Susuk, apa dan bagaimana

4976

Susuk memang kontroversial. Bahkan banyak ulama beranggapan, susuk adalah haram, karena melibatkan makhluk ghaib dari golongan setan kedalam prakteknya. Sebetulnya apa dan bagaimana susuk itu sesungguhnya?

Sebelumnya, mari jadikan tulisan ini sebagai wacana. Bukan sebagai pembenaran, apalagi menyalahkan penggunaan susuk ini. Pengetahuan dari susuk ini, kita harapkan dapat meningkatkan kewaspadaan kita terhadap pemakainya, maupun agar calon pemakainya berhati-hati agar tidak tertipu dengan praktek pemasangan susuk ini. Untuk melengkapi tulisan, tulisan lanjutannya akan saya usahakan untuk melengkapi dengan ilustrasi foto, mengenai cara pemasangan beberapa jenis susuk.

Susuk, saya ibaratkan seperti peralatan turbo yang ada dalam mesin mobil kita. Yang mampu meningkatkan secara signifikan sebagian dari kelemahan atau kekurangan kita dalam beberapa hal.

Dulunya, susuk ini hanya dipakai oleh bangsawan- bangsawan untuk meningkatkan pamor mereka dimasyarakat. Dan pemasang susukpun sangat langka dan sulit dicari, sehingga hanya menjadi semacam mitos saja untuk beberapa kalangan.

Kegunaan Susuk
Sama seperti pusaka yang dipercayai bertuah, yang dapat memberikan pengaruh tertentu kepada pemiliknya, susuk juga demikian. Dan berdasarkan pengalaman, ada susuk-susuk jenis tertentu yang secara sengaja memang “dimasukkan” unsur ghaib, sehingga pengaruhnya sama seperti penggunaan pusaka.

Susuk, dibagi menjadi beberapa manfaat guna.

Pertama, yang umum kita kenal, sebagai peningkat pesona. Diharapkan pemakainya akan dapat mempesona orang lain yang melihatnya.

Kedua, untuk kewibawaan. Sesuai dengan namanya dipergunakan untuk meningkatkan wibawa pemakainya, agar orang yang melihatnya terlihat berwibawa.

Ketiga, untuk kesaktian, biasanya yang berkaitan dengan kekebalan. Karena sifat praktisnya yang tinggal pakai, susuk ini banyak digunakan oleh aktifis yang dekat dengan kekerasan.

Keempat, susuk untuk membuka “mata ketiga”, istilah jawanya, “Luek-an”. Yang mampu secara instan membuka mata ketiga pemakainya, agar mampu melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa.

Sedangkan jenis susuknya sendiri ada macam-macam.

Pertama adalah yang terbuat dari emas. Emas dipilih, karena secara alami sudah memancarkan keindahan untuk pemakainya. Contohnya bila kita memakai cincin, atau kalau emas. Maka orang yang melihatnya akan kagum dan terpesona oleh keindahan emas ini. Diharapkan pemakainya juga akan terlihat seperti susuk emas yang dipakainya, membuat yang melihatnya menjadi kagum dan terpesona.

Jenis kedua adalah dari intan atau berlian. Sama seperti emas, untuk tingkatan yang lebih tinggi, dan harga yang 20x lebih mahal ketimbang emas.

Jenis ketiga, dari logas yang kita kenal dengan nama emas putih. Biasanya dipergunakan untuk kewibawaan atau untuk kesaktian.

Jenis keempat, menggunakan bagian dari binatang. Yang sangat terkenal adalah tulang sayap dari binatang samber lilin. Samber lilin terkenal dengan keindahan rupanya, dan karena bersumber dari makhluk hidup, hingga akhirnya dipercayai mampu secara aktif memancarkan daya pesona, baik bagi yang melihatnya maupun yang berdekatan dengannya. Harganya ? Bisa 4x lipat dari harga berlian. Bahan untuk membuat bedug, seperti kulit sapi atau kambing, juga dipercaya sebagai bahan dasar susuk. Bahkan ada orang yang secara khusus memburu masjid-masjid besar yang memiliki beduk yang sudah berumur untuk dipotong sebagian kulitnya untuk dijadikan susuk. Susuk jenis ini biasanya dipergunakan untuk yang bersifat kesaktian.

Jenis kelima, menggunakan buah atau bumbu dapur. Yang umum dipakai adalah kemiri, lada dan bawang merah. Selain murah meriah, juga bersifat aman. Karena seiring dengan waktu akan hancur dengan sendirinya menyatu dengan tubuh. Umumnya dipakai untuk pengasihan.

Jenis terakhir, menggunakan logam potongan pusaka, seperti keris, tombak dan sejenisnya atau menggunakan gotri (pelor gear). Biasanya jenis untuk untuk diloloh (ditelan). Dan dipakai untuk kesaktian.

Pemasangan Susuk
Susuk ada 2 jenis, yang ditanamkan didalam tubuh, dan yang ditelan, atau istilahnya diloloh.

Masing-masing punya keunggulan dan kerugian.

Susuk yang ditanam juga memiliki lokasi-lokasi tertentu yang memberikan pengaruh berbeda.

Untuk pesona, biasanya ditaruh diantara alis.
Untuk agar suara kita terdengar indah, maka ditaruhnya dibawah mulut, antara dagu.
Untuk penguatan, kadang dipasang disekitar pipi dan rahang.
Untuk kewibawaan, pemasangannya ditengkuk.
Untuk kesaktian, umumnya dipasang dilipatan belakang dengkul kaki.
Untuk meningkatkan kenikmatan dikala senggama (maaf), maka ditempatkan disekitar kemaluan.
Pemasangan susuk disekitar pinggul & payudara, dipercaya akan menimbulkan keindahan dan bihari bagi yang melihatnya.

Susuk loloh, ditelan dengan pengantar air atau bisa juga menggunakan pisang.
bersambung.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY