Pertemuan dengan Sanghyang Segata Sayaka di Gunung Gede

1787
Gunung Gede - Paranormal Indonesia
Gunung Gede - Paranormal Indonesia

Usia adalah musuh manusia terbesar dalam mencapai tujuan. Fisik, ketahanan dan semangat tentunya tidak sama lagi dengan ketika masih muda. Sehingga ketika waktu dan kesiapan finansial tersedia untuk mengolah ilmu, umur menjadi keterbatasan dalam pencapaian kebathinan yang lebih tinggi.

Tetapi, buat orang yang memiliki semangat baja disertai dengan ketabahan dan pengalaman dimasa muda, hehehe, saya mencoba mendaki Gunung Gede untuk persiapan diri ke Gunung Ciremai Cirebon.

Kali ini perjalanan saya, Bpk. Endah Indryono, menggunakan kendaraan umum, dari kediaman saya Apartemen Gading Icon, Pulogadung, Jakarta, menggunakan angkot 53 turun di Cempaka Mas. Kemudian menunggu bus ke bandung yang lewat puncak.

1Keberangkatan

Berangkat dari rumah jam 8 pagi. Tiba di Cibodas jam 10. Kemudian sambung lagi naik angkot kecil ke Kebun Raya cibodas.

Gerimis kecil menghadirkan rasa dingin seketika. Dan dimulailah perjalanan dengan malapor dulu dipos gerbang taman nasional. Agak bertele2 karena saya tidak membuat janji dulu ketika ingin naik, walhasil 50 ribu cukup untuk mendapatkan ijin dari mereka, hehehe.. tentunya saya juga berpesan, saya akan kembali hari itu juga dan meninggalkan nomor hp. Setelah menjelaskan rute perjalanan keatas, dan mohon mereka menghubungi saya per setengah jam untuk jaga-jaga bila saya terjadi apa-apa.

Gerimis, ternyata menghasilkan tanah yang basah dan tentunya terasa sekali menghabiskan stamina. Sampai ke Telaga Biru yang dulu biasanya dicapai dalam 15 menit kini butuh setengah jam untuk sampai.

2Sanghyang Segata Sayaka

Karena gerimis, lagi-lagi gerimis, hehehe.. pengunjung yang biasanya ramai kali ini sangat sepi sekali. Banyak tempat peristirahatan yang kosong, dan saya memasuki tempat peristirahatan yang tepat menghadap kearah Telaga Biru. Sambil berleha-leha meluruskan kaki, saya hadiahkan Al-Fatihah untuk para gaib yang ada disini.

Selesai membaca Fatihah sambil bersila, saya hening menutup mata sambil meningkatkan kepekaan. Dan akhirnya disapa oleh danyang disana yang memperkenalkan diri bernama Sanghyang Segata Sayaka.

Dari beberapa kali ke Gunung Gede, ini nama baru, entah newcomer atau memang sudah lama disini, hehehe.. karena sangat diam dan tidak bisa ditanya ini itu, saya sampaikan pernah bertemu dengan Eyang Gede Naya, danyang dipuncak Gunung Gede. Kemudian dia tanya keperluan saya naik ke Gunung Gede. Dan saya sampaikan apa adanya saja. Hendak mempersiapkan diri ke Gunung Ciremai Cirebon. Setelah itu barulah terjadi percakapan panjang, seperti nama-nama danyang di Gunung Ciremai yang wajib diberikan salam kalau kesana.

Dan sebagai tanda “persahabatan” saya diberikan pusaka yang dia beri nama Ki Pendhil Saringan, berupa piring dari bahan kuningan sari. Sewaktu mendapatkan, lokasi pusaka tersebut ada didekat Telaga Biru, dibawah batu besar yang tadinya saya pikir batu biasa saja. Tetapi kemudian setelah saya cuci ternyata lempengan piring datar bulat sekitar diameter 10-15cm saja. Iya memang kecil. Awalnya berwarna kehijauan. Tetapi setiba dirumah saya brasso ternyata bahan kuningan sari.

Pusaka Wesi Kuning Si Amang-Amang, hasil tarikan sedot pusaka dari Gunung

4Kepulangan

Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga ke pos 3 (Pancayangan Kuda). Dan saat itu waktu sudah menunjukkan jam 1.20 siang. Perjalanan yang lumayan melelahkan disamping waktu yang sangat terbatas karena sampai sudah siang, akhirnya menyurutkan niat untuk naik lebih tinggi lagi. Akhirnya terpaksa harus kembali. Sesuai janji, disamping tidak membawa kemah untuk bermalam disini.

Jam menunjukkan 4.30 ketika sampai di Taman Cibodas. Karena kebetulan malam minggu, tidak ada bis lagi yang lewat ke Jakarta, terpaksa naik angkot kecil ke Ciawi. Untuk kemudian dilanjutkan dengan bis dari arah sukabumi ke arah Tanjung Priok Jakarta. Dan dilanjutkan naik taksi kerumah, dan tiba jam 7.30 malam.

Merasa yakin dengan stamina dan ketahanan fisik untuk ke Gunung Ciremai, nantikan pengalaman berikutnya 5 hari di Gunung Ciremai Cirebon.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY