Pulang :: Part 1

    193

    Nafsu kelam menghampiri pikirannya. Datang bersamaan dengan iringan angin yang berdesing-desing ditelinganya dan udara dingin yang terasa menggigit tidak tertahankan.

    Inderanya terbuka semua. Penglihatan bathinnya mampu menembus multi dimensi. Seluruh planar kegaiban terbuka.

    Bathinnya terguncang. Enerji dalam tubuhnya bergerak tidak menentu mengakibatkan goyangan badan yang hebat.

    Badannya tidak kuat menerima berbagai informasi yg diterima seluruh panca inderanya.

    Pikirannya kacau.

    Ya Allah.. Apakah sudah sampai masaku? Teriak bathinnya.

    Tiba-tiba semuanya hening. Tidak berbekas. Tidak ada angin. Tidak ada rasa dingin. Tidak ada penglihatan bathin. Tidak ada informasi yang masuk kedalam otak pikirannya.

    Enerji-nya kembali normal, pikiran sadarnya sudah berada lagi dalam tempatnya. Dan akhirnya ia membuka matanya.

    Terpana..

    Karena dunia yang ia lihat sekarang begitu berwarna-warni. Setiap benda memancarkan warna bak pelangi. Sinar-sinar seperti Laron berterbangan dengan indahnya, memancarkan ekor pelangi yang bergerak berkeliling secara random, tidak beraturan.

    Kegelapan ruangan tidak lagi membatasi penglihatannya. Semua terlihat sempurna bak siang bolong. Bahkan dengan keindahan yang tadinya tidak terlihat.

    Dengan mudah ia melihat tembus melalui tembok yang membatasi ruangannya. Dan tembus lagi.. tembus lagi.. bahkan dalam dimensi jarak yang tidak bisa ia bayangkan.

    Hatinya berbunga. Bathinnya bergembira dan bersorak-sorak seperti anak kecil yang mendapatkan permen.

    Enerji-nya tiba2 meledak2 dari bawah pusarnya. Menimbulkan rasa mual yang memabukkan, membuat pikirannya membahana keseluruh ruang bathinnya. Melahirkan sejuta sensasi dalam ruang dimensinya yang terbatas.

    Seluruh inderanya berdenyut menerima berbagai informasi dimensi nyata.

    Allohuakbar.. Allohuakbar.. teriaknya sambil bersujud syukur.

    Tidak lama kemudian…

    Keluar airmata dari kedua kelopak matanya. Badannya tiba-tiba mengejang hebat.

    Enerji dalam tubuhnya meronta-ronta ingin dikeluarkan.

    Otot-otot tubuhnya bergelembungan keluar. Mata dan wajahnya memerah, berusaha menahan dan mengendalikan enerji-nya tersebut.

    Pipi-nya menggelembung dan akhirnya keluarlah teriakkan yang sangat keras..

    Arghhhhhhh………….. !!! Bersambung..

    SHARE

    TIDAK ADA KOMENTAR

    LEAVE A REPLY