Bisa Melihat makhluk ghaib? Bisa jadi itu skizofrenia !!

1116

Di Indonesia, orang yang bisa melihat makhluk ghaib, mendengar suara2 yang tidak bisa didengar orang lain, dan prilaku aneh lainnya, dianggap orang pintar, paranormal, dukun yang linuwih, orang yang memiliki kemampuan khusus. Hati-hati!! Bisa jadi orang itu pengidap penyakit jiwa Skizofrenia akut!! Orang sakit jiwa kok dipercaya.. hehehe…
Ketidaktahuan kitalah yang membuat kita percaya kepada mereka. Lihat detil untuk melihat ciri2nya dan penanganannya.

Anak2, biasa dalam berkhayal, berdilusi sesuai dengan alam khayalnya, ketika ia dewasa, pemahaman akan realitas semakin membaik, otomatis akan menghilangkan dilusi atau halusinasi.

Jadi kalau ada cerita..

.. dulu waktu kecil, saya bisa melihat makhluk2 aneh, seperti tuyul, kuntilanak, setan belang, atau apalah, tetapi sekarang ketika dewasa kemampuan “melihat” saya tersebut hilang..

Hey.. itu wajar. Seperti penjelasan saya diatas, semakin kita dewasa, maka semakin baik daya rasionalitas kita, maka kemampuan analisa kita juga akan semakin, sehingga kita akan mampu membedakan antara dunia khayal dan nyata.

Tetapi.. kalau semakin dewasa, ternyata malah makin menjadi, malah sudah bisa mencium bebauan.. mendengar suara2 yang hanya bisa didengar diri sendiri.. melihat penampakan2 yang tidak bisa dilihat orang lain.. maka kemungkinan besar anda positif Skizofrenia !! Dan ternyata “penyakit” ini bisa “menular”..

Skizofrenia tipe Paranoid
Menurut Dr. Dadang Hawari, dalam bukunya: SKIZOFRENIA, beliau menyebutkan 2 masalah pada penderita ini:

1. Waham kejar atau kebesaran serta halusinasinya. Contohnya, waham kejar, adalah seperti merasa dirinya mendengar suara2 yang aneh, ajakan, nasihat, atau apapun yang tidak bisa didengar orang lain. Sedangkan waham kebesaran, contohnya adalah seperti menjadi orang terpilih. Tiban, melalui mimpi mendapatkan anugerah ilmu, pemahaman atau apapun yang dia sendiripun sebetulnya tidak mengerti, dan usaha pencariannya ini malah menjadikan ia tambah parah menjurus kepada kondisi akut/segera.

2. Gangguan alam perasaan dan prilaku, misal, kecemasan yang tidak menentu, bingung dengan kondisi kejiwaannya, seolah memiliki “pendamping”, menerima ancaman yang tidak jelas, seperti merasa diguna-guna, santet atau sejenisnya.

Dukun, paranormal, orang sakti yang sakit jiwa ini juga biasanya diikuti dengan Tipe Katatonik seperti:

1. Positifisme Katatonik, yaitu menyetujui apapun yang ada dalam halusinasinya dan menyakinkan itu adalah benar.

2. Kegaduhan Katatonik, yaitu kegaduhan aktifitas motorik, seperti gerakan2 tubuh yang aneh2.. ini seringkali terlihat pada mereka..

Penanganannya.
Bila anda merasakan gejala2 tersebut, atau ada anggota keluarga yang bersikap seperti ini, baiknya segera dibawa kedokter ahli jiwa, atau psikiater, atau psikolog.

Nantinya akan mendapatkan terapi seperti menggunakan obat psikofarmaka (anti skifrenia). Yang secara efektif akan mengurangi daya halusinasinya. Dalam 3 minggu biasanya gejala2 tersebut akan hilang, dan ketika sembuh, dan tingkat rasionalitasnya membaik, diikuti dengan terapi lainnya, seperti psikoterapi, psikoreligius, psikososial dsb. Sehingga dalam 3 bulan akan sembuh.

Bila kita seorang muslim, maka pendekatan spiritual akan meminimalisir gejala tersebut. Ini juga berlaku bagi yang sudah terlanjur terkena.

Menurut R. Snyderman, seorang ahli jiwa dari Duke University, dalam bukunya ia menulis, “terapi medik tanpa disertai do’a dan dzikir, tidak lengkap; sebaliknya do’a dan dzikir tanpa disertai terapi medik tidak efektif.”

Disamping itu biasakanlah agar kita tidak senantiasa merasa cemas, sedih, bingung atau berprasangka buruk. Bila ada hal yang tidak jelas, janganlah diolah sendiri. Carilah lawan bicara yang bisa dipercaya, atau orang yang memang memiliki kapabilitas terhadap hal tersebut.

Jangan lekas percaya kepada dukun, paranormal, atau siapapun yang langsung mendiagonasa anda kena santet, guna2 apalagi teluh atau yang sejenisnya.

Semoga bermanfaat.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY