Adab atau cara dalam berdoa agar mudah terkabul

2625

Lanjutan dalam tulisan sebelumnya, saya lanjutkan dengan tatacara berdoa agar doa mudah terkabul karena Allah.

Pada prinsipnya apapun cara kita berdoa pasti akan Allah kabulkan, tulisan ini semata agar bisa menjadi referensi saja agar kita dapat berdoa dengan penuh kemantapan, sehingga dapat menjadi motivasi kita dalam memohon segala sesuatu dan dapat segera kita nikmati pemberianNya.

1. Berdoa harus khusyu
Banyak yang bertanya apakah khusyu itu?

Khusyu cara gampangnya adalah hati dan pikiran kita harus tertuju kepada Allah tanpa memikirkan yang lainnya. Jadi bukan dengan komat-kamit baca bacaan yang kita sendiri tidak tahu artinya hanya sembarang hapalan, juga bukan sekedar amin amin mengamini orang yang memimpin doa.

Dalam prakteknya umpamanya begini. Ketika kita sedang ditimpa musibah hutang yang sangat susah bagi kita untuk mampu membayarnya, maka pertama yang bisa kita lakukan adalah meluangkan waktu yang cukup untuk berdoa. Maksudnya adalah atur agar ketika kita berdoa tidak ada hal yang mengganggu. Umpamanya dalam hal yang mengganggu seperti waktu yang sangat terburu2 karena harus kembali bekerja, atau suasana tidak nyaman yang mengharuskan kita mengambil tindakan sehingga kita terpaksa harus berhenti berdoa, atau apapun yang berkaitan dengan waktu. Berdoa tidak perlu lama tapi tetap harus dijaga agar waktu jangan menjadi masalah.

Begitupun seperti handphone, bisa disilent dulu, agar konsentrasi kita tidak terpecah, kan hanya sebentar, lagipula kalau kita miss nanti bisa terlihat siapa yang menghubungi kita tinggal kita telpon balik dan kita tinggal bilang, maaf saya barusan sholat.

Kemudian ketika berdoa, lupakan dulu sementara hal2 yang lain, toh hanya sebentar saja, apalagi bila waktu kita cukup sehingga kita bisa makin puas dalam berdoa.

Prinsipnya adalah lepaskan dulu segala hal yang berkaitan dengan dunia, ketika kita berdoa kita sedang menghapadNya, memohon, bersyukur, atau apapun yang ingin dan telah kita kerjakan atas kejadian didunia ini.

2. Berikan Pujian kepada Allah
Ketika berdoa hendaknya dan bagusnya, bahkan lebih afdol lagi ketika selalu mulai dengan pujian kepada Allah ta’ala. Umpamanya, Ya Rob yang Agung, Yang Maha Suci, Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, juga Maha Mengabulkan segala permintaan hambanya..

Dan biasakan mulai dengan mensyukuri atas nikmatNya diatas masalah yang sedang kita hadapi. Umpamanya, Ya Allah yang Maha atas segalanya, terima kasih ya Allah atas segala nikmat karunia yang telah Kau berikan. Ya Rob yang Maha Mencintai, hamba bersyukur telah Kau jadikan hamba orang yang senantiasa ingat kepadaMu..

Tambahkanlah dengan mengingat-ingat lagi segala nikmat yang telah Ia berikan kepada kita, umpama harta, anak, kedudukan, dsb.

3. Bersholawat
Dikatakan, doa tanpa sholawat ibarat mengawang-awang diangkasa. Sholawatlah yang menghantar doa kita agar sampai kepada Allah.

Jadi, biasakanlah dalam memulai dan mengkahiri doa dengan membaca sholawat, bahkan yang paling sederhana sekalipun, umpama membaca: Allohuma soli ‘ala Muhammad.

4. Belum dikabulkan? Jangan complain!! Selalulah berprasangka baik kepadaNya
Jangan sekali2 berdoa untuk complain seperti, Ya Allah.. kenapa belum juga Kau kabulkan doa hambamu ini?

Karena Nabi pernah bersabda, “Tidaklah ada seorangpun mukmin yang yang berdoa kecuali untuk dikabulkan (oleh Allah ta’ala), bisa saja disegerakan didunia, atau ditunda diakhirat nanti, atau dosanya akan diampuni karena doanya tersebut.”

Atau dalam hadist lain Rosul berkata, “Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan penuh kalau doa kalian akan dikabulkan, karena sungguh Allah tidak menerima doa dari orang yang hatinya lalai.”

Dan di QS Al-Mukmin:60, “Berdoalah kepadaKu niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”

5. Meminta hanya kepada Allah
Ketika berdoa, memintalah hanya kepadaNya, bukan yang lainnya, atau menjadikan Ia complementer atau pelengkap. Contohnya doa yang kurang baik seperti mengawali dengan Ya Allah Ya Rosulalloh. Rosul bukan Tuhan dan tidak akan pernah menjadi Allah. Tetapi kita bisa memulai dan mengakhiri doa dengan membaca sholawat untuk rosul.

Apalagi meminta kepada Nyai Roro Kidul, atau Kiai Slamet, atau Jin dsb selain Allah.

6. Iklas dan Merendahkan Diri
Bagaimana caranya? Gampang saja sebetulnya cukup berdoa dengan tenang dan menyerahkan diri kepadaNya, karena kita meyakini hanya Ia-lah yang mampu mengabulkan segala doa kita, dengan tentunya kita tetap harus berusaha.

7. Jangan meremehkan doa apapun
Doa apapun, memiliki nilai dimata Allah, ketika kita dalam suatu kelompok jamaah dan mengamini doa orang yang memimpin doa, maka ketika kita mengaminkan, janganlah meremehkan doa mereka. Apalagi meremehkan doa kita sendiri.

8. Selalu ingat kepada Allah
Senantiasalah berdzikir, sebagai cara mengingat Allah. Ini pernah saya bahas dalam suatu artikel disini. Mengingat Allah melalui dzikir akan meningkatkan kadar cinta kita kepadaNya. Ibaratnya tak kenal maka tak sayang. Semakin kita banyak meluangkan waktu untuk berdzikir maka akan semakin deras karuniaNya datang kepada kita.

Dalam QS Al-Ahzab:41-42, Allah berfirman, “Hai orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, berdzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya diwaktu pagi dan petang.”

9. Dahulukan doa untuk orang lain
Dalam satu hadist, Rosul bersabda, “Siapa yang mendoakan empat puluh orang mukmin kemudian ia berdoa untuk dirinya sendiri, maka doanya akan dikabulkan.”

Tentunya banyak diantara kita yang keadaannya jauh lebih kurang daripada kita. Bawahan kita, anak, tetangga, orang yang kita kenal seperti satpam, tukang sampah, atau siapapun. Doakanlah dulu mereka. Umpamanya memohon supaya Allah mau mengangkat derajat mereka, memberi mereka rizqy, kemudahan dalam menuntut ilmu dsb.

10. Berjamaah
Dikatakan, orang yang berdoa secara bersama maka doanya akan dikabulkan. Mungkin kita pernah dengar arisan doa, dimana masing-masing anggota keluarga, atau kelompok berdoa dan diamini secara bergantian. Sungguh ini suatu hikmah yang luarbiasa kalau bisa kita kerjakan.

11. Menyebutkan Keperluannya
Walaupun Allah maha mengetahui apa yang dibutuhkan hambanya, tetapi akan lebih afdol kalau kita sampaikan apa yang menjadi hajat kita secara khusus.

Karena secara psikologis akan meredakan segala gundah gulana kita, juga bisa membangkitkan semangat karena apa yang menjadi hajat kita bisa menjadi fokus dalam ikhtiar kita didunia.

12. Berdoa dengan metode
Banyak aturan dalam berdoa yang mengharuskan kita berbuat ini atau itu, membaca ini atau itu.

Apa yang disampaikan diatas tentunya garis besar saja. Bahan referensi. Tidak ada cara baku dalam berdoa selain kita pilih sendiri mana yang paling berkenan dengan hati kita. Percuma kalau kita ikuti ini itu sementara hati kita berat melaksanakannya.

Yang terpenting adalah kita meyakini apapun doa kita pasti sampai kepadaNya dan pasti akan Ia kabulkan.

Semoga bermanfaat.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY