Basmallah, sebagai ilmu pengasihan

2631

Diambil dari Buku Tamu, tulisan Webmaster:
Mengenai pengasihan ini sebetulnya sudah saya tulis. Tetapi saya ingin menambahkan sedikit di buku tamu ini.
Mari kita baca sama-sama:
Bismillahir-rohmanir-rohim. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Allah telah mengajarkan melalui “Ilmu” – NYA untuk kita senantiasa menebarkan kasih dan sayang. Kita mulai membaca basmallah tersebut dalam setiap memulai kegiatan.

Dalam basmalah tersebut terdapat 3 Asma (nama) Allah, Yaitu: Ya Allah, Ya Rohman dan Ya Rohim.

Bacaan Basmalah, kalau sekedar bacaan, tidaklah berarti. Tetapi kalau kita baca dan kita sinkron-kan dengan tingkah laku perbuatan kita, inilah yang kita sebut dengan ILMU. ILMU PENGASIHAN. Ilmu yang mengundang dan mengharapkan kasih dan sayang dari Allah, kasih dan sayang dari sesama, dan menjadikan prilaku kita juga demikian, yaitu senantiasa kasih dan sayang terhadap Allah, kasih dan sayang terhadap sesama.

Ilmu pengasihan ini, walaupun banyak diartikan dengan ilmu percintaan. Tetapi memiliki 2 karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan ilmu pelet.

Ilmu pelet bersifat menguasai “PIKIRAN” orang yang dituju. Sedangkan ilmu pengasihan bersifat “MENGGUGAH” qolbu, mempengaruhi hati seseorang.

Hati bersifat lasting, bertahan lama. Pikiran bersifat sementara, begitu pikiran kembali sadar, maka pengaruh seketika itu juga lenyap.

Kalau kita mempercayai qodarNya, tentu QodarNya jugalah yang membuat kita berikhtiar atau berusaha dalam hidup kita. Ikhtiar yang baik akan mendatangkan ridho dari Allah SWT. Sebaliknya ikhtiar yang buruk akan mendatangkan MURKA-NYA.

Allah telah memberi kebebasan kepada manusia, untuk menjadi baik, jahat, memilih agama dan kepercayaan dsb.

Tetapi tetap mewajibkan manusia untuk senantiasa beribadah kepadaNya. Beribadah dengan mengerkan apa yang telah diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya.

Saudara, jodoh adalah afdal Allah, kehendak kemauan Allah. Sebesar apapun atau semudah apapun ikhtiar kita, tetap Allah-lah yang menentukan.

Pelet, sebagai ikhtiar, belum tentu menjadikan pasangan kita jodoh. Bisa saja usaha tersebut diketahui keluarga, dan atas ikhtiar keluarga atau bisa saja orang lain, pengaruh pelet hilang sehingga tidak menjadikan jodoh kita.

Menurut saya yang paling baik, adalah bermahabbah, mengamalkan ilmu pengasihan yang telah Allah contohkan, yaitu ber-Basmalah. Membaca Bismillahhirohmanirrohim. Terima dan menyalurkan kasih dan sayang Allah kepada sesama. Sehingga siapun jodoh kita, ia juga akan seperti kita.

Semoga. Amin.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY