Pelatihan Kepekaan Rasa

987

Materi Pelatihan: Kepekaan
Pendalaman: Rasa
Jumlah Sesi: 3 sesi

Pendahuluan
Manusia, adalah makhluk yang paling sempurna dari seluruh ciptaan Allah. Bahkan Jin dan Malaikat-pun diminta oleh Allah untuk tunduk kepada manusia.

Manusia, diciptakan untuk menjadi pemimpin dari Bumi ini, dengan segala kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT. Salah satu kelebihan utama yang diberikan oleh Allah, adalah akal pikiran. Inilah hal utama yang membuat manusia berbeda dengan ciptaan Allah yang lainnya. Kemampuan berpikir yang manusia miliki telah digunakan untuk berusaha membangun, memberdayakan dan memanfaatkan secara maksimal seluruh ciptaan Allah yang telah Allah berikan didunia ini. Sesungguhnya apa yang telah Allah berikan sebagai kelebihan-kelebihan yang seharusnya dimiliki oleh manusia ternyata banyak yang tidak dimanfaatkan oleh manusia itu sendiri.
Salah satu kelebihan yang masih tersembunyi yang Allah berikan dan sangat jarang dipergunakan oleh manusia itu adalah ?KEPEKAAN?.
Manusia yang peka dapat dengan mudah menangkap gejala-gejala alam, niat-niat manusia, kejadian dimasa lampau, sekarang atau bahkan dapat menerima kilasan masa depan dalam bentuk firasat, bahkan visual sekalipun. Kepekaan inipun dapat kita pakai sebagai cara untuk menembus alam gaib dan berkomunikasi dengan makhluk yang ada didalamnya. Kepekaan ini telah ada dalam setiap manusia, bahkan seringkali secara tidak sengaja telah kita gunakan seumpama dalam bentuk firasat atau mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan, atau sekedar bulu kuduk tiba-tiba merinding yang menandakan keberadaan makhluk gaib disekitar kita.
Oleh karena itu, kepekaan ini dapat dilatih dengan berbagai metode, sehingga apa yang biasa kita dapatkan secara tidak sengaja, dapat kita pergunakan kapan saja kita inginkan.
Dengan memiliki kepekaan yang cukup, maka kita dapat membangun masa depan yang lebih baik, berkeimanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta dapat menolong sesama.

SESI I (Pertama)
Konsep mengenai Ruh.

Manusia terdiri dari dua unsur, yaitu Ruh atau Jiwa dan Raga atau Badan tempat ruh itu berdiam. Tentunya ini disamping akal pikiran yang telah diberikan Allah kepada manusia.
Ruh tidak mengenal kondisi fisik seperti sakit, berdarah karena perlukaan dsb, sedangkan raga tidak mengenal kondisi ruh yang bersifaat kejiwaan.
Tetapi kedua unsur ini saling berkaitan satu sama lainnya, yang menandakan kemanunggalan antara ruh dan raga dari simanusia itu sendiri. Seperti contohnya orang yang sakit-sakitan secara fisik, maka jiwanya cenderung lebih perasa dsb.
Dalam kondisi normal, ruh dan jiwa mendapatkan bagian yang seimbang. Sehingga upaya untuk meningkatkan kondisi tertentu seperti unsur ruh yang dominan dalam diri manusia, akan memberikan dampak yang supra rasional, seperti menghilangnya sifat material dari raga kita. Sebagai contoh, orang yang telah berhasil meningkatkan unsur ruh yang ada dalam dirinya mendekati titik dominan, maka orang tersebut akan mendapatkan kekebalan dalam artian sifat-sifat raga seperti berdarah, sakit dsb. bisa diminimalisir sedemikian rupa, sehingga unsur raganya sesungguhnya telah tergantikan oleh unsur ruh yang ada pada manusia tersebut.
Ternyata, dengan pengolahan ruh yang sedemikian rupa dalam diri manusia tersebut, disamping meminimalisir gejala raga, juga meningkatkan kadar kepekaan bathin kita. Karena bathin, yang bersemayan dalam ruh manusia, dapat dengan leluasa memanfaatkan indera-indera yang ada dalam raga untuk dapat merasakan atau menangkap gejala-gejala alam secara lebih baik dan sempurna. Untuk konkritnya mengenai hal ini mari kita lakukan latihan peningkatan unsur ruhani dalam diri manusia dengan metode-metode berikut:

Metode I, penguasaan Ruh dalam diri manusia.
Latihan I : Mencapai ekstase dengan teknik pernafasan dan dzikir.

Ekstase adalah suatu kondisi dimana, kesadaran manusia mulai lepas secara spiritual, dan mulai memasuki kondisi nonmaterialistik.
Cara melatih:

bersambung.. (Informasi lengkap, bisa menghubungi Endah Indryono, no. telp. (62-21) 4014-3203/0877-8117-7510.)

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY