Primbon arti dan makna

2417

Primbon, sebetulnya berasal dari kata Imbu, dan diberi awalan pari dan akhiran an. Bisa diartikan secara kasar sebagai “Memeram buah agar matang”. Tapi primbon sendiri sekarang memiliki arti luas, yaitu sebagai kitab yang memuat berbagai pengetahuan dalam multi aspek kehidupan. Banyak dikaitkan dengan masalah ramalan. Padahal yang sebenarnya adalah ikhtiar dalam mendapatkan keselamatan dengan senantiasa waspada atau dalam bahasa jawa sering disebut eling atau sadar. Contohnya: masalah yang berkaitan kelahiran, perkawinan, kematian, pengobatan, dsb. dan cara mengatasinya.

Primbon adalah statistik, berdasarkan pengamatan, pengalaman dan perhitungan ratusan tahun yang kemudian akhirnya dijadikan ilmu astrologi dan pengobatan.

Dalam tradisi jawa, primbon sudah dikenal sejak abad ke 8. Tetapi mulai dibukukan sejak jaman Kartosuro dengan Serat Centhini. Serat ini dibuat atas perintah Sultan Amangkurat III yang memerintah Surakarta ketika itu. Dalam penyusunannya sendiri melibatkan ahli kebathinan dan ulama Islam ketika itu seperti Ki Ngabehi Ranggasutrasna, Kyai Kasan Besari dari Ponorogo, juga Kyai Muhammad Minhad dari Surakarta.

Serat ini banyak mengupas masalah pengobatan yang bersifat ramuan tradisonal maupun magis. Juga do’a-do’a untuk mendapatkan keselamatan.

Kitab aslinya sudah sulit ditemukan, dirahasiakan, hanya kalangan tertentu saja yang memilikinya, seperti tetua, bangsawan, atau keluarga kraton. Sehingga dalam perkembangannya, primbon ini mengalami perubahan dan terpecah-pecah. Orang tidak lagi mencari primbon untuk masalah pengobatan tetapi lebih kearah ramal nasib.

Dengan pengamatan dan statistik yang kuat, pribadi seseorang bisa diketahui dari nama, tanggal lahir, tanda lahir dan pasaran harinya (biasa disebut weton). Penghitungan atau dalam istilah jawa disebut petung ini bisa digunakan untuk memperbaiki nasib, mendapatkan keselamatan juga keberkahan dalam berbagai hal yang tentunya harus diyakini semuanya bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.

Primbon juga menyangkut perjodohan, seperti mendapatkan jodoh yang terbaik sesuai dengan karakter dan kepribadian kita. Membangun rumah atau tempat usaha, agar lancar, tenang dan banyak rejeki. Memilih usaha atau pekerjaan yang tepat, agar bisa berkarir secara maksimal.

Harus diyakini, penghitungan astologi dari primbon ini adalah statistik semata yang akhirnya dibukukan dan dijadikan rumus untuk mendapatkan keselamatanNya. Jangan dijadikan kepercayaan apalagi mempercayainya. Tetapi jadikan sekedar wacana agar kita senantiasa waspada, agar senantiasa selamat.

Seiring dengan jaman, primbon ini mulai tergusur dan saya harapkan kehadirannya disitus ini bisa menjaga warisan nenek moyang dan menjadikan kita manusia yang senantiasa waspada, sadar, eling hanya kepada Tuhan yang Maha Menguasai seluruh alam semesta.

Link terkait:
Tabir Mimpi Bag I
Tabir Mimpi Bag II
Arti Kedutan Bag I

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY