Buka Mata Kesadaran

    182

    Jaman sekarang adalah jaman tehnologi serba canggih, dimana-mana dalam melakukan aktifitas serba komputer. Segalanya jadi lebih cepat, praktis dan efisien. Kantor pos sepi dari korespondensi pribadi karena orang lebih suka menggunakan jasa tehnologi komputer.

    Tetapi seiring dengan kemajuan jaman, ternyata dalam pemenuhan hasrat dan keinginan (kenikmatan duniawi) justru mengalami flash back yaitu ke dukun/paranormal.
    Apakah hal ini karena persaingan kerja dan ritme hidup yang dikejar waktu? sehingga mereka terpuruk dalam kesibukan dan untuk pencapaian hasrat dan keinginan maunya juga serba cepat dan lupa akan Penciptanya. Akhirnya mereka mengalami krisis moral.
    Mereka rela meng-HINA-kan dirinya dengan memaksa kehendak, menghalalkan segala cara, datang ke dukun/paranormal yang siap bekerja sama membantu memenuhi hasrat dan keinginan : berwibawa, disegani, naik pangkat, cepat kaya … bahkan cinta ditolak/tidak kesampaian, dendam, membuat menderita dan sebagainya. Na’udzubillah…
    Sangat mengherankan apabila mereka yang menggunakan akal, logika tidak mencermati kualitas diri sendiri. Mereka lebih mementingkan sesuatu yang tidak akan kekal sehingga agama yang ada pada merekapun ikut tercabut.
    Betapa akal mereka telah berlaku curang terhadap haknya sendiri.
    Abd. Qadir Jailani bertutur (dalam bukunya Penyingkap Kegaiban) :
    ” Jangan berupaya menjarah suatu rahmat dan jangan pula berupaya menangkis datangnya sesuatu bencana. Rahmat akan datang kepadamu, jika ia sudah ditakdirkan bagimu, baik kau suka atau tidak suka. Bencana akan menimpamu, jika itu takdir bagimu, entah kau suka atau tidak suka dan mencoba menangkisnya dengan do’a atau menghadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati demi mendapat keridhaan-Nya.”
    Oleh karena itu, hendaknya mereka lebih mengetahui dimana harus melangkahkan kakinya. Buatlah mata kesadaran itu selalu terbuka karena sesungguhnya manusia cenderung berada di barisan peperangan, namun tidak mengetahui dari mana mereka mendapatkan kemuliaan.
    Untuk itu tolonglah diri sendiri tetapi jangan menolong diri sendiri untuk tujuan memaksa melakukan hasrat dan keinginan semata yang nantinya justru akan membuat jatuh ke derajat serendah-rendahnya bahkan lebih rendah daripada hewan.
    Wallahu’alam….

    SHARE

    TIDAK ADA KOMENTAR

    LEAVE A REPLY