Kolaborasi Canggih

    280

    Diceritakan, ada seorang calon kepala desa/kades bernama Tarno yang sangat pas-pasan kemampuan keuangannya. Sedang calon-calon lainnya sangat mampu untuk membiayai kampanye mereka sendiri, dengan memberikan hadiah-hadiah, kaos dan sebagainya. Tetapi Tarno sangat berambisi untuk menjadi kades desa tersebut.

    Didesa tersebut ada orang pintar yang bernama Mbah Marjo, dimana beliau sangat dihormati. Si Tarno akhirnya meminta tolong Mbah Marjo, dan menceritakan kesulitannya, baik finansial maupun ambisinya. Dan Mbah Marjo, mungkin karena kasihan dan juga terbujuk rayu Tarno, yang katanya kalau berkuasa akan memberikan bagian yang lumayan nantinya untuk Mbah Marjo, akhirnya bersedia membantu. Hari H akhirnya tiba, berduyun-duyun, penduduk ke TPS (tempat pemungutan suara) hendak mencoblos calon kadesnya. Mbah Tarno, yang datang belakangan, tiba-tiba kelojotan dan akhirnya kesurupan Kiai Mbejo Purwo Sakti, pendiri desa tersebut. Dalam surupnya, Kiai Mbejo bilang hanya Tarno yang dipercaya untuk memimpin desa tersebut. Alhasil, akhirnya seluruh penduduk desa memilih Tarno menjadi kadesnya.

    SHARE

    TIDAK ADA KOMENTAR

    LEAVE A REPLY