Mengenal Ilmu Sedot Pusaka Bay-Nur Ilahi

1721
Gambar Hanya Ilustrasi, bukan wafaq yang sebenarnya
Gambar Hanya Ilustrasi, bukan wafaq yang sebenarnya

Ilmu Sedot Pusaka banyak macamnya, dan tentu saja juga beragam cara dalam mendapatkan pusakanya. Kali ini adalah Ilmu Hikmah untuk menarik pusaka menggunakan wafaq bernama Bay-Nur Ilahi.

Membutuhkan wafaq yang ditulis dengan campuran minyak zafaron dan misik hitam pada kain putih sebesar 2×3 meter. Sebentar, 2×3 meter?

Betul !! Tidak salah, 2×3 meter !!!

1Latar Belakang Keilmuan

Saya dan almarhum HM. Bambang Irawan (Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima amal ibadahnya) memiliki hobi yang sama yaitu berburu ilmu.

Walau kami ujung dan buntut dari 8 bersaudara, dan berselisih umur hampir 20 tahun, tetapi kami begitu cair dalam membahas keilmuan dan hampir tidak ada batas antara adik dan kakak, begitupun bila ada perbedaan.

Pada tahun 2002, guru tarekat kami Alharhum KH. Jayusman al Bantani meninggal, dan karena kami mencari mursyid akhirnya sampailah kami kepada Almarhum KH. Jalaludin Ahmad, yang biasa dipanggil Kyai Jalil di kota Serang, Banten. Ternyata beliau memegang beberapa tarekat dan dari diskusi dengan beliau ketika itu, sangat disayangkan karena antara pengetahuan yang kami terima dan pemahaman beliau terjadi beberapa hal kami kurang sepakat. Sehingga akhirnya kami ijin pulang.

Beliau sepertinya paham dengan pikiran kami, sehingga akhirnya beliau meminta kami untuk sholat isya dulu di masjid sebelum pulang.

Saya ingat, ketika itu hampir jam 10 malam. Kyai Jalil mendampingi kami menuju masjid sambil membawa seperti sajadah. Sambil berjalan beliau cerita mengenai pesantrennya tersebut sehingga akhirnya kami sampai di masjid dan dipersilahkan sholat Isya, sementara beliau duduk dibelakang kami.

Selesai sholat Isya, selesai salam terakhir ketika menoleh ke kiri saya melihat sebuah kain putih berukuran besar bertuliskan seperti wafaq terbentang dibelakang. Kyai Jalil dengan 2 orang santrinya duduk disalah satu tempat dalam kain berwafaq tersebut, dan kami dipanggil untuk ikut berada dalam wafaq tersebut.

Dalam hati saya, ada apa nih?

Kemudian kami diberikan kertas berisi dzikiran, doa dan hizib. Selanjutnya beliau menjelaskan, pada bagian tertentu kami harus bagaimana cara bacanya dan seterusnya, yang ketika itu kami juga belum jelas, ini mau buat apa??!!

Akhirnya dimulailah dzikir, butuh waktu hampir 1,5 jam untuk menyelesaikan semua bagian. Kemudian Pak Kyai yang tadinya duduk ditengah meminta kami untuk keluar dari kain dan mengelilingi kain berwafaq tersebut. Sambil diminta bertahlil terus menerus.

Sampai 10 menit berlalu tidak ada terjadi apa-apa, hingga akhirnya tiba-tiba udara terasa menggigit dingin. Suara angin suing suing terdengar. Dan akhirnya entah darimana datangnya tiba-tiba secara gaib, tahu-tahu muncul, ditengah wafaq terdapat sebilah golok telanjang hanya ada wilahnya saja. Kemudian berurutan muncul lagi golok yang kedua, pisau kecil sepanjang satu jengkal, dan mata tombak sepanjang satu jengkal juga.

Saya dan kakak saya terpaku dengan kejadian ini. Dari tidak ada menjadi ada seperti sulap, tapi nyata karena ukuran kain yang begitu besar dan kami disekelilingnya, juga tidak ada bentuk lemparan atau yang sejenisnya, betul-betul aneh tapi nyata. Proses pemunculan berlangsung satu-satu selama 5-10 detik, tidak muncul semua sekaligus, sehingga sulit buat kami untuk tidak terpana. Umumnya selama ini kami belajar ilmu sedot pusaka, pusaka tersebut kemunculan dari dalam tanah, atau dari dalam tanah bisa juga dari langit, seperti berjatuhan ke tanah. Atau bisa juga seperti dilempar menyamping yang munculnya dari dalam tanah. Ini betul-betul seperti praktek sihir, dari tidak ada menjadi ada dalam mata sadar melihat bentangan kain tersebut.

Beberapa saat kami menunggu lagi tapi sepertinya tidak ada lagi yang keluar. Dan akhirnya pak Kyai menutup wafaq kembali dengan pusaka yang keluar diminta untuk para santrinya membawa ke rumah.

Tanpa malu, saya bilang, “Maaf pak yayi, kalau boleh kami diajarkan ilmunya yang seperti itu tadi, hehehe.” Sambil cengengesan tentunya.

Didalam masjid Kyai Jalil menjelaskan mengenai kegiatan tadi.

2Bay Nur Ilahi

Ternyata ilmunya bernama Bay Nur Ilahi. Beliau mendapatkan ilmu ini dari Kyai Munawar, Slawi. Sebetulnya bacaannya merupakan bagian dari suatu tarekat yang mungkin tidak begitu dikenal di Indonesia.

Beliau menjelaskan penjelasan dari do’a yang ada didalamnya, sementara dzikirnya terdiri dari tahlil, tahmid, asma-ul husna yang tentu saja kami sudah terbiasa dan mengenalnya.

Menurut penjelasan beliau ketika saya bertanya apakah pakai khodam atau ada nama khodamnya, dijawab Wallohu’alam. Karena beliau ketika diberikan juga tidak dikasih tahu mengenai ini termasuk siapa nama khodamnya ada berapa dan segala hal yang berkaitan dengan khodam.

Dimana intinya kita tinggal mengikuti tatacara ritual yang diberikan. Kemudian menunggu hasilnya sampai setengah jam.

Saya meyakini ada khodam yang terlibat, tetapi memang keliatannya masalah khodam ini tidak terlalu dibesar-besarkan, dimana kita hanya fokus pada tata-cara ritualnya saja.

Berdasarkan pengalaman saya setelah mempraktekkan. Tidak semua lokasi bisa keluar barang, terjadi sangat random dan butuh waktu-waktu tertentu. Tetapi memang hampir sebagian besar lokasi, bahkan dirumah kita sendiri bisa saja keluar barang pusaka.

Antara perbandingan berhasil dan gagal itu berhasil 80:20. Jadi memang lebih banyak berhasilnya.

Dulu di NurSyifa’ pada tahun 2002-2003 kami sering mempraktekkan dengan bantuan para asisten, bahkan saya yakin wafaq masih disimpan dengan baik disana. Dan ilmu ini memang menjadi kenangan manis antara saya dan almarhum kakak saya HM Bambang Irawan.

3Wafaq

Bay Nur Ilahi membutuhkan wafaq terbuat dari kain berukuran 3×4 meter. Iya sangat besar. Karena wafaq sangat detil dan butuh tempat untuk duduk kami diatasnya, 5 orang. Kain dari bahan kain mori putih, dijahit sampingnya sampai ukuran yang diinginkan.

Kemudian untuk menulis wafaqnya dibutuhkan minyak misik hitam dan zafaron yang dicampur dengan jumlah bagian yang sama.

Cara menulisnya menggunakan kuas kasar berukuran 1/2 cm. Sambil menghadap kiblat, dengan tidak boleh dilihat orang.

Agar hasil wafaq proporsional, maka contoh wafaq akan dipetakan dengan teknik projektor, yaitu membagi dengan 16 bidang kotak, dimana kita tinggal mengikuti saja bagian yang ingin kita tulis sesuai perbandingan pada kotak tersebut.

4Riyadhoh cara mengaktifkan Bay Nur Ilahi

I. Persiapan membuat wafaq
Sebelum wafaq dibuat maka perlu melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Mandi zunub sehari sebelumnya.
  2. Berpuasa sunnah 1 hari, dengan niat taqollah. Meningkatkan iman takwa kita kepada Allah.
  3. Membaca dzikir dan doa tertentu setiap ba’da sholat fardhu.
  4. Sholat hajat 16 rakaat, 2 rakaat salam, dengan niat khusus untuk memperoleh hikmah dari pembuatan wafaq.
  5. Baru menulis wafaqnya.

II. Penulisan Wafaq
Perhatikan hal-hal berikut sewaktu menulis wafaqnya agar tidak sia-sia karena butuh minyak yang sangat banyak dan harganya lumayan mahal.

  1. Pola pada contoh sudah dibuat projektor dengan pembagian 16 kotak.
  2. Menjaga wudhu.
  3. Menulis menghadap kiblat, sendiri tidak boleh diketahui orang lain agar tidak menjadi fitnah.
  4. Menulis selalu mulai dari bagian atas kanan, kekiri, kebawah mulai lagi dari kanan dan demikian seterusnya.
  5. Pada huruf yang butuh tengahnya kosong, harus betul-betul kosong.

III. Riyadhoh Pengaktifan
Agar Wafaq bisa digunakan, sebelumnya harus diaktifkan dulu dengan cara sebagai berikut:

  1. Berpuasa sunnah selama 5 hari. Bisa dimulai kapan saja bebas. Bisa digabung juga puasanya dengan puasa untuk membuat wafaq.
  2. Usahakan bila memungkinkan untuk senantiasa sholat selalu berjamaah.
  3. Membaca do’a dan dzikir tertentu setiap selesai sholat.
  4. Melakukan sholat hajat 8 rakaat, 2 rakaat salam tiap tengah malam, meletakkan wafaq yang sudah dilipat disamping kanan, dan tangan kanan diatas wafaq sewaktu sujud.
  5. Selesai sholat hajat, meletakkan wafaq dihadapan, berikan alas yang agak tinggi, umpama meja kecil setinggi 30cm.
  6. Membaca do’a dan dzikir tertentu sambil tangan kanan diatas wafaqnya tersebut atau cukup posisi tangan kanan seperti berdoa tanpa perlu menyentuh wafaqnya yang penting ada dihadapan kita wafaqnya.

5Cara Praktek

Untuk bisa mendapatkan hasil seperti yang diharapkan perhatikan langkah-langkah ini:

  1. Butuh 5 orang termasuk yang ngelmu.
  2. Harus yang pernah riyadhoh ilmu ini yang bisa menjadi imam.
  3. Wafaq bisa dipinjamkan asalkan orang yang akan menjadi imam tersebut pernah mengerjakan riyadhoh.
  4. Lokasi diyakini memang wingit, ada barang yang hendak dikeluarkan, atau pernah mendengar cerita-cerita dari penduduk sekitar.
  5. Jangan yakin dengan keyakinan anda, atau berdasarkan penglihatan anda kalau ada barang disitu. Keyakinan pribadi tidak cukup.
  6. 4 peserta berada dipojok-pojok menghadap ketengah. Sedangkan imam yang memimpin berada ditengah menghadap kiblat.
  7. Bacaan dzikir dan doa dibaca bersama tidak perlu lantang, bisa siri dan mengikuti imam kapan harus berhenti dan berganti bacaan.
  8. Pada bagian do’a 4 peserta mengamini.
  9. Pada bagian hizib 4 peserta mendengarkan dengan baik.
  10. Bagian lain 4 peserta mengikuti.
  11. Setelah selesai semua bacaan, seluruh peserta dan imam keluar dari wafaq dan mengelilingi wafaq sambil membaca tahlil terus menerus, posisi duduknya bebas.
  12. Menunggu sampai maksimal setengah jam.

6Penutup

Untuk merawat wafaq, cukup diberikan minyak misik secara berkala bila wangi wafaq dirasa berkurang.

Setiap ilmu memiliki cara, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada yang sempurna bisa untuk segala hal.

Dengan kita melengkapi ilmu-ilmu sedot pusaka, kita berharap agar dalam berbagai kondisi dan situasi kita bisa mempraktekkan ilmu sedot pusaka.

Semoga bermanfaat !!

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY