Tayuh Pusaka (Bag 2)
Bagaimana Sebuah Keris bisa memiliki khasiat?

2383

Pusaka, berbentuk keris. Atau apapun bentuknya banyak dicari orang. Dikarenakan dipercaya memiliki suatu khasiat atau manfaat tertentu.

Yang jadi pertanyaan, bagaimanakah caranya, sebuah benda berbentuk keris yang dipercaya ampuh bisa memiliki kekuatan? Kenapa pemburuan keris antik yang sudah berumur lama begitu digandrungi? Bagaimana mengetahui sebuah keris itu asli kuno atau buatan baru?

Rahasianya adalah pada proses pembuatan keris kuno yang sangat rumit dan memakan waktu lama.

Lihat detil untuk penjelasannya.

Sebuah keris, ibarat perjalanan panjang.

Prosesnya sangat rumit dan panjang.

Dari keris dipesan, atau dibuat tanpa pesanan, sudah dimulai kerumitannya.

SiEmpu pembuat keris akan melalui tahapan2 panjang sampai keris itu jadi.

Biasanya, sebuah pusaka tercipta, melalui proses cipta rasa siEmpu pembuatnya.

Umpamanya seorang pejabat ingin memiliki sebuah pusaka untuk kegunaan tertentu. Maka yang dilakukan pertama kali oleh si Empu ada melalukan tapa brata.

Dari tapa brata ini si empu mengharapkan petunjuk dari yang kuasa, apa bentuk gaman pusaka ini.

Apakah berbentuk keris, tombak, cundrik, atau wesi kuning, atau apapun yang akan ia dapatkan petunjuknya nanti.

Setelah bentuk didapat, maka ia akan diskusikan kembali dengan pemesan, apakah mau menerima dengan bentuk yang ia dapat wahyunya tersebut.

Kemudian, setelah bentuk gaman disetujui, umpamanya keris, maka ia akan melakukan tapa brata kembali, untuk mendapatkan petunjuk, umpama bahan dasar gaman tersebut, apakah jalak atau berluk. Kalau berluk maka luk berapa, dan pamor yang akan jadi seperti apa, apakah beras wutah, udan mas atau apa. Dan juga tentunya cara mengolahnya, apakah melalui pembakaran atau pijatan.

Setelah wahyu didapat maka ia kemudian mulai pencarian bahannya. Pencarian bahan bisa dari informasi penduduk, atau bisa juga melalui tapa brata kembali untuk mendapatkan wahyu dimana mencari bahan dasarnya.

Bahan dasar biasanya didapat dari besi jenis meteorit yang memiliki tingkat kekerasan dan fleksibilitas yang tinggi. Yang lokasinya tentu saja hanya bisa didapat melalui wahyu yang diterima dari proses tapabratanya.

Setelah itu, mulailah proses penempaan. Biasanya proses penempaan ini sangat mistis sekali, umpama digunakan dupa wangi untuk mengurangi bau pembakaran, juga laku puasa bicara sampai proses penempaan selesai.

Proses penempaan bisa makan waktu berhari2 bahkan berminggu2 dan berbulan. Dilakukan eksperimen dengan mencampur bahan lain dalam peleburannya untuk mendapatkan tingkat kekerasan dan fleksibilitas yang diharapkan.

Eksperimen ini dilakukan dengan “mengadu” besi yang baru dengan besi lama yang sudah dipercaya kekuatannya. Harus minimal sama bahkan lebih baik lagi kalau lebih bagus.

Setelah itu barulah dilakukan proses pembentukan atau ditempa lewat cara dipukul2 sehingga besi gepeng dan padat isinya. Penempaan ini bertujuan untuk menghilangkan ruang kosong yang ada dalam bahan yang habis dilebur, dipercaya proses penempaan yang baik akan menghasilkan kualitas gaman yang hebat.

Khusus untuk keris, biasanya terbuat dari lembaran2 seperti seng. Satu buah keris ada yang bisa terdiri dari 17-23 lembaran, dan disatukan melalui proses penempaan yang luarbiasa sabarnya dan makan waktu sangat lama.

Setelah itu barulah proses mendapatkan dan membentuk pamor sesuai dengan maksud awal pembuatan gaman ini.

Pamor bisa tercipta secara alami karena proses penempaan yang tercipta secara “tidak sengaja” atau bisa juga dibuat dengan teknik yang berbeda2 dan biasanya bertujuan estetis semata disamping untuk menjelaskan khasiat dari keris tersebut.

Bisa saja sebuah gaman tidak memiliki pamor, atau bisa juga dibuat untuk keperluan estetis saja.

Kemudian jadilah sebilah gaman dan kemudian dibuatkan warangkanya.

Tetapi, gaman atau keris itu hanyalah sebuah benda berbentuk senjata. Senjata hebat yang memiliki kekerasan yang luarbiasa kalau dibuat dengan baik.

Seorang empu yang luarbiasa biasanya tidak sampai disitu kerjanya. Ia akan kemudian melakukan tapabrata tingkat akhirnya untuk “memasukkan” ghaib kedalam pusakanya tersebut. Dan ini yang terberat. Karena memasukkan ghaibnya tersebut ia akan mengolah kemampuan supranaturalnya dengan mengalahkan atau berkolaborasi dengan jin pendanyangan agar mau menghuni gaman yang telah ia buat sesuai dengan maksud keperluan pembuatannya.

Jin2 ini sudah diberikan tugas dengan imbalan berupa diberikan “perawatan” agar mau melaksanakan tugas tertentu yang telah disepakati.

Nah, disinilah akhirnya sebuah pusaka menjadi pencarian karena jin yang berada dalam gaman tersebutlah yang dipercaya akan “membantu” secara ghaib pemiliknya. Umpamanya mempengaruhi pikiran orang2 yang ada disekitarnya agar tunduk dan takut kepada pemegangnya, dan sebagainya.

Dan juga menjelaskan kenapa sebuah pusaka perlu dilakukan perawatan untuk imbal jasa yang diberikan.

Untuk mengetahui pusaka baru dibuat atau sudah berumur ratusan tahun bisa digunakan cairan yang dinamakan ‘water age’ yang apabila diteteskan pada besinya akan menghasilkan skala tingkat arang/karbon yang akan menampilkan umur tahun dari gaman tersebut.

** Ditulis hasil dari olah tayuh pusaka.

Nantikan tulisan berikutnya mengenai manfaat kegunaan dari pusaka hasil tayuh.

Semoga bermanfaat !!

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY