Ilmu Trawangan, Meraga Sukma – Realitas atau Khayal ? (II)

1674

Tulisan ini melanjutkan tulisan sebelumnya. Mudah-mudahan tidak basi. Melihat dari definisi dua ilmu tadi, dan banyaknya praktek yang seolah memudahkan belajar ilmu ini, mari sama-sama kita buktikan, apakah ilmu yang ada tersebut, benar-benar ilmu atau khayal.

Dari persamaan definisi ilmu trawangan dan meraga sukma, ada hal yang sangat signifikan, yaitu kemampuan untuk “MELIHAT” secara bathin/spiritual kapan saja kita inginkan.

Kenapa perlu saya garis bawahi, “kapan saja kita inginkan”? Karena, dalam kehidupan sehari-hari, bisa saja, secara tidak sengaja, kita mampu “MELIHAT” seperti layaknya memiliki kedua macam ilmu tersebut. Bahkan PENGLIHATAN kita, bisa saja seperti memiliki ilmu JONGKO SUKMO, kemampuan melihat masa yang akan datang.

Tetapi, sesuatu yang kebetulan, tidak bisa dikatakan sebagai ilmu. Kalau ilmu, bersifat pasti, bisa dibuktikan, dan dipraktekkan kapan saja. Setidaknya begitu yang saya yakini.

Oleh karena itu, buat praktisi, guru, atau siapapun yang belajar ilmu tersebut, mari kita buktikan, apakah kita memiliki ilmu tersebut atau hanya “BERKHAYAL”, dengan kadang betul, kadang salah.

Saya punya teori begini, kemampuan trawangan; belum mrogo sukmo; adalah kemampuan melihat secara bathin atau istilahnya melihat dengan pendekatan spiritual. Artinya, dalam melihat, kita tidak menggunakan indera penglihatan kita, yaitu mata. Tetapi menggunakan bathin untuk melilhat.

Sebelum jauh, dengan ilmu ini kita bisa melihat yang ghaib (ini istilah orang untuk mendefinisikan yang tidak terlihat, kalau saya memiliki definisi sendiri, yaitu tidak ada yang ghaib didunia ini, selain Allah, sebagai Yang Maha Ghaib, tinggal masalah proses untuk melihat yang tadinya tidak terlihat), logikanya, seharusnya “yang terlihat dengan indera mata/penglihatan” lebih jelas kelihatan.

Skemanya begini, ketika anda menutup mata dan mulai melihat dengan ilmu trawangan, hasilnya harus sama, dengan ketika kita melek, melihat dengan mata telanjang. Kemudian, sebelum mampu menembus alam jin yang sangat halus (saking halusnya, orang barat mengistilahkan dengan ether), seharusnya juga mampu menembus benda padat, yang memiliki tingkat partikel jauh lebih kasar dari alam jin.

Nah, ujiannya…

Sederhana saja, coba lihat isi dompet teman kita, dengan ilmu tersebut. Kalau bisa secara detil menjelaskan isinya, umpama jumlah uangnya, nomor ktp-nya, dsb. Maka bisa disimpulkan, anda memang memiliki ilmu trawangan. SELAMAT.

Tetapi, kalau tidak bisa… SELAMAT JUGA, anda telah memiliki ilmu TIPU, he..he..he..

Sangat lucu, orang bisa melihat alam jin atau alam apapun, tetapi tidak bisa melihat alam kita. Jangan argue dulu. Coba saja resapi dan pikirkan dengan akal pikiran kita. Karena, dari banyak orang yang mengaku memiliki ilmu ini, ternyata SEBAGIAN BESAR, hanya berkhayal.
Umpama, melihat jinlah. Rumah ada penunggunyalah. Melihat orang ada pendampingnyalah… dan banyak lah-lah lainnya. Sebelum kita menjadi GILA dengan khayalan kita sendiri, ada baiknya kita bertafakur, merenung, dengan apa yang telah kita alami dan perbuat dengan diri sendiri.

Satu lagi, saya melihat kecenderungan yang berubah saat ini.

Dulu, orang belajar ilmu trawangan untuk hal-hal yang positif, masuk akal dan bisa dibuktikan dengan pendekatan rasional. Umpama, ingin mengetahui keberadaan anak kita, mencari orang yang hilang, menemukan barang yang terselip dsb.

Tetapi, sekarang, ilmu trawangan lebih banyak digunakan untuk keperluan yang sangat tidak manfaat dan tidak rasional. Umpamanya, seolah bisa melihat sesuatu yang tidak terlihat, su’udzhon berprasangka buruk terhadap orang lain termasuk makhluk lain, yang intinya tidak membawa pada suatu hikmah apapun, bahkan cenderung menyesatkan.

Ada teman yang katanya belajar ilmu trawangan, akhirnya saya kasihan melihatnya, senantiasa paranoid ketakutan sendiri, selalu berprasangka buruk terhadap orang lain, dan hal-hal merugikan lainnya. Bahkan selalu menyalahkan jin (he..he..he..) sebagai biang masalah, kalau tidak tahu lagi harus berbuat apa terhadap masalah yang dihadapinya. Kasihan juga tuh jin…. Dan, menurut saya sanga rasional kalau praktisi tipu ilmu ini senantiasa menyalahkan jin. Toh, tidak kelihatan dan aman karena pasiennya juga tidak bisa melihat.

Nah, buat yang ingin belajar ilmu-ilmu seperti ini, sebelum berguru, uji dulu gurunya dengan ujian diatas, kalau menolak dengan alasan apapun, he..he..he.., bisa dipastikan itu cuma ilmu khayal alias tipu.

Dan bagi yang yang sudah “MERASA” memiliki ilmu ini, ayo buktikan dengan ujian diatas, jangan menipu diri sendiri, apalagi orang lain, he..he..he..
Sedang bagi yang MEMANG BISA ilmu ini, mari kita sama-sama gunakan untuk kebaikan, penuh dengan barokah dan ridho dari Allah SWT. AMIN.

Ikuti tulisan selanjutnya mengenai ilmu Meraga Sukma.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY