Ikhlas Cs Rejeki

638

Kata IKHLAS. Kalau dikamus bahasa Indonesia Ikhlas itu sinonim dari tanpa pamrih. Suatu pekerjaan atau kegiatan, yang kita kerjakan untuk orang lain tanpa kita mengharap imbalan apapun dari orang yang kita tolong. Sedangkan ikhlas menurut Islam adalah setiap kegiatan yang kita kerjakan semata-mata hanya karena mengharapkan Ridho Allah SWT. Untuk itu mari kita diskusi lagi mengenai Ikhlas ini dengan memberi komentar pada tulisan berikut.

Dalam dunia spiritual dan praktek ilmu hikmah, Ikhlas karena Allah SWT ini merupakan kewajiban dan yang menjamin manjurnya ilmu kita, bila sumber ilmu yang kita pakai betul-betul mengharapkan Ridho dari Allah SWT.

Keikhlasan dalam berdo?a, beriyadhoh apapun, merupakan suatu kemutlakan. Tanpa itu, saya berani jamin, tidak mungkin Ridho Allah akan turun dan menjadi karomah untuknya.

Kalau menurut saya, ikhlas dalam praktek keseharian dibagi lagi menjadi berbagai bentuk dan kategori.

Untuk muslim kegiatan ikhlas terbanyak adalah ikhlas karena Allah, sewaktu mengerjakan berbagai ibadah utamanya sholat.

Kemudian yang paling banyak dikerjakan juga adalah ikhlas karena kasihan / prihatin dengan orang yang ingin kita tolong.

Ikhlas yang lain lagi ikhlas berdasarkan kekerabatan, familiy atau referensi. Biasanya ini berkait erat dengan hutang budi. Kita menolong orang dengan melihat hal tersebut, karena budi yang pernah kita terima yang pernah diberikan secara ikhlas oleh orang yang pernah menolong kita.

Dalam dunia perdagangan, ikhlas berarti antara penjual rela dan senang hati menjual barangnya tanpa paksaan apapun, begitupun pembeli rela dan senang hati tanpa paksaan apapun membayar sesuai dengan kesanggupannya. Contoh kalimat, ?Sudah, deal? Ikhlas ya??

Saya pribadi mengkategorikan ikhlas itu apapun bentuknya adalah ibadah. Namanya ibadah, tentunya setiap pekerjaan yang akan mendatangkan pahala. Memberi kebahagian untuk orang lain, membantu memecahkan masalah, memberi pilihan jalan keluar, membantu mengobati, atau sekedar membantu mengangkat belanjaan, adalah semua pekerjaan yang menyenangkan untuk orang lain. Dan ternyata kegiatan ikhlas ini juga merupakan pekerjaan yang sangat menyenangkan, setidaknya buat saya. Melihat orang lain bahagia, masalahnya terselesaikan, Allah turunkan kesembuhan dsb. Hal itu, Subhanalloh, betul-betul merupakan kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa diukur dengan uang, tenaga atau apapun. Silahkan buktikan, dengan anda ikhlas membantu orang lain, sekecil apapun itu bentuk bantuannya, ada kepuasan dalam bathin kita.

Nah, bagaiman kaitan antara ikhlas ini dengan rejeki?

Almarhum guru spiritual saya, Al-Mukarom KH. Jayusman, pernah bilang, rejeki itu seperti bejana berhubungan dengan ibadah kita. Semakin banyak ibadah yang kita kerjakan, maka, akan semakin banyak rejeki yang Allah turunkan untuk kita.

Sebelum anda argue dengan pernyataan tersebut, perlu sedikit saya jelaskan, seorang ahli tasawuf, dalam berkata itu selalu bermakna luas. Artinya setiap mencerna ucapan seorang ahli tasawuf, maka kita harus menggunakan akal pikiran kita dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin sebelum beradu pendapat dengannya.

Kalimat dari guru saya tersebut saya cerna dengan pemikiran sebagai berikut.

Pertama adalah ibadah. Ibadah adalah semua pekerjaan yang dilakukan dengan keikhlasan semata karena Allah SWT. Berhubungan dengan istri, beribadah. Bekerja menghidupi keluarga, beribadah. Menolong orang itu juga beribadah. Sholat yang ikhlas karena Allah, jelas nilainya adalah ibadah. Mandi, berpenampilan menarik untuk orang lain juga adalah ibadah. Hampir semua pekerjaan nilainya adalah ibadah, kecuali yang dilarang agama tentunya.

Sedangkan rejeki atau rizqi secara luas bisa dalam berbagai bentuk. Bisa dalam harta, tidak kekurangan, kebahagiaan, kesehatan, orang senang membantu kita, dsb. Jadi sangat picik, bila rizqi dari Allah itu, senantiasa kita kaitkan dengan harta. Contohnya, kesehatan adalah rizqi yang sangat bernilai. Bila tidak sehat, bisa saja berapa banyakpun harta yang anda miliki akan hilang dalam sekejap untuk ikhtiar pengobatan. Begitupun kebahagiaan. Berapapun harta yang anda miliki, tidak akan pernah bisa membeli kebahagian hakiki dan penuh dengan barokah dari Allah. Anda bisa membeli kebahagian dengan menonton, atau kegiatan apapun. Tetapi itu hanya sementara, begitu waktu berlalu, hilang juga kebahagiaannya. Ini kebahagiaan semu. Kebahagiaan dari Allah bersifat mutlak dan bertahan lama. Berbahagialah dan bersyukurlah bila andalah yang mendapatkan rizqi ini.

Jadi, petuah dari guru saya, menurut saya sangat relevan dan rasional. Beribadah terhadap keluarga, seperti menggauli istri, mencari nafkah dan memberi perhatian maupun pendidikan untuk keluarga, akan mendapatkan Rizqi dari Allah yang sangat berlimpah. Senantiasa akan dicintai istri dan keluarga, harta yang bisa kita pergunakan dengan baik dan bershodaqoh membantu yang kekurangan harta, jaminan kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga, anak yang berbakti dsb. Mungkin akan menghabiskan ratusan lembar untuk menulis rizqi yang kita terima, baru dari ibadah terhadap keluarga karena Allah SWT. Belum ibadah lainnya. Masya Allah.

Senang menolong orangpun demikian, itu ibadah. Balasannya dari Allah ya jelas Rizqi juga. Dari bentuk harta yang kita terima dari orang yang kita tolong, sampai orang lain juga dengan suka rela senang menolong segala kesulitan kita. Ini rizqi yang luar biasa besar dari Allah.

Nah, sudahkan anda IKHLAS?

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY