Mengenal Aji Tameng Wojo

1658
Tameng Wojo
Peragaan Aji Tameng Wojo oleh Mas Auditya

1Pendahuluan

Dari sekian ilmu perlindungan keselamatan, adalah Tameng Wojo. Banyak cerita mengenai keberadaan ilmu ini, entah mana yang benar. Yang pasti ilmu ini termasuk ini yang bisa kita dawamkan kapan saja, bersifat aktif bahkan untuk demontrasi.

Berikut perjalanan Bapak Endah Indryono dalam mendapatkan ilmu tersebut, kejadian pada tahun 1994.

Bekas Tusukan Senjata Tajam, diperagakan oleh Mas Auditya
Bekas Tusukan Senjata Tajam, diperagakan oleh Mas Auditya

Puluhan tahun berlalu, lebih dari 21 tahun. Tapi kenangannya tidak akan pernah terlupakan.

Ketika itu saya bersama keluarga sedang ziarah ke makam sunan muria. Waktu itu tidak ada akses, kenalan yang bisa antar sampai atas, jadi perjalanan ke-atas betul-betul melelahkan buat sebagian anggota keluarga.

Singkat cerita, akhirnya saya yang pertama turun dari ziarah tersebut. Sambil menunggu, saya iseng-iseng tanya sama tukang parkir, mungkin ada orang pintar dekat sana. Tapi selalu jawaban merujuk ke seorang ulama dikota Kudus.

Walhasil dengan sedikit kecewa saya mencari minuman untuk penghapus dahaga. Sehingga akhirnya mendengar omongan pemilik warung, soal Pak De Mis, yang katanya lagi uring-uringan tidak ada yang mau belajar ilmu sama dia, padahal sudah mau mencium tanah. Itu kata pemilik warung yang masih keluarga dengan Pak De Mis itu.

Tertarik, akhirnya saya bilang setengah bercanda. “Kalau saya mau belajar boleh tidak?”, yang dijawab, “Wong kentir mas, sampeyan tidak mungkin dapat ilmu apa-apa.”

Saya bersikeras, akhirnya diantar kerumah Pak De Mis. Kemudian dikenalkan, “Ini Pak De, ada yang belajar ilmu..”

2Pertemuan Dengan Mbah Mis

Ketika pertama bertemu, saya melihat seorang tua yang berumur sekitar 70 tahun, botak, tidak pakai baju, cuma sarungan. Ditangannya sebatang rokok kretek yang sesekali dihisap.

Matanya nanar melihat ke saya sambil menyeringai. Dia berkata, “orang kota ya?” Dan saya jawab, “Iya dari jakarta.”

Kemudian saya dipersilahkan duduk, dan dia masuk kedalam, kemudian keluar lagi sudah memakai baju koko.

“Kamu mau belajar ilmu dari saya?” “Iya mbah.” “Kamu sudah biasa tirakat?” “Insya Allah mbah.”

Kemudian dia mengambil buku, yang ternyata buku silsilah. Dijelaskan kalau dia adalah keturunan kesekian dari Sunan Kudus, dan namanya ada tertera dalam silsilah tersebut.

Kemudian dia bilang, kalau dia ada ilmu yang diturunkan turun temurun oleh ayahnya yang berguna untuk keselamatan lahir dan bathin, dijauhkan dari segala godaan yang menyesatkan baik dari golongan manusia maupun jin, juga membuat otot kedot, kebal terhadap senjata apapun.

“Mau kamu ilmu ini?” “Bismillah, mau mbah..”

Kemudian saya disuruh duduk bersila ditikar depannya. Dan diminta mengikuti bacaannya. Kemudian disuruh menghapalkan.

Butuh sekitar 1 jam sampai bacaan betul2 hapal. Kemudian beliau menyuruh saya membelakangi beliau, dan tangannya menempel dipunggung saya.

Saya sama sekali tidak merasakan apapun, hehehe
Tidak juga fenomena apapun, getaran, hawa dingin, panas atau apapun. Tidak ada rasa apa-apa.

Itu sampai beberapa saat, saya berfikir, ini seperti film silat cina, apa saya dialirkan tenaga dalam atau inti ilmu?

Akhirnya tidak berapa lama kemudian saya diminta menarik nafas secara panjang. Kemudian tengkuk saya dipijat.

Tidak ada yang aneh. Tidak terjadi apa-apa, atau pengalaman apapun. Kemudian akhirnya dia menyuruh saya duduk menghadap dia lagi.

3Diuji Dengan Lemparan Tombak

Saya diminta membaca doa mantra yang tadi dihapalkan, kemudian beliau bilang, “kamu panggil khodam ilmu itu, namanya…”

Saya menurut saja, sudah biasa ilmu-ilmu lama pasti ada khodamnya kalau dapat dari guru langsung. Tidak lama kemudian dia berdiri, dan mengambil tombak panjang yang ada diujung ruangan, sambil cerita, “Ini adalah tombak pusaka, kyai Melecat. Jaman dulu katanya sudah membunuh banyak orang, dan sudah jadi pusaka sejak itu. Banyak orang yang katanya punya ilmu kebal, jebol kebalnya kena tombak ini..”

Tiba-tiba, dia melempar tombak itu tepat ke dada saya dari jarak sekitar 2 meter.

Pikiran, nalar dan reflek saya tidak bisa sinkron dengan kejadian yang sangat mendadak itu. Walhasil tombak itu tepat menghujam dada saya!!!

Duk!! Terdangar benturan tombak dengan dada saya. Merasakan ada yang membentur dada saya, reflek saya berguling kebelakang. Terlihat tombak yang sangat tebal, runcing terpapar ditanah. Ajaib! Saya tidak terluka, tidak ada memar, hanya seperti bulatan merah berdiameter 1 cm tepat ditempat terjadinya benturan.

Kemudian saya mengambil tombak tersebut, dan luar biasa, ini tombak pusaka betulan, sangat tajam pada sisinya bahkan ujungnya luarbiasa runcing seperti mata anak panah.

Saya hanya bisa beristighfar ketika itu, dan berkali-kali ber-hamdallah. Alhamdulillah ya Allah saya diberikan keselamatan.

Dengan cepat, kemudian saya cium tangan beliau, bilang, “Terima kasih mbah, saya terima ilmunya, semoga menjadi hikmah buat saya dan penerus saya.”

Dengan penuh kasih sayang beliau mengusap kepala saya sambil berkata,”Kamu sudah lengkap menerima Aji Tameng Wojo, mari saya ceritakan mengenai aji ini.”

4Pembabaran Tameng Wojo

Pembabaran dimulai, ternyata nama ilmunya adalah Aji Tameng Wojo, termasuk jawokan, mengandung mantra berbahasa jawa, sedikit campuran bahasa madura, dan bahasa Arob. Kemudian diceritakan mengenai khodam yang menghadirkan ilmu tersebut, pengapesannya dan sebagainya.

Bisa disimpulkan, ilmu ini termasuk ilmu keselamatan yang haq, bisa dicoba dimulai dari tataran tusukan, bacok, sayat ketika itu belum saya coba, juga dari racun, yang ini juga belum saya coba.

Keunikkan dari ilmu ini adalah anti tusuknya betul2 kuat, bahkan dulu saya sempat coba, tembakan dari revolver ke paha saya membuat pelurunya gepeng menjadi 2mm. Tanpa ada memar sedikitpun hanya menyisakan tanda merah berdiameter 1cm saja.

Dari pembabaran beliau dikatakan, ilmu ini juga bisa untuk pengasihan, meningkatkan kepekaan, menimbulkan wibawa luar biasa juga nyali yang sangat besar, tanpa kenal takut terhadap apapun. Dan yang ini saya rasakan sekali dalam beberapa peristiwa.

Demikianlah perjalanan saya dalam mengolah Aji Tameng Wojo dari Mbah Mis. Buat yang tertarik untuk merasakan, mencoba (terhadap diri sendiri ya, hehehe) bisa menghubungi saya.

Semoga hikmah.
Bapak Endah Indryono

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY