Sedot/Tarik Pusaka, apa dan bagaimana? Bag. II

2594

Ada banyak pendekatan yang dapat dilakukan untuk dapat mengangkat pusaka. Dari yang paling sederhana yaitu menggali menggunakan pacul, sampai menggunakan ritual khusus yang mengandalkan kekuatan spiritual atau isim halus. Tulisan berikut menjelaskan proses untuk mendapatkan pusaka tarikan.

Untuk mengangkat pusaka langkah yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui Lokasinya
2. Mengambilnya

Untuk mengetahui lokasi pusaka, bisa dengan banyak cara:
1. Menemukan lokasi secara tidak sengaja atau kebetulan. Umpama lagi bangun rumah, bongkar kebun, mendapat mimpi dsb.

2. Dapat wangsit atau petunjuk ghaib, baik melalui mimpi atau bisikan. Ini bisa didapat baik melalui ritual tertentu, seperti sengaja mensucikan diri agar dapat petunjuk, sampai tidur bahkan semedi dilokasi-lokasi yang diyakini wingit.

3. Berdasarkan cerita, hikayat dsb.

4. Melakukan pendeteksian, baik menggunakan peralatan canggih seperti metal detektor, foto satelit sampai menggunakan ilmu spiritual seperti kepekaan dsb.

5. Melakukan komunikasi dengan danyang atau penunggu lokasi yang diyakini ada pusakanya, sampai komunikasi dengan isi pusaka yang pernah ada mengenai dimana ?teman-teman? lainnya berada.

6. Dan banyak cara laiinya, seperti lihat iklan, dengar gosip dsb.

Sedangkan untuk mengangkat pusaka, juga banyak caranya. Seperti:
1. Menggali dengan menggunakan alat seperti pacul, sampai penggunaan alat berat.

2. Dengan cara imbalan. Ini biasanya dimulai dengan komunikasi dengan sidanyang penunggu, kemudian ditanya apa syarat untuk dapat mengambil pusaka yang berada diwilayah kekuasaannya, kemudia setelah umba rampenya lengkap tersedia, pusaka akan muncul.

3. Menggunakan wafaq, kain yang ditulisi huruf arab mukhotiq. Biasanya lokasi pusaka sudah diketahui, lewat berbagai cara diatas, kemudian tepat didekat lokasi yang diyakini, dilakukan ritual tertentu, hingga akhirnya pusaka akan muncul diatas wafaqnya. Penggunaan wafaq juga bisa dilakukan untuk penarikan jarak jauh.

4. Menggunakan tenaga dalam. Dasar-dasar pernafasan dengan teknik tertentu juga bisa digunakan untuk menarik pusaka setelah lokasi yang diyakini terdeteksi. Biasanya teknik yang dipergunakan adalah nafas segi empat dengan tarikan nafas panjang. Untuk menggunakan tenaga dalam ini dibutuhkan juga kemampuan pendeteksian yang bagus, agar hasil tarikan sempurna.

5. Menggunakan mantera-mantera khusus. Lewat bacaan-bacaan tertentu, mata bathin akan terbuka, lokasi pusaka akan terlihat jelas, dan proses penarikan biasanya dilakukan dengan menarik nafas panjang-panjang. Biasanya ini bersumber dari ilmu kejawen, menggunakan energi matahari sebagai sarana spiritualnya, berarti menariknya harus siang hari dan ada matahari.

6. Dan banyak cara lainnya, seperti menggunakan bantuan isim halus seperti jin, baik yang ada dipusaka atau sahabat kita. Atau juga bisa menggunakan isim seperti khodam dari Asma Allah atau Ayat Al-Qur?an yang bisa kita awrodkan dan akhirnya menjadi pendamping kita yang bisa kita panggil kapan saja untuk dimintakan bantuannya. Termasuk untuk menarik pusaka tentunya. Dan dengan ini bisa dilakukan penarikan jarak jauh, asalkan ada penghubung dengan lokasi pusaka yang ingin ditarik seperti tanah, misalnya.

Tulisan selanjutnya akan menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi sewaktu prosesi penarikan pusaka, termasuk penjelasan bagaimana pusaka bisa berada didalam batu. Tunggu saja.

Link sebelumnya:
Bagian 1
Bagian 3

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY