Mustika Merah Delima – Mitoskah ? (Lanjutan..)

1997

Berikut adalah lanjutan mengenai tulisan terdahulu mengenai Mustika Merah Delima.
Setelah mengetahui “cara-cara mendapatkan” merah delima tersebut akhirnya WM berkesempatan juga menjajalnya dirumah.

Kali ini MD yang dikasih ternyata tidak hilang/kembali lagi, tetapi Alhamdulillah tetap ada dikantong, lengkap dengan cupunya yang berbentuk seperti ikatan mahkota.

Mustika MD yang diberi termasuk jenis “Asli”, melihat dari ciri-cirinya tersebut. Ujian-ujian berhasil dilalui dengan baik, tetapi ketika WM mencoba menghubungi Khodam dari MD tersebut, WM menemui kesulitan. Setelah dicari kenapanya ternyata Khodam tersebut hanya mau berkomunikasi bilamana kita mewiridkan Al-Fatihah untuknya sebanyak 100 Kali.

Dari hasil “diskusi” WM dengan sikhodam tersebut, ternyata sang khodam termasuk “khodam muda” yang baru berumur 120an tahun. Jadi ini jelas dari kelompok Jin.

Bahkan darinya juga diperoleh cara-cara untuk “membuat” sejenis pusaka/mustika yang memiliki kekuatan seperti dia. Artinya bisa mendatangkan kekebalan seperti kebal iris/sayat/, cukur, tusuk, jaduk(tahan benturan), dsb. Yaitu dengan mengundang “saudara-saudara”-nya melalui ritual tertentu. Sedangkan untuk mendapatkan “sarangnya”, seperti batu MD atau sebangsanya WM harus melalukan “pembongkaran” biasa dilokasi-lokasi yang disebutkan olehnya.

Berbekal informasi tersebut, WM akhirnya mulai berburu untuk mendapatkan sarang. Disuatu lokasi didaerah Palimanan, Pantura, terdapat Makam dipinggir jalan. Pada salah satu pohon kamboja ditengah makam tersebut ada sebuah sumur kecil lengkap dengan embernya untuk menarik air. Dengan untung-untungan WM mengambil air tersebut sebanyak 41 kali, tetapi kalau hanya air, dikembalikan, sedang lumpurnya dikumpulkan di baskom yang telah disediakan. Pas dikali yang terakhir, ada sebuah cahaya keemasan keluar dari dalam lumpur yang telah dikumpulkan tersebut. Dengan bernafsu kumpulan lumpur disisihkan untuk mencari asal dari cahaya tersebut. Ternyata ada batu kerikil kecil berwarna bening seperti pecahan kaca yang mengeluarkan sinar tersebut.

Ketika berusaha mengambil kerikil tersebut, benda tersebut melejit jatuh ketanah. Ketika itulah WM melihat genangan air tempat jatuhnya benda tersebut berubah menjadi merah muda seperti sirup marjan. Dan tempat paling kuat asal warna merah tersebut terdapat seperti kepompong kepupu.

Nah, didalam kepompong itulah, ternyata terdapat batu “sarang” yang berwarna kemerahan tetapi sangat muda, seperti yang diberikan oleh ajengan, hanya bentuknya lebih kecil, dan sangat halus. Lebih kurang panjangnya 2 mm dengan diameter hanya 1mm saja.

Bersambung…

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY