kemudian selama 3 hari dia bermimpi yang sama, mencari seseorang sesuai petunjuk dari mimpinya tersebut. Dan dari pencariannya akhirnya sampailah pada kesimpulan dia sendiri kalau sayalah orangnya.

Saya mendengarkan saja. Saya mengajaknya berdiskusi mengenai kiat-kiat membangun kembali bisnis yang sudah jatuh, kombinasi ikhtiar nyata dan spiritual. Tapi dia bersikeras, waktunya sudah tidak cukup lagi.

Sayapun bingung, dan bilang, kalau mau nyupang, meminta-minta pada golongan syaitan agar dapat uang secara instan saya tidak punya, tidak bisa, dan tidak tahu bagaimana caranya. Yang saya tahu terbatas pada ikhtiar dengan doa dan secara nyata saja. Nanti kombinasi tersebut akan memudahkan kita dalam mendapatkan rejeki. Dibukakan pintu-pintu rejeki yang tertutup.

Pak Darman ini bersikeras kalau saya bisa, dengan memelas dia berkata, “Tolong bantulah saya pak, kasih saya sesuatu, amalan atau jimat atau apa saja agar saya ada jalan keluar.”

Saya teringat, ada amalan yang biasa saya gunakan untuk mendapatkan pusaka. Biasanya dari mimpi akan didapatkan petunjuk secara akurat, lokasi dan waktu yang tepat untuk mendapatkan pusaka yang kita inginkan. Termasuk memberitahunya agar membiasakan segera mencatat begitu bangun dari tidur kalau mendapatkan petunjuk. Pikir saya, siapa tahu dapat pusaka atau mustika yang bernilai tinggi yang bisa dijadikan uang untuk mengatasi hutang pak Darman.

Akhirnya saya berikanlah amalan tersebut kepadanya. Berikut ijazah dan petunjuknya.

2Kadal yang aneh

Beberapa hari kemudian Pak Darman datang lagi ke kediaman saya. Katanya dia dapat petunjuk agar datang ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak pada hari Sabtu jam 11 siang. Petunjuknya sangat jelas, ada blok bahkan nomor yang harus didatangi. Dan begitu jelas sekali mimpinya, bahkan ketika sadar sampai dia datang dia masih bisa mengingatnya dengan jelas.

Dia bertanya kepada saya, apakah saya bersedia mendampingi dia. Karena kebetulan pada hari sabtu sedang kosong, saya sanggupi. “Jemput saja saya nanti kalau mau ke karet ya.”

Akhirnya hari Sabtu tiba, dan jam 9 pagi pak Darman sudah datang ke kediaman saya. Dengan menggunakan taksi kami ke karet bivak.

Setelah bertanya kepada orang dan petugas disana mengenai blok dan nomor, akhirnya kami diantar ke blok dan nomor yang dimaksud.

Blok dan nomor dimaksud adalah makam seseorang yang dia tidak kenal juga. Tapi ketika kami datang ada keanehan diatas nisan makam tersebut bertengger seekor kadal. Yang ternyata setelah diamati ujung ekornya bercabang dua, orang biasa menyebut dengan kadal ekor bercabang dua. Yang membuat kami aneh adalah, ketika kami hampiri bahkan ketika saya elus kepalanya, kadal dengan ekor bercabang dua itu tidak berlari, hanya diam terpaku memandang kami seperti patung. Hanya terlihat ekornya bergoyang kiri dan kanan yang menandakan kadal itu hidup.

Dengan kepekaan, saya tidak melihat ada pusaka atau barang yang memiliki yoni atau kekuatan gaib. Dan saya bilang ke pak Darman, “Pak mungkin ini kadal dengan ekor bercabang dua ini dibawa pulang saja. Saya tidak lihat ada pusaka atau mustika disini atau dekat sini.”

Si kadal dengan ekor bercabang dua ini ketika dipegang dan di elus kepalanya oleh Pak Darman juga diam saja, tidak bergerak apalagi kabur, akhirnya dimasukkan kedalam kantong kresek bekas kembang. Hingga akhirnya kami pulang sendiri-sendiri ke kediaman kami masing-masing.

Saya tidak memikirkan lagi mengenai Pak Darman ini, pikir saya, ini kadal langka, ekornya cabang dua. Mungkin harganya mahal, bisa jadi cara buat bayar hutang. Tapi hati kecil saya juga berkata, “Apa iya harganya sampai ratusan juta?”

3Berhasil Melunasi Hutang

Entah berapa lama, mungkin dua atau tiga bulan. Pak Darman datang lagi ke kediaman saya. Kali ini sudah rapih, rambut berminyak, dan sudah naik mobil yang diparkir tepat didepan gerbang rumah saya.

Terlihat percaya dirinya sudah kembali. Dan wajahnya selalu tersenyum. Ketika datang dia mengambil tangan saya dan berusaha mencium yang tentu saja langsung saya tarik.

Saya bertanya kepadanya, “Bagaimana pak, sudah beres masalah hutangnya?”

Dia jawab, “Sudah pak. Sudah beres semua, bahkan saya sudah ada modal lagi buat usaha dan mulai jalan lagi.”

“Memang laku berapa itu kadalnya?” Tanya saya lagi. Dan dijawab, “Oh, tidak saya jual pak, tadinya saya juga mau jual. Mungkin harganya mahal dan ada yang minat, jadi dia bawa ketempat-tempat yang jual binatang buat ditawari. Tapi harganya hanya paling banter 500 ribu saja.”

Penasaran saya bertanya lagi, “Lah, terus bagaimana akhirnya kok bisa melunasi hutangnya bahkan ada modal lagi?”

Pertanyaan ini membuat dia langsung keluar air mata. “Demi Allah pak, saya gelap mata. Saya kesini membawa kadalnya juga pak. Terserah bapak mau apakan. Tapi saya ingin bertobat.”

Akhirnya dia bercerita panjang lebar.

Setelah berusaha menjual kadal tersebut kemana-mana sampai akhirnya ke daerah Glodok kota. Dia kearah Glodok Kota, karena  orang-orang bilang katanya jual saja ke orang cina. Nanti mereka mengerti mau dibuat apa.

Akhirnya dia nekad masuk toko demi toko, dan menawari kadalnya tersebut, sampai akhirnya disatu toko yang jual TV. Ada seorang engkoh, kakek-kakek yang tertarik dan bertanya-tanya. Dapat dimana, bagaimana dapatnya dan banyak pertanyaan lain. Kakek itu juga bertanya kenapa dijual, kenapa tidak pakai sendiri aja.

Akhirnya Pak Darman tertarik dengan penjelasan kakek itu, dan bertanya cara pakainya bagaimana.

Dijelaskan, ternyata kadal tersebut dijadikan sebagai jimat buat berjudi. Dan akhirnya kakek itu memberikan petunjuk apa dan bagaimananya. Bahkan tempat mainnya.

Akhirnya dengan modal nekad Pak Darman bermain judi dan selalu menang, sehingga dalam waktu yang relatif singkat semua hutang bisa dilunasi bahkan bisa mengumpulkan modal untuk memulai usaha baru.

Sampai suatu ketika, Pak Darman bermimpi didatangi saya yang sedang marah-marah, yang sangat menganggu hati dan pikirannya.

Berhari-hari dia memikirkan mimpinya tersebut, sampai akhirnya dia berkesimpulan untuk segera datang ketempat saya dan menceritakan semua.

Demikianlah cerita pak Darman tersebut mengenai kegunaan Kadal dengan ekor bercabang dua, yang ternyata bisa mendatangkan keberuntungan.

4Nasib si Kadal

Saya ketika mendengar cerita pak Darman sampai habis, terhenyak kaget, dan merasa menyesal. Sayapun ikut meneteskan air mata. Dan berkata, “Kadalnya dimana pak?” Dan dia ke mobilnya dan membawa aquarium plastik berisi kadal tersebut.

Saya berfikir, kalau kadal ini saya lepas, apalagi di daerah kelapa gading ini yang mayoritasnya keturun Cina, pasti kadal ini akan jadi media buat keburuntungan judi lagi. Akhirnya dengan berat hati saya menginjak kepala kadal itu sampai mati.

Pak Darman kaget dengan tindakan saya, sayapun tidak tahu apa yang ada dalam hatinya. Yang pasti saya sangat menyesal. Karena menjadi jalan buat mengerjakan perbuatan dosa.

Dalam keyakinan saya, seperti dalam Al-Qur’an surat Al Maidah 90-91, maupun Al-Baqaroh 219:

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi (Al-Maisir), katakanlah bahawa pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”

Berjudi adalah dosa besar. Dan seperti Al-Qur’an tulis, dosanya lebih besar dari manfaatnya. Dan hukumnya sama seperti memakan babi. Sampai kapanpun judi adalah haram tanpa ada perkecualian.

Begitupun ketika ada yang bertanya kepada saya mengenai manfaat kadal berekor cabang dua ini sayapun selalu bilang saya tidak tahu bagaimana caranya. Karena memang sampai detik inipun saya tidak tahu bagaimana caranya.

Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan pengetahuan kita. Selebihnya Allohu A’lam Bishawab.

Lihat juga artikel menarik lainnya:
Istriku kena pelet Bagian 2

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY