Aji Tunggeng Mogok (Versi Kejawen) untuk mengatasi pencuri

1351

Pada tahun 2002, saya pernah posting mengenai Aji Tunggeng Mogok versi Ilmu Hikmah. Dan kali ini versi Ilmu Kejawen-nya yang saya dapat dari Almarhum Pak Parno, Sragen.

Tujuan dari ilmu ini untuk memagari rumah atau tempat usaha kita dari segala niat orang jahat. Yang akan mengakibatkan pelaku bisa seperti terpaku diam tidak bisa bergerak bila berhasil masuk kedalam tempat yang sudah kita pagari, bisa seperti berada dalam hutan dan tersesat, atau bisa juga seolah berada dalam lautan yang tidak bertepi. Bisa juga membuat tempat yang kita pagari tidak terlihat.

Karena ilmu ini termasuk langka, dan menurut saya bagian dari khazanah Jawa yang patut kita jaga agar tidak punah.

1Latar Belakang

Pada tahun 1994, saya membuka usaha percetakan. Tetapi yang namanya usaha, ada saja halangan dan musibah. Salah-satunya karena tempat usaha sering kemasukan maling, entah karyawan sendiri atau mungkin dari pelanggan yang datang. Yang hilang dari kertas cetak, sampai mesin cetak kecil. Tentunya sangat membuat kesal. Usaha dan hasil yang dibangun dengan kerja keras dan kejujuran, begitu saja diambil oleh orang yang tidak hak.

Akhirnya saya bicara dengan Pak Parno, “Pak, ada ilmu gak buat pager tempat usaha?”

Dijawab, “Ada, banyak cara. Paling ampuh pake Ajian Tunggeng Suksmo atau Sumerep Jiwo.” Yang kemudian beliau jabarkan mengenai keilmuan ini dan tatacara lakunya.

Akhirnya segala petunjuk saya kerjakan. Tapi anehnya ya masih aja terjadi kehilangan. Thus saya tanya lagi ke beliau, “Pak kok masih kebobolan?”

Dan akhirnya terjadi diskusi panjang, yang akhirnya berbuah kesimpulan.

Saya coba lagi kali ini dengan pesamanan beliau, dan hari ke 2 terjadi kejadian unik. Ada mobil yang bolak-balik saja depan toko dari pagi sampai siang kemudian akhirnya mungkin habis bensinnya, dan 3 orang bolak balik depan toko sampai sore, bahkan keesokkan harinya.

Paginya saya coba lihat masih bolak balik jarak 500 meter ke-kiri dan kanan toko, terlihat lelah mereka, bahkan sepatu salah satu orang tersebut sudah rusak. Beberapa orang terlihat menegur mereka tetapi mereka seperti tidak bisa melihat yang menegur, ya bolak balik saja terus.

Akhirnya saya ingat pesan Pak Parno, kalau ada kejadian aneh yang tidak biasa agar eling, kalau itu manusia, maka ditepuk pundaknya. Dan saya kerjakan kepada mereka.

Saya betul-betul kaget, mereka seperti kaget melihat saya. Kemudian pada bertangisan dan memeluk saya. Mereka cerita, katanya tersesat di hutan yang gelap tidak ada tepinya. Berjalan kesana-kesini tidak ada seorangpun, setiap ingin berhenti seperti ada yang gerakan mereka agar berjalan terus sehingga betul-betul tersiksa capek.

Karena penasaran akhirnya saya tanya, “Memang kalian ini tadinya mau apa?”

Salah seorang kemudian menjelaskan sambil menangis, intinya mereka adalah teman salah satu karyawan saya, yang ingin mengambil mesin cetak. Sebetulnya sudah disiapkan seperti kunci pintu yang sudah dobel dsb.

Berdasarkan pengakuan mereka akhirnya mereka dan karyawan saya tersebut saya serahkan ke polsek terdekat dan saya urus sampai persidangan sampai vonis 3 tahun rata-rata. Tujuannya agar karyawan lain yang ingin coba-coba lagi agar mengurungkan niatnya.

Bertahun-tahun tidak ada lagi kejadian serupa, kemudian akhirnya saya berikan pengetahuan ini kepada teman-teman pengusaha tambak dan banyak cerita aneh-aneh yang menunjukkan kalau ilmu ini berfungsi seperti yang diharapkan.

2Karakter Ilmu

Ilmu ini memiliki beberapa varian, tergantung dari cara pasemanan ilmu, untuk itu saya akan saya jelaskan pasemanan tersebut.

Membuat Tidak Terlihat, Berada di-Hutan
Pasemanan ini bertujuan agar tempat usaha/tambak/lokasi tidak terlihat oleh orang yang berniat jahat. Seperti cerita diatas, orang yang berniat jahat tiba-tiba akan merasa tersesat, dari beberapa kasus mereka akan merasa seperti masuk hutan yang sehingga akhirnya mereka tersesat tidak menemukan jalan kembali.

Berada Di-Lautan
Pasemanan ini akan membuat orang yang berniat jahat, yang berhasil masuk ketempat yang telah kita pagari tiba-tiba akan merasa berada ditengah lautan, dan dia akan seolah “berenang” terus untuk mencapai daratan yang tidak akan pernah ketemu daratan pastinya. Dalam beberapa kasus, jari-jari tangan orang tersebut akan rusak sampai berdarah-darah karena seperti orang berenang tapi didarat, tangannya menggapai darat. Terlihat seperti orang takut tenggelam, sehingga selalu seperti berenang tidak berani berhenti yang mengakibatkan rasa capai yang berlebihan.

Diam Terpaku
Pasemanan ini akan membuat orang yang bernihat jahat akan diam terpaku tidak bisa bergerak seperti patung. Yang terlihat adalah dia akan berkeringat sangat banyak, mulut tidak bisa bergerak, hanya mata bergerak liar dan akhirnya keluar air mata.

Menurut cerita yang dirasakan pelaku adalah dia seperti terkunci badannya, setiap dia berusaha menggerakkan badannya, tiba-tiba terasa seperti berat walau sekuat apapun dia berusaha.

3Tata-cara Ngelmu

Karena ini adalah ilmu Kejawen, maka proses ngelmu-nya juga dengan pendekatan Kejawen.

  1. Selama 3 hari melakukan puasa ngerowot, yaitu berpuasa seperti sunnah tapi hanya makan umbi-umbi-an ketika sahur dan buka.
  2. Selama 3 hari (setiap pagi) menyediakan: Kopi pahit dan manis, Teh Pahit dan manis, Kembang setaman, diatas nampan yang ditaruh dilantai ditempakan disamping pintu utama tempat kita tinggal. Dan diganti setiap pagi.
  3. Menyalakan lilin merah atau bakar kemenyan, atau bisa juga menggunakan wangi-wangian lain, kemudian membaca mantra khusus dilanjutkan dengan memanggil khodam yang mengawal ilmu, setiap tengah malam selama ngelmu (3 hari).

4Cara Mengamalkan

Tergantung pasemanan yang dipilih. Untuk tempat usaha yaitu menanam atau menempelkan syareat tertentu sesuai pasemanan-nya. Umpama agar tempat usaha tidak terlihat oleh orang yang berniat jahat, menempelkan batang pohon jambu berukuran kelingking sepanjang 5 cm diatas pintu masuk tempat usaha. Dan pasemanan lain, berbeda caranya.

Untuk membuat orang jahat terpaku diam, bisa juga untuk diri kita agar terhindar dari niat jahat orang, tidak hanya untuk tempat usaha saja.

Ada cara agar pengaruh bisa bertahan selama 40 hari, ada cara pengaruh hanya selesai dibaca untuk satu hari.

Untuk yang bertahan sekurangnya selama 40 hari harus menyediakan umba rampe, diibaratkan untuk upah menjaga. Cukup diberikan sekali saja per 40 hari. Dan dijadikan seperti gajian saja.

Untuk menetralkan pengaruh orang terkena aji ini, cukup tepuk saja pundaknya dengan agak keras sampai ia tersadar, tanpa perlu baca apa-apa.

5Perawatan

Tidak ada perawatan secara khusus, kecuali kita memanfaatkan untuk suatu tugas. Lihat diatas mengenai tata cara. Jadi, umpama kita lalai dan lupa lewat 40 hari tidak memberikan umba rampe maka tempat usaha kita tidak lagi terjaga.

Sedangkan untuk pagar diri, setiap Rabu Legi tiap bulan diwajibkan memakai wangi-wangi-an, atau membakar lilin merah (berbau melati) sekurangnya 5 menit atau bisa juga membakar kemenyan.

6Penutup

Keberhasilan ilmu adalah dari tatacara dan improvisasi kita dalam mengapresiasi ilmu. Semakin baik apresiasi kita maka hasil dari pengolahan ilmu juga akan semakin luar biasa.

Semoga pengetahuan ini bisa menjadi manfaat buat yang membutuhkan, atau sekedar bisa menjadi tambahan pengetahuan kita.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY