Ada Apa Dengan Mantra

1230

Mantra, bukannya Mandra, biasa dibaca juga dengan mantera, awalnya adalah bagian dari suatu ritual keagaamaan agama tertentu. Dimana didalam mantra terdapat doa, permohonan yang disampaikan untuk Yang Maha Kuasa, tentu saja dalam bahasa dimana agama itu dilahirkan. Tetapi sekarang mantra dikaitkan dengan aji-aji, yaitu bacaan yang bisa mendatangkan kekuatan tertentu.

Kita akan berbicara mengenai mantra yang bisa mendatangkan kekuatan, atau biasa disebut dengan ajian, dan tentu saja bukan mantra sebagai ritual agama tertentu.

Untuk memudahkan, saya bagi mantra atau ajian ini dalam 3 kategori, yaitu:
1. Mantra Ghaib
2. Mantra Sugesti
3. Mantra Ngarang-ngarang.

Mantra Ngarang-ngarang
Sebetulnya mantra ngarang-ngarang ini sah-sah saja, karena bisa saja isinya hanya tembang, do’a dalam bahasa daerah, atau permohonan, atau apa saja yang memiliki nilai ethic atau budi pekerti tinggi. Kadang malahan konyol, mantra yang tidak ada artinya sama sekali. Mantra ngarang-ngarang ini biasanya juga menjadi kerjaan tukang tayuh pusaka, he..he..he.. Agar kelihatan keren dan berilmu serta memang mampu berkomunikasi dengan ghaib yang ada dalam pusaka, maka mereka mengarang2 mantra untuk pengaktifan. Tetapi ini tentunya tidak semua. Tetapi sebagian besarlah 🙂

Mantra Sugesti
Yang masuk dalam kategori mantra sugesti adalah mantra yang harus dilakukan dengan melakukan ritual atau lelaku tertentu, seperti berpuasa, mengerjakan hal2 diluar kebiasaan dsb. Yang akan mendorong sugesti si pengamal hingga akhirnya timbul kekuatan dari hasil olah sugestinya tersebut. Biasanya yang masuk kategori mantra sugesti adalah aji-aji yang berkaitan dengan aji pengasihan, kawibawan (kewibawaan), kabejan (keberuntungan) dsb. Dimana pengaruh sugesti yang kuat akan melahirkan kekuatan psikis yang mampu mewujudkan harapan dari pengerjaan lelakunya tersebut. Ritual atau lelaku kita yang beratlah sesungguhnya yang melahirkan kekuatan tersebut, bukan pada bacaan mantranya.

Mantra sugesti ini, kadang juga diturunkan guru untuk menjadi semacam kunci starter, untuk proses initialisasi dari ilmu sesungguhnya yang diturunkan oleh sang guru, agar ilmu tersebut tidak keluar sewaktu-waktu. Cara kerjanya seperti hipnotisme, murid akan digendam, dihipnotis, dipengaruhi pikirannya, agar pada setiap bacaan tertentu dibaca, maka kekuatan yang sesungguhnya akan keluar.

Mantra Ghaib
Inilah mantra yang paling berbahaya, bisa melahirkan kekuatan tanpa perlu perlu lelaku khusus yang berat. Mantra ghaib ini biasanya berkaitan dengan aji-aji untuk kedigjayaan dan kasepuhan, seperti kebal, tenaga ekstra, pengobatan, santet, guna-guna dsb.

Konon, dipercaya, mantra ghaib ini hasil perjanjian antara manusia dengan makhluk ghaib. Mantra ghaib ini bisa diperoleh baik karena takluknya makhluk ghaib pada manusia, atau karena memang keinginan manusia itu sendiri untuk mendapatkan kekuatan berbantukan makhluk ghaib.

Sebagai ilustrasi, konon, dulu para wali dari tanah jawa merambah gunung-gunung tempat tinggal kerajaan jin-jin kafir atau jin-jin dari golongan syaitan yang menyebarkan goro-goro, keributan, dan berbagai penyakit hati. Dan mereka menaklukan mereka, para jin syaitan ini, dengan berbantuan kepada Allah, yang menguasai alam semesta ini. Karena tidak ada yang mungkin mengalahkan Allah, akhirnya mereka takluk, dan diadakanlah perjanjian diantara mereka, contohnya adalah mantra yang terkenal, Qulhu Sungsang tersebut. Dalam cakapnya dengan jin penguasa tanah jawa tersebut sang wali berkata, “Hai Jin keturunan Jan, kalau ada anak cucu saya yang membaca bacaan ini (tentu saja mantra yang sudah disiapkan oleh sang wali), maka kau tidak boleh mengganggu mereka.” Walhasil, setiap ada orang kesurupan, khususnya ditanah jawa, maka Qulhu sungsang ini menjadi obat sangat mujarab untuk mengusir jin nakal tersebut hingga saat ini.

Ilustrasi lainnya adalah, konon, ada seseorang yang sangat ingin sakti mandraguna, bisa kebal dari berbagai macam senjata, bisa nyantet orang, bisa melet orang dan segudang ilmu-ilmu kesaktian lainnya. Orang tersebut, mbah Calon Sakti ini, akhirnya bertapa ditempat-tempat wingit yang ia yakini didalamnya terdapat raja jin maha sakti yang bisa menurunkan sebagian ilmu kesaktiannya, termasuk kesesatannya juga, kepada mbah Calon Sakti ini. Akhirnya, karena melihat kesungguhan ingin disesatkan dari simbah Calon Sakti ini, sang Raja Jin, tertawa kegirangan dalam hatinya, “He.he.he.. biasanya ane yang nyari2 orang buat disesatkan nih, eh malah ada yang sengaja minta disesatkan, hua..ha.ha..ha..ha…”. Akhirnya, terlibatlah percakapan diantara mereka, “Hua..ha.ha.he, hei putra Adam, karena saya kasian ngeliat kesungguhan kamu, maka saya turunkan ilmu-ilmu dahsyat yang bisa kamu pake untuk menyesatkan manusia, bahkan anak cucu muridmu sekalipun bisa langsung pake ilmu ini, karena sudah saya berikan kemudahan untuk mereka untuk menjadi sesat, bahkan lebih mudah lagi, ketimbang dirimu, cukup dengan membaca mantra yang saya berikan ini, maka kekuatanku akan bersama mereka. Sebarkanlah… sebarkanlah…, hua..ha.ha… dan saya ganti namamu menjadi MBAH SAKTI.” Hingga akhirnya, jadilah si Mbah Sakti itu pengikut iblis, yang mungkin anak cucunya bisa kita temui dineraka, kalau kita bersama mereka nanti.

Mantra dari tinjauan Aqidah Islam (setidaknya menurut saya).
Mantra, walaupun dengan bahasa apapun kalau didalamnya terdapat pujian dan pengharapan kepada Allah, Gusti penguasa Alam semesta, maka masuk dalam kategori doa, itupun menurut saya. Bila didalamnya terdapat upaya-upaya untuk menghancurkan syaitan, atau mendapatkan kekuatan tertentu yang penuh dengan keridhoan Allah, maka masuk kategori ikhtiar, dan ini menjadi ibadah.

Tetapi bila digunakan untuk kesesatan, apalagi menyesatkan orang, kezoliman dan hal2 yang dibenci Allah SWT. maka masuk dalam kategori musyrik, bahkan kalau didalamnya terdapat kalimat-kalimat yang memohon bantuan kepada selain Allah, maka masuk dalam kategori Syirik BESAR.

Oleh karena itu, bila kita mengamalkan mantra, carilah terjemahnya, dengan meminta langsung kepada pemberi, atau kalau beliau tidak mau kasih, ya cari penterjemah lain yang bisa mengerti. Janganlah berguru kepada orang yang bilang, “POKOKE…pokonya.. amalkan saja..” Masa’ iya kita mau disesatkan secara mudah seperti itu? Carilah guru yang bisa menterjemahkan dan menjelaskan makna filosofis dari mantra yang kita amalkan. Mantra yang ditutup dengan..”Saking kersaning Allah..” belum tentu menyelamatkan kita dari kesyirikan, tetap harus dilihat kalimat-kalimat awalnya. Untuk mudahnya, saya buat list-nya kalimat atau bagian kata yang meragukan dan bisa menjurus kepada syirik maupun prilaku ajaran yang bisa menyesatkan:

1. Meminta-minta kepada selain Allah, umpama kepada makhluk2 ciptaanNya seperti tokoh2 jaman dulu, atau tokoh2 klenik, atau apalagi syaitan, seperti kepada setan gundul, butho ijo, Nyai Roro Kidul, Pangeran Samber Nyowo, Kyai Slamet, Mbah Wengi, dan banyak tokoh lainnya yang ada dalam suatu mantra.

2. Mengambil kekuatan dari benda2 ciptaanNya, umpama seperti menyerap energi alam semesta, energi matahari, energi bulan, batu akik, pusaka, menyerap energi yang ada pada suatu daerah yang diyakini wingit, istilahnya yang umum dipakai adalah menyerap yoni dsb. Jangan percaya dengan doktrin yang mereka tiupkan seperti Cara mengenal Allah dengan cara menyerap energi2 ciptaanNya dsb. Ini adalah syirik besar, yang mereka kemas dengan ajaran tasawuf mencong kiri.

3. Kalau guru kita berbeda agama dengan kita, maka hindari doktrinasi spiritual mereka, agar tidak menjadi murtad dengan agama kita. Termasuk didalamnya cara2 berdoa, keyakinan2 seperti Tuhan bisa hadir didepan kita, bahkan bisa didatangkan oleh gurunya, ajaran dan faham reinkarnasi, penyatuan Tuhan dengan manusia dan ajaran2 lain yang bertentangan dengan aqidah Islam. Walaupun mereka menggunakan dalil2 Al-Qur’an untuk menguatkan doktrinasi spritual mereka, tetapi merekakan bukan ulama Islam? Mana mungkin mereka bisa menafsirkan dengan baik mana yang boleh dan tidak? Pasti yang mereka ambil hanya yang menguntungkan mereka saja.

4. Hindari bid’ah dalam bersyareat. Berkaitan dengan pendekatan spiritual mereka, maka kebanyakan diantara kita secara tidak sadar mulai masuk dalam kesesatan, contohnya adalah umpama untuk memulai ibadah sholat, maka ada ritual2 tambahan, yang menurut mereka bisa menambah kekushuyukan kita, ketenangan kita dsb. Padahal justru sholat yang baik akan mendatangkan kekushuyukan, ketenangan bathin, pasrah kepada Allah dsb. Tanpa perlu lagi ajaran2 dari mereka.

5. Mengkultuskan guru. Ketika masuk dalam wilayah spiritual mereka, maka ada keyakinan kalau guru kita adalah nabi, orang yang sangat waskita, sehingga apapun ajaran mereka akan kita terima dengan hati senang. Hati-hatilah. Lihat uraian diatas. Inilah cara iblis, menyesatkan kita. Tidak ada ajaran murni yang lintas agama, khususnya yang masuk wilayah spiritual. Selalu ada misi2 terselubung yang hampir tidak bisa kita tangkap tanpa bertafakur yang istiqomah.

6. Banyak lagi hal lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu karena kelihaian mereka dalam menyesatkan manusia.

Semoga tulisan ini bisa menjadi renungan kita semua, dan senantiasa terhindar dari kesesatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Juga perbanyaklah bersilaturahmi dengan ulama-ulama, merekalah benteng terakhir kita dari pengaruh kesesatan. Ciri-ciri orang yang mudah disesatkan adalah orang yang tidak mengenal agamanya dengan baik. Janganlah menjadi bagian dari mereka.
Wallahu’alam.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY