Sedot pusaka dgn Webmaster di Gunung Malang, Cikidang, Sukabumi

1020

Tulisan kiriman saudara kita Mas Esa via Email:

Perkenalkan, saya Esa. Bukan penggemar spiritual. Juga bukan praktisi sedot pusaka, juga bukan yang suka dengan ilmu-ilmu. Intinya saya ikut rombongan saudara saya yang belajar ilmu sedot pusaka dengan Webmaster, sekedar karena diajak saja.

Kami bertemu di Pelabuhan Ratu, Bali Beach Hotel jam 2 siang, kemudian atas permintaan pak B, diminta sedot pusaka ke lokasi yang beliau saja yang tahu. Kemudian karena hanya 5 orang, diminta naik 1 mobil saja milik pak S, Hummer S3 !

Didalam kendaraan, terasa berbeda, serasa di cabin pesawat, suara mesin kendaraan bahkan tidak terdengar. Bahkan ketika memasuki jalanan yang hanya terdiri dari batuan mukodam (batu kapur) kami hampir tidak merasakan goncangan sama sekali. Kami bahkan bisa bercakap dengan santai. Luar biasa kendaraan ini.

Masuk mendekati lokasi, perjalanan mulai terasa berat, serasa off-roading. Webmaster langsung meminta untuk mengendarai, dan dimulailah petualangan yang sebenarnya, hehehe..

4×4 dipasang, dan jalanan perawan yang biasanya hanya dilewati kerbau kami lewati. Pak B yang katanya biasa hanya bisa naik motor trail bila hendak kesini, selalu bilang, “Hebat mobil ini..”. Webmaster sepertinya sangat menikmati berkendara dengan mobil ini. Berkali-kali berteriak wow wow.. sambil tertawa senang.

Beberapa kali nyaris terbalik, dan perjalanan yang sangat mendebarkan, akhirnya sampailah kami di-lokasi yang ternyata hanya padang tanah kapur tidak ada makam atau apapun.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan 5.15 sore. Sudah hampir gelap. Kemudian kami sholat Azhar, diimami Webmaster dan mendirikan kemah dilokasi. Karena waktu sudah sedikit lagi Maghrib, kami menunggu waktu saja sambil berbincang-bincang santai.

Singkatnya, selepas sholat isya, Webmaster keluar dari kemah sambil membawa lampu emergency. Kami ikut2an keluar juga. Bicara-bicara santai sambil merasakan dingin yang tiba-tiba terasa mencekam luar biasa. Kemudian kami duduk dihamparan permadani tebal empuk yg dibawa pak S. Terlihat webmaster mengunyah daun dan disemburkan keliling beberapa kali. Dan akhirnya ikut duduk kembali.

Beliau cerita, sudah tidak memiliki kemampuan sedot pusaka, jadi kali ini meminta pak H untuk mengerjakannya.

Pak H terlihat sungkan, tetapi akhirnya beliau bilang, “Siap !” Kemudian bangun dan mencium tangan Webmaster, yang buru-buru ditarik oleh webmaster yang terlihat kurang suka dengan aturan seperti itu.

Dimulailah ritual penarikan. Pak H terlihat komat-kamit seperti membaca sesuatu. Kemudian tidak lama kemudian terdengar suara seperti batang pohon jatuh dibelakangnya, prak.. kami semua terdiam. Karena ini tanah lapang, padang kapur. Cuma ada batuan kapur rata. Tidak ada pohon disekeliling.

Suasana mulai mencekam. Mulai terdengar bebauan aneh yang tidak biasa. Dan angin yang tadinya tidak ada mulai berbunyi ciut-ciutan. Pak H bangkit dan mengambil sesuatu dari belakangnya, yang ternyata sebuah tombak panjang sekitar 40cm.

Webmaster berkata, “Belum, masih ada lagi.. silakan lanjutkan.”

Pak H, kembali merapikan posisi silanya, dan membaca-baca lagi yang saya tidak dengar dan tidak tahu apa yang dibaca.

Ditunggu hampir 1/2 jam, tidak ada apa-apa yang terjadi. Sehingga akhirnya webmaster berkata, “Kita coba pakai cara lama ya, mudah-mudahan ilmunya masih ada disaya, hehehe”..

Mudah-mudahan ini yang tidak meyakinkan, dalam hati saya. Kemudian saya lihat beliau bangkit sambil seperti orang berdoa.. kemudian tidak lama tiba-tiba, bumi seperti gempa !! Terdengar suara gubrak-gubrak disekeliling kami. Ada suara seperti kayu dipukul-pukul, trek tek tek tek.. suasana betul-betul mencekam. Dan keanehan tiba-tiba datang..

Saya melihat padang kapur ini seperti terang benderang.. dari dalam tanah seperti keluar kilau cahaya banyak.. seperti kunang-kunang tapi berjumlah ribuan.. saya berbisik kepada saudara saya, “Mas.. lihat?” dan dia mengangguk-anggukkan kepala. Sambil telunjuknya dimulut untuk saya agar diam.. bau harum cempaka memenuhi penciuman dan rongga dada.

Terlihat Webmaster menggebrakkan kaki, brak !! Suaranya terdengar keras seperti pecahan yang meledak, dan tiba-tiba dari kejauhan terlihat 3 larik sinar kehijauan.. cepat dan tiba-tiba melambat dan berputar-putar diatas kami kemudian jatuh dihadapan kami ber 5. Klontang.. klontang.. klontang..

Pak B dan pak H terlihat kaget sekali dan terpental kebelakang, mungkin karena kaget, dan menurut penuturan cerita beliau, katanya waktu jatuh seperti gedebug kencang sekali.. saya hanya mendengar suara klontangan besi jatuh seperti sendok jatuh di ubin saja.

3 buah pusaka, yaitu 1 buah keris lurus, dan 2 buah kujang besar sepanjang 30cm tiba-tiba ada dihadapan kami.. luar biasa.. dan kami melihat ke 3 pusaka tersebut seperti bersinar-sinar berpendar.. kemudian akhirnya seluruh lingkungan kembali seperti biasa dan hanya tersisa 3 buah pusaka tadi yg hanya berupa besi tua karatan seperti benda biasa saja bahkan tidak ada tanda-tanda itu seperti pusaka sama sekali.

Webmaster ketawa-ketawa melihat kami, “Kenapa?”

Kami terdiam semua, masih terpana dengan fenomena ajaib, mungkin diatara kami belum ada sama sekali yang pernah melihatnya.

Dan dari cerita beliau, ternyata Webmaster sama sekali tidak melihat, mendengar, mencium atau merasakan fenomena seperti kami, “Ya biasa aja, gelap. Gak ada apa-apa.”

Kami manggut-manggut saja.

Dari sini, pengalaman ini begitu membekas dan sangat berkesan mendalam buat saya, dan saya mulai tertarik untuk belajar spiritual lebih dalam lagi.

Medio September 2012.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY