Pelet, guna-guna, susuk dan Mahabah/Pengasihan ?

4923

Pelet yang saya maksud bukanlah makanan ikan, juga bukan lidah yang kita julurkan keluar 🙂 Tetapi yang saya maksud adalah ilmu untuk mendapatkan hati seseorang. Mari sama-sama kita investigasi ilmu- ilmu penakluk hati ini. Dan saya harap bisa menjadi tambahan pengetahuan.

Pelet senantiasa menjadi kontroversial. Melihat sahabat atau saudara yang tiba-tiba tergila-gila pada seseorang, langsung kita vonis, KENA PELET !! Kena Guna-Guna !!

Ada lagi, melihat wanita yang terlihat wajahnya biasa, tetapi seperti memancarkan daya tarik mempesona, kita vonis juga, pakai SUSUK !!

Istilah-istilah pelet, guna-guna, susuk dan pengasihan ini rasanya akrab ditelinga kita. Hampir tidak ada orang yang tidak mengenal istilah ini dibumi Nusantara. Eksploitasi masalah ini diblow up melalui penayangan film dan berita dimass media.

Apapun pendekatannya, semua ilmu-ilmu diatas urusannya sama hati. Sehingga mendefinisikan masing-masing kategori ilmu diatas agak sulit.

Tulisan mengenai ini, pernah juga saya tulis pada salah satu artikel disitus ini. Berikut adalah definisi dari istilah diatas menurut saya.

Pelet & Guna-guna.
Banyak dikenal orang sebagai ilmu pemikat hati. Istilah, cinta ditolak dukun bertindak, ini kerap diindetikan dengan aktifitas pelet ini. Ilmu pelet sendiri pada umumnya dibagi 2. Yang pertama memanfaatkan sugesti. Kedua memanfaatkan piranti makhluk ghaib. Ini yang diistilahkan dengan guna-guna.

Pelet dan Guna-guna membutuhkan media yang berhubungan dengan korban. Ini bentuknya bisa apa saja, asalkan pernah dipegang oleh korban. Bisa sisir, rambut, kuku, pakaian dalam, foto, gelas bekas minumnya, dan apa saja. Bahkan dipercaya bekas ludah memiliki keampuhan yang tinggi sebagai medianya.

Media ini diperlukan sebagai “penghubung” dengan korban. Dipercaya barang-barang media tersebut menyisakan “bekas” ruh. Atau dalam dunia psikik didunia barat, diistilahkan dengan spirit memory. Dalam benda-benda yang berhubungan dengan korban terdapat memory mengenai korban dan terkoneksi secara aktif.

Praktek-praktek penggunaan media ini tidak hanya dipergunakan dalam urusan pelet dan guna-guna, juga biasanya digunakan juga untuk mencari orang hilang dan sebagainya, pokoknya yang berhubungan dengan konektifitas tersebut.

Pemanfaatkan kualitas sugesti kadang dibumbui dengan membaca mantera-mantera atau do’a tertentu. Dimana membayang-bayangkan korban, menyebut-nyebut namanya dan aktifitas lainnya, sehingga pada kualitas tertentu, korban menjadi senantiasa ingat kepada kita. Proses pengkondisian kualitas sugesti sebelumnya dilakukan dengan pemusatan konsentrasi. Biasanya dilakukan dengan berpuasa, menyendiri ditempat sepi dan sebagainya.

Sedang pemanfaatan piranti ghaib, biasanya memanfaatkan pusaka yang merupakan tempat tinggal makhluk ghaib, atau berhubungan langsung dengan makhluk ghaibnya itu sendiri. Seperti kita ketahui, intervensi makhluk ghaib ini yaitu melalui ruh. Dimana dalam ruh diindetikkan dengan rasa pikiran. Konsep “mind control body” atau pikiran menguasai tubuh diterapkan pada pendekatan ini. Guna-guna bisa menjadi jahat, karena terjadi proses penguasaan ruh, ini sama seperti orang kesurupan, yang mempengaruhi tingkah laku korbannya seperti bukan dirinya lagi.

Susuk.
Susuk adalah piranti ghaib berbentuk benda, umumnya yang terkenal adalah emas & berlian. Pendekatan susuk juga sama dengan pelet dan guna-guna diatas. Kedua benda tersebut sudah alaminya memang memancarkan daya tarik. Coba saja memakai cincin emas, pasti orang tergoda untuk melihatnya, apalagi berlian. Penempatan cincin emas dijari tangan, maka orang tergoda untuk melihat tangan kita.

Berdasarkan analogi ini, maka susuk juga ditempatkan dilokasi-lokasi yang dianggap bisa menimbulkan daya tarik. Seperti wajah, pinggul, dan maaf, beberapa lokasi intim.

Yang umum peletakan lokasi susuk ini adalah diwajah. Untuk melihat wajah terlihat menarik, maka susuk ditempatkan ditengah antara alis, diatas hidung. Untuk memperkuat biasanya juga ditambah disekitar pipi. Supaya ucapan kita enak didengar, maka susuk diletakan dibawah mulut, antara dagu. Untuk terlihat berwibawa, maka susuk ditempatkan ditengkuk, ini baru beberapa contoh lokasi yang umum. Lokasi lain bisa dibayangkan sendiri, he..he.he.. 😀

Cara meletakkan susuk biasanya menggunakan pinset, susuk emas yang bentuknya seperti jarum sangat halus memiliki panjang sekitar 1~1,5 cm, relatif mudah dimasukkan dan hampir tidak meninggalkan bekas yang berarti. Paling berdarah sedikit. Tetapi susuk berlian, biasanya mengakibatkan bengkak dan darah yang agak banyak. Oleh karena itu biasa susuk untuk berlian digunakan yang berkarat kecil dan bentuknya seperti jarum.

Susuk yang menggunakan kualitas sugesti, biasanya dimulai dengan eksen pemasang susuk seperti membaca mantera atau doa baru memasukkan susuknya, sehingga pasien timbul PD atau percaya dirinya.

Dukun yang ampuh dan spesial dalam pemasangan susuk ini biasanya memperkuat pengaruh susuk dengan menjadikannya piranti ghaib seperti pusaka. Jadi ada isim ghaib bisa saja jin, yang dimasukkan kedalam media susuk untuk dijadikan rumahnya. Proses yang menggunakan perkuatan ini biasanya tidak bisa langsung hari itu juga datang, hari itu juga dipasang. Pasien biasanya harus tinggal dan mengerjakan beberapa ritual. Nantinya ada proses seperti mandi kembang, ijab kabul, perjanjian dengan sighaib, baru pirantinya dimasukkan. Praktek ini biasanya dilakukan oleh dukun2 dari wilayah Sukabumi-Cianjur.

Tulisan selanjutnya mengenai Pengasihan. Ikuti terus.

SHARE

3 KOMENTAR

    • Salam Lucky, sayang sekali untuk pelet tidak bisa dipelajari sembarangan. Untuk hasil serupa bisa belajar keilmuan mahabah atau pengasihan. Silakan hubungi saya saja lewat kontak yang tersedia.

LEAVE A REPLY