Pertempuran Ghaib dengan Leak di Kampung Bugis

    2501

    Cerita ini terjadi sewaktu saya pergi ke Sumbawa – NTB mengunjungi Paman saya yg tinggal di Kampung Bugis. Kampung Bugis adalah sebuah desa di pesisir pantai dan sebagian rumah disana masih berbentuk rumah adat –rumah tingkat dari kayu.

    Paman memiliki beberapa kapal penagkap ikan dan saya jadikan kesempatan ini untuk pergi memancing setiap hari selama saya disana. Hari itu kami merencanakan untuk pergi memancing di sore hari tetapi sayangnya turun hujan lebat sehingga tidak jadi pergi.

    Akhirnya kami duduk berbincang dengan bapak Kepala desa yg datang bertamu karena tertarik dengan cerita mengenai Tsunami yg terjadi di Jepang.

    Tiba-tiba datang Dayan anak tetangga yg tinggal di depan rumah dan ikut berbincang-bincang dgn kami. Dalam pembicaraan dia bercerita kalau akhir-akhir ini di rumah dia sering terjadi hal-hal yg aneh. Tiap tengah malam orang dirumahnya sering mendengar banyak suara ganjil seperti suara monyet, suara seperti bayi menangis dan suara perempuan tertawa diatas atap rumahnya..

    Selain itu didapur sering ditemukan bercak merah seperti darah di dekat sumur dan terdengar seperti orang tengah mencuci piring tetapi setelah di lihat ternyata tidak ada siapa-siapa. Dia juag berkata bahwa kakak perempuan dia sudah seminggu sakit dan tiap merasa gatal-gatal tubuhnya setiap menjelang Maghrib.

    Mendengar cerita itu saya memutuskan untuk pergi ke rumahnya bersama sepupu saya Hendra- setelah shalat Maghrib. Begitu memasuki halaman rumahnya kami merasakan energy yang kurang baik.

    Kami dipersilahkan untuk masuk dan segera saja pergi melihat anggota keluarga yg sakit. Dari deteksi yg dilakukan ada ‘sesuatu’ sepetu ulat merayap di dalam tubuhnya.

    Dan tempat gatal itu selalu berpindah-pindah setiap dipegang. Saya bicara kepada mereka akan mencoba mengelurkan ‘penyakit’ tersebut. Dengan sebelumnya meminta pertolongan dari Allah saya segera menyalurkan Tenaga dalam Pengobatan Hizb Abdul Jalil dan Reiki.

    Tiba-tiba pasien berteriak dgn mata melotot seperti kerasakuan sambil mengeluarkan kata-kata yg sangat kasar dan berkata bahwa dia tidak akan mau keluar, tetapi saya tidak menghiraukannya dan tetap berusaha mengusir dan mengeluarkan energy negative yg bersarang di tubuh pasien.

    Alhamdulillah beberapa saat kemudian saya berhasil untuk menariknya keluar dan Hendra berkata bahwa dia melihat seorang perempuan tua dgn muka bolong-bolong dan berambut hitam panjang keluar dan sekarang masih berdiri tidak jauh dari kami.

    Saya tahu bahwa semuanya masih belum selesai dan segera menggunakan ilmu TDI untuk mengunci dan mengikat jin perempuan tadi. Kemudian pasien menjadi sadar dan kami memberinya air putih yg telah diberi Asma untuk perlindungan dan mengunci tubuhnya agar jin tidak bias masuk lagi ke tubuhnya.

    Walau merasa masih capek saya segera minta dicarikan kapur sirih dan air dan mencampurkannya di timba untuk membersihkan pengaruh negative yang ada di rumah. Sambil mengaduk air kapur sirih saya berzikir dan mengisi dgn Hizb Al-Jailani..

    Setelah selesai saya meminta Dayan untuk menyiramkan air tsb ke sekeliling rumah.. Akhirnya saya pamit pulang ke rumah paman dulu dan berjanji datang lagi tengah malam untuk membuat pagar rumah Malamnya stelah berdoa minta kekuatan dan perlindungandari Allah, saya mengambil wafaq Hizb Nashr, dan pergi membawanya ke rumah tetangga kami tadi.dan memasangnya di tiang tengah atap rumah. Terakhir kami berdoa bersama meminta agar Allah memberi perlindungan kepada kami semua.

    Keesokan harinya sepulang dr shalat Subuh di Mesjid , tiba-tiba ada seorang perempuan duduk di bawah tangga pintu rumah. Dia datang untuk meminta maaf dan berjanji untuk tidak menggangu orang kampung lagi. Sambil menangis dia minta agar dimaafkandan mita dipegang kepalanya. Say bilang kami semua memaafkan tapi saya tidak mau memegang kepalanya. Tapi dia minta dikasihani dan berkata bahwa saya perlu melakukannya karena itu adalah salah syarat agar dia tidak termakan oleh ilmunya sendiri. Akhirnya saya melakukannya danperempuan tadi segera pamit pulang. Alhamdulillah sejak itu anak tetangga perempuan berangsur sembuh dan pemilik rumah berkata bahwa sudah tidak terdengar lagi suara-suara ganjil tengah malam. Menurut pendapat orangkampung, perempuan tadi adalah penganut ilmu Leak.

    Benar atau tidaknya hanya Allah yang tahu.

    Selama 2 minggu saya berlibur dan memancing disana saya pulang kembali ke Tokyo.

    Mas Mochlis

    SHARE

    TIDAK ADA KOMENTAR

    LEAVE A REPLY