Ilmu Kebal dan Variasinya VS Ilmu Selamat. Bag. I

3094

Dulu, guru saya pernah berkata, “Serendah-rendahnya ilmu hikmah adalah Ilmu Kebal, dan setingginya ilmu hikmah adalah Ilmu Selamat.” Lama saya mencerna wejangan tersebut, karena saya pemburu ilmu kesaktian, termasuk ilmu kebal tentunya.

Dari pengalaman berburu ilmu kebal, ternyata kekebalan itu terbagi dalam berbagai jenis:
1. Kebal senjata tajam.
Ini ada 3, bacok, tusuk dan iris. Umumnya kebal dari ketajaman besi. Dalam praktek, irisan menggunakan beling/kaca, pepohonan, seperti bambu dsb. ternyata tembus dan bisa mengakibatkan perlukaan. Sedangkan kebal bacok, kalau diiris tetap juga tembus begitupun kebal tusuk. Ini biasanya menggunakan Awrod dari ayat Latiful Hadid-nya Nabi Daud, mantera-mantera daerah, baik yang dari jawa maupun serang/banten, atau menggunakan pusaka. Menggunakan teknik pernafasan dan mengeraskan otot-otot tertentu juga bisa membuat kebal bacok dan tusuk, tetapi tidak iris.

2. Kebal Api/Panas.
Tahan terhadap panas, sampai suhu derajat tertentu, umumnya sekelas bara api, panas kompor gas/minyak tanah. Menggunakan Awrod Nabi Sulaiman, atau mantera-mantera jawa.

3. Kebal Jadug/Tahan Pukul.
Tahan terhadap benturan, pukulan maupun benda keras. Biasanya maksimal kekuatan benturan tanpa luka/memar maksimal 25 kg. Selebihnya akan mengakibatkan memar bahkan bisa patah/retak tulang. Menggunakan hizb atau mantera-mantera.

4. Anti Cukur.
Kekebalan yang paling banyak dicari orang, membuat rambut tidak bisa dicukur/iris. Biasanya menggunakan hizb, awrod dari Asma Allah, pusaka, atau mantera.

5. Kebal Peluru.
Ini juga yang paling dicari. Tahan terhadap benturan peluru dari timah atau besi, atau tembakan senantiasa meleset, bahkan senjata bisa macet. Dalam praktek, benturan peluru, walaupun menggunakan senapan angin, tetap membuat kulit memar, walaupun tidak tembus kedalam kulit. Menurut hikayat, orang yang kebal peluru dari besi tidak kebal dari peluru emas. Biasanya menggunakan hizb, mantera atau pusaka.

Ilmu-ilmu kebal yang saya sebutkan diatas ini hanya sebagian kecil dari variasa ilmu kebal yang ada, tetapi yang perlu digaris bawahi adalah, ternyata belajar ilmu kebal itu bisa banyak gurunya, juga waktunya termasuk biayanya yang dibutuhkan. Dan yang pasti, ternyata tidak ada ilmu kebal yang komplit.

Kata orang, dan sebagian orang bilang, ilmu kebal itu terbagi 2, yaitu ilmu kebal aktif dan pasif. Definisinya ilmu kebal aktif, bisa didemonstrasikan, dan dicoba setiap saat. Sedangkan ilmu kebal pasif hanya akan keluar bila dibutuhkan.

Menurut saya? Omong Kosong !!!

Tidak ada ilmu kebal aktif dan pasif.

Pengertian saya yang namanya ilmu, itu artinya adalah pengetahuan. Seseorang yang mengamalkan dan mendapatkan suatu ilmu, maka bisa dikategorikan sebagai orang yang telah memiliki pengetahuan. Seperti anda telah memiliki ilmu kali-kalian dalam matematika. Ketika pengetahuan tersebut telah kita ketahui, maka setiap waktu kita akan bisa melakukan hitungan kali-kalian. Jadi ilmu bila telah kita kuasai, maka akan bisa kita praktekkan kapan saja, begitu logikanya.

Begitupun ilmu kebal, dari beberapa ilmu kebal yang pernah dipelajari, ternyata yang benar-benar ilmu kebal itu, bisa setiap saat kita coba dan seharusnya didemonstrasikan.

Nah, sekarang tinggal pendekatan aqidah. Demonstrasi untuk orang lain bersifat riya’ menyombongkan diri dan bisa membuat kita takabur. Ini perkara yang paling dibenci Allah, termasuk manusia. Tidak ada orang yang senang melihat ketakaburan orang lain. Apalagi Allah SWT. Oleh karena itu guru ilmu kebal, biasanya memberi batasan dalam bai’at atau sumpahnya, seperti, “silahkan mencoba kapan saja dan dimana saja, asalkan sendirian”. Ini semata untuk menghindari sifat takabur tadi.

Jadi seharusnya ilmu yang benar-benar ilmu itu memang bisa dicoba kapan saja, setidaknya untuk diri sendiri.

Tulisan selanjutnya akan membahas mengenai “Kenapa seseorang bisa kebal, dan perbandingannya dengan Ilmu Selamat.”

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY