Wawancara dengan Cak Nur – Pengobatan Alternatif An-Nashr

401

Berikut adalah wawancara dengan Cak Nur, dengan praktek pengobatan alternatif An-Nashr-nya. Wawancara dilakukan ditempat kediamannya dalam suasana santai dan beliau berpenampilan bersahaja sangat sederhana.

T: Assalamu’alaikum wr. wb. Cak Nur…
J:
Wa’alaikumsalam wr. wb. …

T: Cak Nur, bisa menceritakan sedikit, apa yang membuat cak Nur bisa menjadi seperti sekarang ini, maksudnya bisa mengobati orang…
J:
Ceritanya panjang, kejadiannya bermulai dari bertahun lalu, dan berhubungan dengan putra pertama saya. Lahir dengan operasi caesar, kemudian setelah lahir diketahui ada pendarahan diotak. Ditambah dengan kelainan pada sistem endoktrin. Kasus yang dihadapi putra saya tersebut termasuk kasus langka, sehingga oleh medis ketika itu disarankan untuk berobat ke Amerika.
Ketika itu hati saya sangat galau menghadapi ujian yang berat yang Allah turunkan tersebut. Begitu banyak pengorbanan, tidak hanya waktu, biaya, juga perasaan yang tertekan. Hingga akhirnya oleh seorang sahabat disarankan untuk mengikuti pengobatan alternatif. Akhirnya mulailah perjalanan spiritual saya, dengan berburu orang pintar untuk mengobati penyakit yang diderita putra pertama saya tersebut. Dari perjalanan itulah akhirnya saya banyak menerima ilmu-ilmu hikmah, do’a-do’a yang mujarab dari para guru, maupun mengerjakan riyadhoh tertentu hingga akhirnya, tidak hanya putra saya sembuh seperti layaknya anak normal hingga sekarang, tetapi ilmu yang saya terima tersebut ternyata juga mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang diderita oleh sahabat, saudara dan teman2 saya. Hingga akhirnya, yah seperti sekarang ini.

T: Cak, metode apa yang Cak Nur gunakan ?
J:
Kalau ditanya metode yang digunakan, ya hanya satu. Yaitu meminta pertolongan Allah. Nah, dalam meminta pertolongan dari Allah itu tentu saja dengan berbagai macam cara. Yang umumnya digunakan adalah berdo’a memohon kesembuhan untuk pasien. Menggunakan ilmu-ilmu hikmah seperti hizb-hizb yang dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan dan juga yang terpenting adalah dengan berikhtiar secara nyata melalui ramuan tradisional yang sudah dikenal dimasyarakat.

T: Bisa cak Nur jelaskan lebih detail mengenai metode pengobatannya tersebut ?
J:
Biasanya pengobatan itu saya bagi dua, yaitu pengobatan langsung dan pengobatan jarak jauh. Saya yakini metode pengobatan An-Nashr ini bisa untuk berbagai macam penyakit. Baik itu medis maupun non-medis. Dan tentu saja juga untuk semua agama dan keyakinan.
Untuk pengobatan langsung biasanya pasien saya ajak berdo’a bersama memohon pertolongan kesembuhan dari Allah SWT. Kemudian sesuai dengan penyakitnya, pasien akan saya terapi dengan ilmu2 hikmah. Untuk kasus-kasus seperti Asma, rematik akut dan yang sejenisnya saya menggunakan hizb barqi yang bisa mendatangkan hawa panas yang bisa dirasakan secara nyata. Sedangkan untuk kasus2 penyakit lainnya tentu saja ada cara lain dengan pendekatan lain juga. Pada kasus penyakit yang dirasa berat, saya menggunakan Hizbun-Nashr. Ini terbukti pada pasien saya yang menderita tumor, kanker dan sejenisnya berhasil disembuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Ini semua harus diyakini sebagai bentuk pertolongan dari Allah SWT.

T: Kalau penggunaan ramuan tradisional itu apa saja yang digunakan Cak Nur ?
J:
Seperti diketahui, negara kita kaya akan obat2an tradional yang sudah dikenal sejak jaman nenek moyang kita. Penggunaan jahe, kunyit, asam, daun sirih dan sebagainya dipercaya mampu membantu mempercepat proses penyembuhan. Penyakit yang berat seperti gagal ginjal yang sangat rawan dengan penggunaan obat-obatan, ternyata bisa disembuhkan dengan penggunaan obat tradisional ini. Begitupun dengan penyakit-penyakit lainnya, seperti asam urat, nyeri lambung, hypertensi, migrain dsb. ternyata bisa disembuhkan dengan penggunaan ramuan tradisional ini. Jadi, kita berikhtiar baik secara nyata maupun spiritual.

T: Oh iya cak Nur, tadi terlewat, bagaimana dengan pengobatan jarak jauh ?
J:
Sebetulnya kekuatan penyembuhan yang saya gunakan untuk pengobatan langsung, juga bisa untuk jarak jauh, tetapi tetap dibutuhkan syareat atau perantara yang menghubungkan saya dengan pasien. Dalam hal ini saya menggunakan suara sebagai syareat pengobatannya. Jadi tentu saja hubungan telepon mutlak diperlukan. Waktunya untuk pengobatan jarak jauh ini hanya sekitar 5 menit saja, dimana pasien akan saya bimbing untuk berdo’a bersama memohon pertolongan kesembuhan dari Allah SWT. dan disaat itu juga saya mengalirkan proses pengobatan saya untuk pasien yang dimaksud.

T: Cak Nur, kalau pasiennya tidak bisa mendengar atau bicara bagaimana ?
J:
Sekarangkan teknologi sudah canggih, bisa menggunakan handphone, atau telepon yang ada fasilitas handsfree-nya. Cukup dekatkan suara saya kepasien dimaksud. Atau bila juga sudah tidak memungkinkan, maka sediakan saja air putih segelas dan kerabat yang dekat untuk saya bimbing berdo’a dan air hasil do’a tersebut dibasuh atau diminumkan kepasien.

T: Berapa lama dan berapa kali biasanya pasien harus datang mengikuti pengobatan ?
J:
Pada kasus tertentu ya cukup sekali saja, nanti akan diberi do’a dan metode untuk pengobatan dirumah. Bila dipandang perlu dan ada keluhan, tentu saja pasien bisa datang kembali untuk mengikuti pengobatan lanjutan.

T: Terakhir cak Nur. Untuk mengikuti pengobatan alternatif ditempat cak Nur ini, berapa biayanya?
J:
Ha..ha..ha…, saya tidak memungut bayaran sama sekali. Ini ikhlas lillahi ta’ala. Semua karena Allah. Kalau sembuh juga karena Allah. Saya hanya sebagai syareat saja. Tetapi kalau ada yang ikhlas mau memberi ya saya terima dong, inikan rizqi. Dan tidak ada batas minimalnya, he.he..he.. mau memberi Alhamdulillah, tidak juga Alhamdulillah.

T: Apa itu juga termasuk ramuan tradisionalnya?
J:
Untuk ramuan tradisional yang diminum ditempat saya ya gratis. Tetapi kalau mau dibawa pulang ya harus bayar, inikan menyangkut bahan baku yang harus saya beli. Atau pasien juga bisa meracik sendiri ramuan tersebut, yang nanti akan saya berikan resepnya.

T: Terima kasih cak Nur atas waktunya, Assalamu’alaikum wr. wb.
J:
Terima kasih juga. Wa’alaikumsalam wr. wb.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY