Definisi Syirk menurut Islam.

441

Kata syirk artinya perseketuan. Dalam Qur’an, syirk artinya mempersekutukan tuhan lain dengan Allah, baik persekutuan itu mengenai dzat-Nya, sifat-Nya atau af’al-Nya, maupun ketaatan yang seharusnya hanya ditunjukan kepadaNya saja.

Syirk itu sendiri adalah perbuatan dosa yang amat besar. Lihat (31:13) : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. dan (4:48) : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

Syirk, bukanlah karena disebabkan karena Allah ini iri hati, karena menurut Qur’an iri hati bukanlah sifat Tuhan, karena kenyataannya iri hati dapat merusak ahklak manusia. Dalam (2:30): ” Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” disebutkan manusia adalah Khalifah (wakil) Allah dimuka bumi, dikuatkan lagi dalam (45:12-13) dimana telah Allah ciptakan segala sesuatunya didunia ini hanya untuk manusia dapat pergunakan sebaiknya.

Bahkan, dominasi manusia atas seluruh mahkluk yang pernah Allah ciptakan bisa dilihat di (2:34) dimana bahkan malaikat yang sama-sama makhluk ciptaan Allah diminta sujud kepada manusia.

Di (7:140) bahkan Allah menjelaskan dominasi manusia diatas makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lainnya, yang fasilitas ini memang Allah berikan hanya kepada manusia.

Hal-hal inilah yang menyebabkan syirk sebagai dosa besar karena syirk akan menurunkan derajat manusia & membuat manusia menjadi tidak pantas sebagai khalifah seperti yang telah Allah SWT. rencanakan.

Bentuk Syirk
Tiga bentuk syirk yang diutarakan diawal tulisan, tercantum dalam (3:63). Bentuk syirk I dan yang paling menyolok adalah menyembah selain Allah seperti : batu, patung, gunung, kuburan dsb. atau manusia yang dianggap sebagai setengah dewa atau dewa.

Syirk yang II, menganggap barang atau ciptaan Allah lainnya mempunyai sifat-sifat yang sama seperti Allah. Seperti ada tuhan yang mengerjakan kebaikan dan tuhan yang membuat kerusakan dst.

Syirk III, seperti yang diterangkan diayat (9:31), yaitu sebagian manusia yang mengambil manusia lain sebagai tuhan. Mengenai ayat ini ada cerita yaitu ketika Adiyy bin Halim, sahabat nabi yang tadinya pendeta Nasrani yang akhirnya masuk Islam, bertanya kepada Nabi, “Dalam ajaran saya terdahulu, kami tidak bertuhankan para rahib atau pendeta kami, apa maksud ayat tersebut?” dan Nabi menjawab, “Bukankan kamu mengerjakan secara membabi buta apa yang pemimpin mereka katakan, baik itu apa yang dilarang, maupun yang dibolehkan?”, dan dijawab Adiyy, “betul, memang demikian.”, dan akhirnya Nabi menjelaskan, “Itulah yang dimaksud dari ayat tersebut, yaitu suatu doktrinasi yang kita terima dari pemimpin kita yang kita laksanakan secara membabi buta Allah kategorikan sebagai perbuatan Syirk. Bilamana Allah tidak pernah memberikan petunjuk yang demikian.”

Sedang Syirk yang terakhir, seperti yang ada dalam (25:43) adalah orang yang menuhankan hawa nafsunya diatas ketaatannya kepada Allah.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY