Islam Sama Sekali tidak mengajarkan Terorisme !

256

Ada 2 ayat dalam Al-Qur’an Suci yang biasanya menjadi landasan terorisme berkedok Islam, yaitu At-Taubah:5 : “maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka”, dan Al-Baqoroh:191 : “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka“, untuk menghalalkan tindakan mereka. Mereka menanggap tindakan tersebut merupakan perintah Allah yang Maha Perkasa.

Pandangan sempit ulama-ulama garis kiri tersebutlah yang akhirnya menyesatkan sebagian ummat untuk melakukan tindakan anarkhi bahkan yang sangat dibenci Allah SWT.

Dan embel-embel kata JIHAD yang sangat luarbiasa pengaruhnya, mengakibatkan mereka untuk semakin nekad melakukan tindakan tersebut, karena yang ada dalam benak mereka hanyalah Syurga sebagai balasan dari Allah SWT.

Bila ada ulama yang mengejawantahkan ayat tersebut secara sempit, tentunya jelas memiliki maksud-maksud khusus yang mereka sendirilah tahu tujuannya.

Dari dua ayat diatas, silahkan telusuri secara lengkap ayat sebelum dan sesudahnya, maka akan terlihat, bahwa yang harus dibunuh adalah kaum musyrik yang mengangkat senjata dan mendahului menyerang kaum muslimin. Sebagaimana termuat dalam permulaan ayat At-Taubah, ada kelompok musrik yang mendakan perjanjian dengan kaum muslimin, kemudian membatalkan perjanjian tersebut, bahkan akhirnya menyerang kaum muslimin. Jadi bukan semua golongan musrik, tetapi hanya yang mengadakan perjanjian dengan kaum muslimin.

Islam, seperti dicontoh Nabi, menjunjung tinggi perdamaian
Dalam surat Al-Anfal:61-62 “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min.” Terlihat disini bahwa kaum muslimin sangat dianjurkan untuk mengadakan perdamaian.

Bahkan Nabi sendiripun tidak pernah mencotohkan pernah melakukan agresi atau menyerang kelompok lain selain membela diri. Bahkan menyuruh memilih antara mati atau memeluk Islampun tidak pernah beliau lakukan. Karena Islam sendiri memberi keleluasaan dengan tidak pernah memaksa seseorang untuk memeluk Islam.

Ketika Nabi memimpin pasukan ke Tabuk, dengan 30.000 pasukannya untuk menghadapi kerajaan Romawi, walaupun dengan sangat lelah karena berjalan menempuh perjalanan yang panjang, Beliau akhirnya kembali ke Madinah, karena tidak ada serangan dari pasukan Romawi. Dimana beliau tunduk kepada ayat 2:190, dimana tidak boleh menyerang dulu, sebelum diserang.

Dan banyak kejadian lainnya dimana Nabi bersikap mengalah, walaupun tidak pernah mengalami kekalahan dalam setiap perangnya, dalam menghadapi kaum musrik.

bersambung…

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY