Memiliki Prewangan? Jin pendamping? (Bag 1/3)

5506

Prewangan, sebenarnya istilah saja untuk jin. Asal katanya dari penghubung. Yaitu jin yang memiliki kemampuan untuk terhubung dengan manusia lewat komunikasi bathiniah.

Mari kita bahas prewangan ini untuk sekedar dijadikan wacana disitus paranormal ini.

Tidak semua jin memiliki kemampuan komunikasi dengan manusia. Dan tidak semua manusia juga memiliki kemampuan untuk komunikasi dengan jin. Sehingga bisa dikatakan hanya jin yang sakti dan manusia yang sakti jugalah yang bisa saling berkomunikasi.

Biasanya manusia yg bersahabat dengan jin prewangan ini jarang sekali yang berprofesi baik. Umumnya seperti dukun santet, tukang pelet dan prilaku kasar secara gaib lainnya, hanya hanya mungkin terjadi karena berbantuan jin prewangan ini.

Karena kemampuan jin sakti ini yang sangat mumpuni dalam olah bathin, sehingga prilaku sihir pikiran seperti mainan sehari2 buat mereka. Mereka dengan mudah nyurup kebadan manusia targetnya untuk melakukan hal-hal seperti guna-guna, membuat pikiran korbannya kacau, melihat penampakan, berhalusinasi dsb. Untuk pelet mempengaruhi pikiran korban dengan mengirim image2 orang yang memeletnya bahkan berhalusinasi senggama dan prilaku bejat lainnya, kalau diinginkan.

Intinya memiliki prewangan biasanya digunakan untuk keperluan manipulasi pikiran. Bahkan kalau kita tidak memiliki kekuatan iman dan bathin yang mumpuni, sangat mungkin tergoda dan terpengaruh oleh mereka.

Ada proses bayar-bayaran, seperti jual beli jasa mereka, agar mau melaksanakan perintah kita. Semakin berat tugasnya, maka bayaran untuk mereka juga akan semakin berat. Dan sialnya.. kalau saja mereka mau dibayar mungkin selesai. Ini yang terjadi bayaran untuk mereka adalah prilaku syirik buat sebagian orang, yang menjurus kepada penyimpangan aqidah. Umpama harus menyediakan korban binatang tapi tidak disembelih melainkan dipotong langsung dan untuk keperluan dihadiahkan untuk mereka. Bisa juga menyediakan kembang, kemenyan dan bebauan lainnya yang mereka sukai. Bisa juga mengerjakan pekerjaan dan kegiatan lainnya yang betul-betul keluar dari aqidah dan bisa menyesatkan kita.

Bersambung.. (Bagian 2/3)

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY