Fakta tentang Afghanistan dan Taliban

    1716

    Assalamu ‘alaikum, Berikut adalah fakta tentang Afghanistan dan Taliban. Silahkan disimak. Wassalam,
    Penjelasan Tentang Afghanistan dan Talibannya 10/29/2001 – Arsip Afghanistan

    Sayyid Rahmatullah Hashemi, Duta bagi Afghanistan telah melawat AS awal tahun 2001 ini. Berikut adalah terjemahan transkrip dari ceramah beliau di Universitas Southern California di Los Angeles, pada 10 Maret, 2001

    Terjemahan artikel “The Invisible Afghanistan”

    Sebagian dari kita telah menerima bermacam-macam cerita yang ” menakutkan ” tentang Taliban, cerita-cerita seperti dibunuh karena tidak berjenggot, wanita dilarang sekolah, sarang Opium dan lain-lain. Sebagai wacana, Berikut adalah sebuah pengakuan dari seorang Talib di LA, 6 bulan sebelum kejadian WTC. Telah difirmankan dalam Al Quran, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kapadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkankamu nanti menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat 49:6)

    Saya baru saja berbincang dengan sekelompok ilmuwan (di Universitas Southern California), dan mereka memulai pembicaraan dengan topik patung-patung (Buddha yang dimusnahkan). Sangat dikesalkan karena begitu sedikit yang mereka ketahui (mengenai Afghanistan). Tidak seorang (dari ilmuwan tersebut) mengetahui akan bermacam masalah yang dihadapi oleh Afghanistan. Dan hanya tentang patung-patung tersebut saja yang mereka ketahui mengenai Afghanistan. Afghanistan dipanggil dengan nama “Crossroads of Asia”.

    Kami telah menderita karena ketinggalan negara kami yang strategis ini. Kami telah menderita dalam abad ke-18, abad ke-19, dan kami masih menderita dalam abad ini. Kami tidak menyerang Inggris. Kami tidak menyerang Russia. Mereka yang menyerang kami. Oleh itu masalah-masalah yang timbul di Afghanistan bukan dari perbuatan kami sendiri.

    Penyerangan Soviet

    Masalah yang dihadapi sekarang ini di Afghanistan bermula pada th 1979. Afghanistan adalah negara yang aman. Tetapi pihak Russia dengan tentara sebanyak 140.000 anggota telah menyerang Afghanistan pada bulan Desember 1979, yaitu lebih kurang 21 tahun lalu, dan telah menjajah selama satu dekade, membunuh 1.5 juta rakyat Afghanistan, melumpuhkan sejuta orang, dan 6 juta dari 18 juta rakyat Afganistan telah melarikan diri dari kekejaman Russia dan menjadi pengungsi dinegara-negara lain. Pada waktu itu anak-anak kami mati karena ledakan ranjau (land mines) yang ditanam oleh pihak Russia. Dan tidak ada siapapun di dunia luar yang mempedulikan hal ini.

    Setelah Russia Dikalahkan

    Masa penjajahan Russia, pihak AS, Inggris, Peranchis dan China membantu para pejuang yang disebut Mujahidin. Hanya 7 kelompok Mujahidin yang beroperasi dari Pakistan sementara 8 kelompok yang lain bertindak dari Iran dalam memerangi pihak Russia. Setelah Russia kalah, kesemua kelompok-kelompok Mujahidin ini kembali ke Afghanistan dengan faham yang berlainan dan senjata yang banyak. Mereka tidak bersatu dibawah satu pemerintahan tetapi telah bersengketa sesama mereka sendiri di Afghanistan. Akibat dari pertempuran sesama sendiri ini lebih buruk lagi perang semasa penjajahan Russia. Sebanyak 63.000 orang telah terbunuh di Kabul. Sebanyak sejuta rakyat lagi melarikan diri dari situasi huruhara tersebut ke negara-negara lain.

    Munculnya Taliban

    Melihat huruhara dan kemusnahan tersebut, sekelompok pelajar-pelajar yang dipanggil dengan sebutan Taliban (Taliban artinya pelajar-pelajar) telah menumbuhkan gerakan pelajar-pelajar. Taliban mulai tumbuh dari sebuah perkampungan di Kandahar yang terletak di wilayah selatan Afghanistan. Taliban mulai ada sebagai sebuah gerakan ketika seorang ‘warlord’ (ketua kelompok bersenjata – bandit) telah menculik dan memperkosa dua anak perempuan. Ibu bapak kedua anak perempuan tersebut telah pergi ke sebuah’pondok pesantren’ dan meminta guru di sekolah tersebut menolong mereka. Guru tersebut bersama-sama 53 orang murid beliau, dengan bersenjatakan hanya 16 senjata, pergi menyerang pengkalan bandit tersebut. Setelah membebaskan kedua kanak-kanak perempuan yang diculik itu, mereka menggantung mati sang pimpinan, juga beserta beberapa orang anak buahnya.

    Kisah ini tersebar luas. BBC juga telah melaporkannya. Mendengar kisah ini, maka banyak pelajar-pelajar ikut bergabung dengan gerakan (Taliban) tersebut, dan mereka mulai bertindak dengan merampas senjata-senjata dari semua bandit tertsebut. Gerakan pelajar ini -Taliban – kini menguasai 95% Afghanistan termasuk ibu kota Kabul. Hanya segelintir dari para bandit itu yang terus merajalela di bagian utara Afghanistan (mereka ini adalah Northern Alliance).

    Keberhasilan Taliban

    Kami (Taliban) baru memerintah selama 5 tahun, dan berikut adalah keberhasilan kami yang tidak diketahui oleh dunia:

    1.. Pertama kami telah menyatukan negara yang berpecah-belah. Afghanistan sebelum ini berpecah kepada lima kawasan-kawasan. Kami menyatukannya, sesuatu yang gagal dilakukan oleh pihak lain.

    2.. Perkara Kedua yang telah kami lakukan, yang gagal dilihat, adalah melucut senjata yang dimiliki rakyat. Setelah peperangan dengan Russia, hampir setiap orang Afghan memiliki Kalshnikov , dan juga senjata canggih seperti stinger missiles, dan ada yang memiliki pesawat dan helicopter pejuang. Melucuti senjata mereka kelihatan mustahil. PBB menawarkan US$3 billion untuk membeli kembali senjata-senjata itu. Dan karena tidak praktis, maka rencana PBB tersebut tidak diteruskan, dan dunia pun melupakan Afghanistan. Tetapi kami telah berhasil melucuti senjata di 95% kawasan negara Afghanistan.

    3.. Keberhasilan kami yang ketiga adalah membawa Afghanistan di bawah satu pemerintahan, sesuatu yang tidak terjadi selama 10 tahun sebelum kami ambil alih.

    4.. Keberhasilan kami yang keempat, yang mengkagumkan banyak orang, adalah memusnahkan sebanyak 75% tanaman opium dunia. Sebelum kami menghapuskannya, 75% pasok opium dunia dihasilkan di Afghanistan. Dan pada tahun lalu kami mengeluarkan perintah mengharamkan penanaman opium, dan pada tahun ini 2001, ketua Program Pengawasan Opium PBB di bawah naungan UNDCP, Mr. Barnard F. dengan bangganya mengatakankan Afghanistan bebas sepenuhnya dari tanaman opium – 0% of opium cultivation. Zero, zilch, kosong – langsung tak ada lagi. Sayangnya sebanyak 700 pakar UNDCP yang memantau tanaman opium telah kehilangan pekeerjaan. Pakar-pakar PBB itu tidak menyukai bila kami mengeluarkan perintah mengharamkan tanaman opium tersebut.

    5.. Keberhasilan kami yang kelima adalah memulihkan hak-hak asasi manusia di Afghanistan. Memang banyak yang telah menuduh kami melanggar hak-hak asasi manusia. Realitasnya adalah kami sebenarnya telah memulihkan hak-hak asasi manusia. Antara hak-hak asasi bagi seseorang manusia adalah hak untuk hidup dengan aman. Sebelum Taliban memerintah, tidak seorang pun di Afghanistan bisa hidup dengan aman. Malah perkara pertama yang kami lakukan adalah mewujudkan keadaan yang tenang dan aman. Keutamaan kami yang kedua adalah memulihkan sistem kehakiman yang bebas dan adil. Rakyat Afghanistan tidak perlu membayar untuk mendapat pengadilan seperti yang berlaku di Amerika Serikat. Di Afghanistan anda tidak perlu membeli keadilan. Di Afghanistan pengadilan adalah gratis dan mudah diperoleh.

    Hak-hak Kaum Wanita

    Kami (Taliban) telah dikritik, katanya kami melanggar hak-hak wanita. Adakah anda (di Amerika) ketahui apa yang terjadi sebelum kami memerintah? Saya lihat dalam dewan ini ada beberapa orang Afghan yang belajar di sini, dan mereka pasti akan setuju dengan saya bahwa sebelum Taliban memerintah, kaum wanita dikawasan luar kota diperlakukan sebagai binatang. Mereka dijual. Kami (Taliban) menghapuskan tindakan yang sangat keji ini. Kaum wanita tidak punya hak suara dalam memilih suami bagi mereka. Antara perkara yang pertama Taliban lakukan adalah memberi wanita hak untuk memilih calon suami masing-masing.

    Suatu lagi yang jelek yang berlaku ke atas kaum wanita di Afghanistan adalah mereka ditukar-tukar sebagai hadiah. Padahal tindakan ini bertentangan dengan agama. Ini sebenarnya merupakan budaya. Adalah menjadi tradisi bila dua kelompok yang bertempur ingin berdamai, maka mereka akan bertukar-tukaran wanita. Dan tindakan keji ini sudah dihentikan oleh Taliban. Berlainan sekali dengan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan, kaum wanita di Afghanistan sebenarnya di izinkan bekerja.

    Kami akui, sebelum 1996, yaitu sebelum kami menaklukan ibu kota, Kabul, kami telah meminta kaum wanita supaya tinggal di rumah. Tetapi kami tidak sekali-kali berniat untuk menyuruh mereka tinggal rumah buat selama-lamanya. Kami menerangkan kepada kaum wanita bahwa mereka perlu tinggal rumah karena pada waktu itu keadaan huruhara tanpa ada undang-undang dan oleh karena itu tidak aman bagi wanita keluar rumah. Kini kami sudah melucuti senjata-senjata milik pribadi-pribadi, kami sudah membuat undang-undang, maka dengan keamanan tersebut wanita sudah dibenarkan bekerja kembali.

    Kami akui wanita-wanita kami tidak dibenarkan bekerja pada Kementerian jet tempur, atau dipergunakan sebagai objek-objek yang menghiasi iklan-iklan. Tetapi wanita kami memang dibenarkan berkerja. Mereka bekerja di Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, pendidikan, Kesejahteraan Umum dan seterusnya. Kami juga tidak menghalangi kaum wanita untuk mendapat pendidikan. Kami telah menyatakan kami mau wanita diberi pendidikan, dan kalaupun tidak ada tekanan dari pihak luar kami tetap akan memberi pendidikan kepada kaum wanita kami, ini adalah keyakinan kami. Kami diperintah (oleh Allah) untuk memberi pendidikan kepada kaum wanita. Bila kami menetapkan sekolah-sekolah berbeda kelas untuk lelaki dan wanita, itu tidak berarti kami tidak ingin wanita diberi pendidikan.

    Memang benar kami menentang ‘co-education’ (sekolah dimana lelaki & perempuan bercampur dalam satu kelas), tetapi tidaklah benar sama sekali untuk menuduh kami menyekat kaum wanita dari mendapat pendidikan. Kami ada sekolah-sekolah, tetapi masalahnya adalah sumber-sumber pembiyaan. Sebelum kami mengambil alih pemerintahan terdapat bermacam permasalahan pendidikan – kurikulum yang mendidik taat setia kepada keluarga raja, pendidikan ala komunis, dan kurrikulum yang diperkenalkan oleh bermacam pihak. Oleh demikian, pelajar-pelajar menjadi bingung. Kamipun dapat menyatukan semua kurrikulum yang campur baur itu. Baru-baru ini kami membuka kembali Fakultas Pengobatan di Kandahar dan kota utama lain di Afghanistan. Terdapat lebih banyak pelajar wanita dibandingkan dengan lelaki yang mengikuti kursus pengobatantan tersebut. Dan pihak Swedia telah membantu mendirikan sekolah-sekolah perempuan. Memang masih tidak mencukupi, tetapi ini saja yang kami mampu lakukan pada saat ini.

    Usamah bin Laden

    Kami juga dituduh membiayai kekejaman. Dan nampaknya bagi orang Amerika kekejaman itu hanyalah Usamah bin Laden. Sekarang saya ingin memberitahu anda semua bahwa :

    Usamah bin Laden sudah menetap di Afghanistan selama 17 tahun, yaitu sebelum Taliban ada. Bin Laden sudah lama berada di Afghanistan untuk memerangi Soviet, dan Ronald Reagan, presiden Amerika ketika itu, juga Dick Chenney, telah memberikan pujian kepada Usamah bin Laden dan kelompoknya sebagai pejuang-pejuang pembebasan (freedom fighters) atau pahlawan-pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan (Heroes of Independence), sebab perjuangan Bin Laden dan kelompoknya ketika itu sejajar dengan dasar Amerika yang menentang Soviet.

    Tetapi sekarang ini ketika Soviet sudah runtuh dan terpecah, orang-orang seperti Bin Ladin tidak lagi diperlukan oleh Amerika, dan Amerika melabel mereka sebagai teroris dan diburu. Dari disanjung sebagai pahlawan kepada diburu sebagai teroris Islam. Kaedahnya agak sama dengan Yasser Arafat yang dulunya teroris tetapi sekarang di anggap pahlawan (boneka barat). Sebenarnya tidak ada beda antara terorisme yang dituduhkan kepada Usamah bin Laden dengan kekejaman serangan missiles berpandu pada tahun 1998 atas Afghanistan. Kedua-duanya tidak diberitahukan terlebih dahulu, dan kedua-duanya membunuh orang awam. Jika tindakan terorisme yang dituduhkan kpd Bin Laden sesuatu yang sangat kejam, maka serangan missiles Amerika keatas Afghanistan juga sesuatu tindakan yang sangat kejam karena orang-orang awam telah terbunuh.

    AS telah mencoba membunuh Usamah bin Laden tanpa memberi beliau terlebih dahulu pengadilan. Pada tahun 1998 pihak AS menyerang Afghanistan dengan missiles, dan pihak AS dengan bohongnya mengumumkan bahwa mereka mencoba hendak membunuh Usamah bin Laden. Pada ketika itu Usamah bin Laden tidak dikenali oleh orang-orang Afghanistan. Saya sendiri tidak kenal padanya.

    Oleh karena itu kami semua terperanjat. Saya berada dirumah pada malam tersebut dan kami diberitahu bahwa AS telah menyerang Afghanistan. Dengan 75 cruisemissiles Amerika coba membunuh satu orang. Dan mereka gagal sasaran, dan yang dibunuh adalah 19 orang anak-anak sekolah, dan Amerika tidak pernah meminta maaf atas pembunuhan tersebut.

    Isu Taliban Terkait dengan Usamah Bin Laden

    Kami bersikap terbuka dalam isu Usamah bin Laden. Kami telah menyatakan jika Usamah bin laden benar-benar terlibat dalam serangan atas kepentingan AS di Kenya/Tanzania, jika bisa diberi kami buktinya bahwa Usamah bin Laden memang terlibat, kami pasti akan menghukum beliau. Tidak siapapun yang dapat memberikan kami bukti tersebut. Kami membawa beliau ke pengadilan selama 45 hari dan tidak tidak siapa pun yang memberti kami sebarang bukti apapun.

    AS memberitahu kami bahwa mereka tidak percaya sistem peradilan kami. Kami heran apa sistem peradilan yang mereka pakai. Bukankah mereka baru saja mencoba membunuh seseorang tanpa terlebih dahulu memberi orang itu pengadilan yang adil. Kami, di Afghanistan, jika seseorang itu dianggap penjahat, pihak polisi kami tidak akan pergi memusnahkan rumah orang itu, beliau akan diseret terlebih dahulu ke pengadilan. Alibi kami yang pertama telah ditolak. AS berkata mereka tidak percaya dengan sistem peradilan kami, oleh itu kami harus serahkan Usamah bin Laden. Kami mengharapkan ada suatu pasukan pemantau dari PBB di Afghanistan untuk menyelidiki aktivitas Usamah bin Laden, supaya beliau tidak bisa lakukan apa-apa. Kami pun telah merampas segala alat komunikasi kepunyaannya. Alibi kami ini juga ditolak. Kemudian tindakan kami yang ketiga pada 6 bulan yang lalu adalah kami bersedia menerima jika Usamah bin Laden dibawa ke pengadilan di negara Islam ketiga. Ini juga turut ditolak oleh AS.

    Afghanistan Bukan Negara Terrorist.

    Membuat jarum pun kami tidak bisa, bagaimana mungkin kami bisa menjadi ancaman kepada dunia ini? Sebenarnya negara yang membuat senjata nuklir yang bisa membunuh berjuta manusia yang patut dipanggil negara terrorist. Dan bukannya kami.

    Embargo Ekonomi

    Kini kami dikenakan embargo ekonomi yang menimbulkan banyak masalah. Kami telah menderita begitu lama – 23 tahun berperang, infrastruktur kami habis musnah, masalah pengungsi, dan masalah ranjau yang sengaja ditanam oleh Russia diladang-ladang kami -tetapi tiba-tiba PBB dengan hasutan Russia mengenakan embargo ekonomi atas Afghanistan. Dan embargo ekonomi itu dijatuhkan. Beratus anak-anak mati setiap bulan karena kekurangan makanan dalam keadaan iklim yang dingin. Dunia tidak peduli. Tetapi dunia sangat peduli dengan patung-patung yang dimusnahkan. Dunia memulihkan Patung-Patung, sementara anak-anak kami dibiarkan mati yang berarti masa depan kami juga akan mati, maka dunia tidak berhak terhadap warisan kami. Kami memusnahkan patung-patung Buddha tersebut sebagai akibat dari langkah UNESCO dan sebuah NGO dari Scandinavia yang datang dengan proyek untuk memulihkan muka-muka patung-patung tersebut yang sudah dikikis oleh hujan.

    Majlis Rakyat Afghanistan memohon agar uang untuk memulihkan patung-patung tersebut digunakan untuk menyelamatkan nyawa anak- anak Afghanistan. Tetapi UNESCO dan NGO tersebut menjawab,”Tidak bisa, uang ini hanya untuk patung-patung.”Rakyat Afghanistan berasa terlalu marah karena pihak UNESCO dan NGO yang tersebut menganggap orang Afghanistan sebagai sampah. Dan orang Afghanistan pun berkata, kalau kamu tidak pedulikan anak- anak kami yang kelaparan itu, kami akan musnahkan patung-patung tersebut.

    Kalau anda berada dalam keadaan demikian apakah yang akan anda lakukan? Anak-anak anda akan mati di depan mata anda, anda dibawah embargo ekonomi, dan orang-orang yang memaksakan embargo ekonomi atas anda itu datang untuk memugar patung-patung. Apa yang akan anda lakukan?

    Kofi Annan

    Dan Kofi Annan, Sekjen PBB. Dia pergi ke Pakistan dan berjanji untuk menemui wakil Afghanistan di sana. Tetapi orang bernama Kofi Annan ini tidak langsung mau ambil peduli penderitaan anak-anak kami akibat embargo ekonomi PBB. Kofi Annan juga tidak langsung mau bercerita tentang penderitaan 6 juta rakyat kami yang tinggal di perkemahan-perkemahan pengungsi. Kofi Annan enggan sama sekali untuk membincangkan masalah kemiskinan di Afghanistan. Kofi Annan hanya mau membincangkan masalah patung-patung Buddha yang ingin dipugar itu. Ini benar-benar tidak masuk diakal. Mereka ini tidak peduli dengan penderitaan anak-anak kami atau orang-orang Afghanistan. Kami yang hampir mati karena kelaparan dan tidak cukup obatan akibat embargo ekonomi mereka. Yang mereka pentingkan adalah patung-patung. Maka kami memusnahkan patung-patung tersebut.

    Dan saya percaya embargo ekonomi yang dikenakan atas negara kami, Afghanistan, tidak akan diubah selagi kami tidak mengubah keyakinan (agama Islam) kami, dan memang kami sekali-kali tidak akan berubah, karena bagi kami keyakinan (agama Islam) kami adalah segala-galanya. Siapapun yang coba memaksa kami mengubah keyakinan agama kami dengan embargo eknomi tidak akan berhasil. Mungkin cara ini bisa berhasil di Amerika, sebab di Amerika ekonomi dan duit itu adalah segala-galanya. Tetapi bagi kami agama Islam kami adalah segala- galanya.

    Dan kami berpegang teguh kepada kepercayaan bahwa lebih baik mati karena agama kami dari pada hidup yang sia-sia..”

    (Catatan : Sayyid Rahmatullah Hashemi memberi ceramah ini di LosAngeles 6 bulan sebelum terjadinya serangan atas WTC-Pentagon)

    Terjemahan: Tarabulsi, 16 Rajab 1422/4 Oktober 2001

    SHARE

    TIDAK ADA KOMENTAR

    LEAVE A REPLY