Melihat jin atau penampakan Jin ?

2000

Ada orang yang berbangga hati karena “bisa” melihat jin. Ada yang juga “turut” berbangga menceritakan saudara atau temannya atau gurunya, atau siapapunlah, karena memiliki “kelebihan” bisa melihat yang ghaib. Padahal, menurut saya, mereka adalah orang-orang yang PATUT dikasihani karena lemah iman, bathin yang impoten dan kurang pagar diri serta mudah disesatkan. Lho !? Lihat detil untuk jelasnya. Wajib dibaca dan dijadikan wacana buat orang yang punya akal pikiran serta letak otaknya dikepala bukan didengkul, hehehe..

Sudah baca artikel saya dengan judul “Jin, menurut Islam” ?

Kalau belum, klik disini untuk melihatnya. Buat non muslim juga layak membaca artikel tersebut agar bisa mengerti uraian saya berikut ini.

Kemampuan “bunglon” dari jin yang bisa menyerupai apa saja, sesungguhnya hanyalah bermain dialam pikiran kita saja. Bukanlah yang sebenarnya. Karena sesungguhnya alam kita dan mereka adalah lain, juga dipisahkan oleh hijab atau pembatas yang sangat luas.

Katakanlah, dari 3 makhluk yang Allah ciptakan, Manusia, Jin dan Hewan, apa persamaan mereka?

Coba kita lihat, manusia vs hewan. Sama2 punya ruh, sama2 punya jasad, tapi hewan tidaklah punya akal pikiran.

Manusia Vs Jin, sama2 punya ruh, sama2 punya akal pikiran, tetapi jin tidak memiliki jasad kasar / wadaq dialam manusia.

Sehingga dari ketiga makhluk ciptaan Allah tersebut, jelaslah, kalau manusialah yang paling sempurna, seperti uraian saya pada artikel “Definisi Syirk, menurut Islam”. Klik disini, bila ingin melihatnya.

Dari persamaan manusia dengan jin, yang sama2 memiliki ruh dan akal pikiran, maka kemampuan interaksi manusia dengan jin, hanyalah bisa melalui ruh dan akal pikiran. Bukan melalui alam nyata, seperti jin bisa kita lihat lewat mata, eit.. nanti dulu sebelum tidak setuju, biar saya jelaskan dulu, bisa kita pegang, bercakap secara verbal lewat mulut dan suara, dsb. seperti interaksi kita dengan manusia atau binatang.

Mari saya berikan ilustrasinya sedikit biar tidak bingung.. (ilustrasi ini sebetulnya sudah 2x saya tulis diforum, dan juga 2x saya tulis diartikel seperti ini).

Mind Control Body – Pikiran menguasi seluruh tubuh.
Katakanlah, saya adalah seorang ahli sihir, ahli hipnotis, ahli gendam, yang memiliki kemampuan menguasai akal pikiran manusia. Mungkin kita sering melihat atraksi seperti ini diteve.

Kemudian saya ambil selembar daun, dan saya perlihatkan kepada mereka.. sambil bilang, ini adalah daun.. betul ini daun? Mereke, para suyet, atau object semua berteriak.. “Betul…”

Kemudian, sambil daun saya goyang2kan, (sambil tentunya saya keluarkan kemampuan ilmu saya dalam mempengaruhi pikiran mereka), saya bertanya lagi, “Coba lihat yang betul.. ini daun atau uang?” Mereka seperti terpana, kemudian berteriak lagi, “Uang….” yang tampak oleh mereka adalah uang 100ribuan yang sedang saya pegang, sebetulnya harusnya saya bisa memperlihatkan mereka apa saja, seperti emas batangan, atau wujud genderuwo sekalipun.

Ilustrasi lain, adalah seseorang yang digendam, atau dihipnotis, bisa menuruti apapun yang diminta oleh penggendam, seperti menjadi monyet, berenang atau apa saja… seperti minum air putih rasanya seperti juice duren (ini kesukaan saya, hehehe..) atau makan nasi putih terlihat dan rasanya seperti sirleon stick.., atau bahkan memberikan kita password atm !!

Dari gambaran ini, bisa kita buktikan, dengan menguasai pikiran seseorang, maka kita bisa memanipulasi penglihatan, rasa, pendengaran, penciuman, bahkan kehendak seseorang.

Praktek penguasaan pikiran ini, bila untuk kebaikan, seperti pendekatan medis praktek hipnosis, maka akan menjadi perkara hikmah, contohnya menghilangkan ketergantungan obat terlarang, mengentikan diri dari kebiasaan buruk dan tercela, membuang trauma psikologis dsb.

Tetapi kalau digunakan untuk kejahatan, seperti praktek gendam yang menggunakan piranti ghaib seperti jin, maka akan menjadi laknat Allah Ta’ala. Contohnya, seperti pelet (membuat pikiran orang selalu teringat kita, ini juga penguasaan pikiran) untuk mengambil hak orang lain, mencuri dengan cara sirep (membuat korban mengantuk, ini juga penguasaan pikiran) dsb.

Jin, khususnya dari golongan syaitan. Menyadari kelemahannya, yaitu terbatasnya kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan manusia. Sehingga seperti ilustrasi tadi, cara mereka berinteraksi dengan kita akhirnya hanyalah dengan cara menguasai pikiran manusia, agar bisa terjadi interaksi dengan mereka. Dengan pengalaman ribuan tahun dan umur yang panjang, (lihat artikel jin, menurut Islam). Akhirnya jadilah mereka ahli2 gendam yang luarbiasa.

Banyak cerita yang sudah kita dengar, seperti seolah dalam istana dengan wanita cantik, bahkan bercinta dengannya. Paginya ketika bangun ternyata ada dikuburan. Ok. Kuburan itu bisa saja terlihat oleh kita sebagai istana nan megah karena kita berada dalam pengaruh pikiran mereka. Tetapi wanita cantik itu? Bisa saja anjing yang kita setubuhi, tapi terlihat oleh kita sebagai wanita cantik. Naudzubillahi minzalik !!

Inilah yang dialami orang2 yang nyupang, yang mengadakan pesugihan dengan syaitan. Yang katanya harus kawin secara teratur pada malam tertentu, padahal mungkin sedang bersetubuh dengan babi, dengan ular atau apa saja kalau dilihat orang lain.

Sekarang kita kembali lagi. Cobalah tanya seorang dokter psikiater yang ahli hipnotis, bisakah ia menghipnotis kalau tidak dapat izin dari pasiennya, ada keinginan dari pasiennya? Saya jamin tidak akan bisa, mau ahlinya bagaimanapun.

Begitupun kalau bertanya kepada seorang ahli gendam yang menguasai pendayangan dari golongan jin, tanyalah, apakah mereka bisa menggendam siapa saja? Pasti jawabannya, yang bisa mereka gendam hanyalah orang2 yang lemah iman, sedang bingung atau depresi. Modus mereka adalah membuat korbannya bingung dulu, stress, atau iming2 surga seperti pengharapan mendapatkan barang berharga dengan harga murah, yang ketika ketamakan dalam dirinya timbul, maka hancurlah sudah imannya, mengakibatkan pikiran mereka akhirnya bisa dikuasai.

Orang yang tamak akan ilmu, berharap ingin bertemu jin, harapan yang yang berlebihan ingin bisa sakti bisa melihat yang ghaib, akhirnya melemahkan iman mereka, menumpulkan bathin mereka, yang akhirnya mereka menjadi korban jin dari golongan syaitan ini dengan melihat penampakan2 aneh2 seperti bisa saja ketemu orang tua seperti wali Allah, atau membisikkan ilmu2, melihat penampakan setan belang, genderuwo, kuntilanak (kuntilibu sama kuntibapaknya sekalian mungkin), atau setan ijo, bahkan mungkin sudah ketemu sama nyai gandasari, nyai roro kidul dsb.

Ingat cerita2 jaman dulu, ketika seorang bersemedi, maka ia akan digoda oleh penampakan yang aneh2.. seperti siluman.. perempuan cantik.. dan wujud lainnya. Kalau ia terpengaruh, maka akan dianggap semedinya gagal, bukannya berhasil, hehehe.. seperti yang disangkakan orang yang bisa melihat penampakan itu sekarang ini..

Atau contoh lain, ada 3 orang berjalan lewat kuburan, yang 2 sudah berjaga2 dengan membaca ayat2 perlindungan, sedangkan yang satunya hatinya penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan karena melewati kuburan. Tak lama kemudian ia histeris teriak2.. ada kuntilanak.. ada kuntilanak… yang dua tadi keheranan, bingung.. mana kuntilanaknya? tanya mereka. Ya memang tidak ada, wong itu hanya ada dalam pikirannya orang yang lemah tadi saja.

Baik, pendekatan aqidah syareat, pendekatan ilmu kebathinan, maupun pendekatan akal pikiran (dari ilustrasi diatas). Maka kita bisa mengambil konklusi, hanya orang yang lemah iman dan tumpul bathinlah yang bisa melihat penampakan2 seperti itu.

Jadi kalau dengar ada orang yang cerita, bisa melihat inilah itulah.. jangan terus salut dengannya, jangan terus melebihkan mereka, justru kita harus bilang.. “Kaciiiiiaaaan deh loo…, si lemah iman, lemah bathin…” bahkan mau mencoba2 menjerumuskan kita dengan kepercayaan seperti yang mereka lihat, mau menurunkan iman kita dengan cara syaitan yang terkutuk !!!

Buat yang tidak bisa melihat yang aneh2 itu, bersyukurlah kepada Allah Ta’ala, karena Ia telah menjaga kita dari penglihatan yang menyesatkan.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua, dan bisa mengembalikan letak otak kita yang mungkin tadinya didengkul kembali kekepala kita, ketempat yang sebagaimana mestinya, hehehe…

Diskusi mengenai artikel ini disini.

Wallahu’alam bisawab.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY