Pelet VS Mahabah/Pengasihan (Bagian 1/3)

1421
Perbandingan Pelet VS Mahabah
Perbandingan Pelet VS Mahabah

Banyak yang bertanya kepada saya mengenai pelet, dan ada kerancuan antara keduanya. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Pelet
Banyak yang mengasumsikan, pelet adalah cara mudah untuk mendapatkan cinta seseorang. Dan banyak juga orang yang menawarkan jasa pelet ini dengan berbagai macam bumbu kedahsyatannya.

Pada kenyataannya, pelet adalah proses sulit dengan berbagai macam ritual ghaib yang butuh waktu tidak sedikit untuk mendapatkan hasil maksimal.

Secara prinsip, pelet adalah penguasaan pikiran seseorang dengan bantuan jin atau prewangan. Dimana pikiran si-subject dimasukkan dengan informasi mengenai sipelaku pelet atau yang memberi order.

Pelet sendiri ada yang memang bersifat baik, seperti untuk mendapatkan pikiran seseorang agar selalu ingat kepadanya, sampai yang bersifat merusak, seperti membuat seseorang gila karena tidak tercapai keinginannya untuk bertemu dengan sipengirim, yang bisa saja informasinya tidak dikirimkan.

Ilustrasi pelet seperti ini kurang lebihnya.

Sipengamal pelet memasukkan informasi melalui pendekatan yang akan saya jelaskan kemudian kepada korban/subjek. Informasi ini bisa kenangan, wajah, peristiwa, panggilan, atau apapun yang bisa mempengaruhi ingatan dan pikiran sikorban secara simultan dan berketerusan.

Kemudian korban pikirannya akan dipenuhi oleh informasi tersebut, sehingga selalu ingat, timbul pikiran untuk bertemu, termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan sipengirim, atau apapun prilaku yang dimasukkan kedalam pikiran sikorban. Umpamanya bila dikirimkan wajah sipengirim, maka korban akan melihat wajah sipengirim dalam setiap kesempatan. Bisa saja menonton tv, yang dilihat bayangan sipengirim. Makan, dipiringnya yang terlihat wajah sipengirim. Juga bisa dikirimkan melalui mimpi, terbayang peristiwa-peristiwa tertentu yang bisa membangkitkan gairah, atau pengiriman pikiran seolah mendengar suara-suara yang memanggilnya, dan cara-cara lainnya.

Tujuannya adalah membuat sikorban pikirannya dipenuhi oleh informasi mengenai sipengirim, atau bila informasi mengenai pengirim disamarkan, bisa mengakibatkan gila, karena tidak tahu harus terpengaruh kepada siapa.

Pada banyak kasus, informasi yang disamarkan ini bisa mengakibatkan stress berkepanjangan yang menimbulkan prilaku abnormal atau imparsial, seperti menarik rambut sehingga botak sebagian, membenturkan kepala ke-dinding berkali-kali yang menurutnya bisa menghapuskan ingatan yang selalu berada dalam pikirannya, atau berteriak-teriak histeris, yang intinya adalah upaya-upaya untuk melepaskan diri dari ingatan atau pikiran berketerusan yang ada dalam pikirannya.

Pelet terdiri dari berbagai macam pendekatan:

1. Pelet menggunakan prewangan/jin dari golongan syaitan. Ini yang banyak digunakan, karena relatif cepat dalam mendapatkan hasilnya. Prewangan bekerja seperti menyurup/merasuk kepikiran sikorban, sesuai dengan perintah pengirimnya, dan memasukkan informasi-informasi yang diperlukan kepikiran korban sesuai program yang telah diskenariokan.

Bagian 2 
Bagian 3 

SHARE

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY