Mustika Merah Delima – Mitoskah ?

1754

Mustika Merah Delima atau MD, orang yang membicarakanpun belum tentu pernah melihat barangnya, banyak dicari orang, bahkan orang bersedia membayar mahal untuk mendapatkannya. Baru-baru ini, Webmaster pernah bertemu dengan orang yang berani membayar MD ini sampai 7,5 milyar rupiah. Bukan main !

Ciri-ciri dari MD adalah sebagai berikut :

Yang utama dan paling penting adalah ketika dicelupkan kedalam air bening, maka airnya akan berubah warna menjadi kemerahan sesuai dengan warna MD tsb. Dan MD-nyapun seolah “menghilang” didalam air tsb. Ini diyakini karena MD memiliki bias sempurna dalam memantulkan cahaya. Bahkan, bila ditaruh diatas selembar kertas putih-pun, maka biasnya akan mempengaruhi warna kertas tadi. Atau bila airnya digelas dan dijejerkan, maka warnanya akan menyambar kegelas yang ada disebelahnya dan seterusnya, malah ada yang sampai 100 lebih gelas. Anehnya ketika MD-nya dikeluarkan dari air, maka warna airpun akan kembali seperti semula.

Ciri lain yang selalu menjadi bahan pengetesan adalah dalam hal kekebalan. Diyakini MD yang asli akan membuat pemegangnya menjadi kebal. Tidak akan mengalami perlukaan yang diakibatkan oleh apapun. Seperti dicukur, disayat dengan senjata tajam, ditembak, terserempet, atau bahkan sekedar terjatuh dihamparan duri.

MD juga diyakini mampu meningkatkan kewibawaan pemegangnya, disamping memberikan keberuntungan yang tidak terduga.

Khasiat MD yang demikian ini tentu saja membuat “ngiler” orang berduit untuk memilikinya. Disamping mereka mendapatkan manfaat, juga MD dianggap investasi yang menguntungkan dan bisa menambah gengsi.

Yang menjadi pertanyaan apakah MD itu benar-benar ada ?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, sebetulnya pencarian MD ini telah dilakukan oleh Webmaster sejak tahun 1985. Ketika itu didaerah Cibadak, Sukabumi, ada seorang Ajengan yang memiliki MD tersebut. Saking penasarannya, maka Webmasterpun mendatangi beliau. Setelah dibujuk-bujuk akhirnya beliau bersedia untuk memperlihatkan MD-nya.

Bentuknya bulat seperti gundu, dan berdiameter ? centimeter. Kemudian dilakukan pengetesan, ternyata memang benar seperti ciri yang diatas tsb. Warna air seiring dengan dicelupnya MD berubah semu-kemerahan seperti sirup Marjan. Kemudian entah kenapa tiba-tiba sang Ajengan berkata, “Bawalah pulang mustika itu, kalau memang jodoh, kau boleh memilikinya.”

Dengan bersenang hati, webmaster kembali ke Jakarta, malangnya ketika sampai dan bungkusan yang berisi mustika itu dibuka, ternyata isinya sudah kosong tidak ada. Penasaran, malam itu juga Webmaster (WM) kembali ke Sukabumi, untuk menanyakan masalah ini.

Sesampainya disana, WM disambut dengan senyum lebar oleh sang Ajengan, “Mungkin bukan jodoh anak,” katanya. Sambil kemudian mengkuliahi mengenai masalah sirik. Akhirnya malam itu juga WM mohon untuk dapat menjadi santri dipesantrennya.

Selang 2 minggu berjalan, akhirnya sang Ajengan memanggil WM keruangan khusus dimana beliau biasa bermunajat ke Sang Kholik. Beliau kemudian menceritakan mengenai hikayat / legenda mengenai Mustika Merah Delima ini (akan diceritakan pada tulisan tersendiri). Sampai akhirnya pada bagian yang paling WM tunggu yaitu mengenai MD itu sendiri.

“Sesungguhnya, MD didunia ini, yang berasal dari biji buah Mirah Delima itu tidak ada lagi, yang ada hanya tiruan belaka yang meniru ciri-ciri MD pada legenda tsb. Seperti yang namanya tiruan tentunya hanyalah hasil rekayasa belaka. Entah itu rekayasa manusia ataupun bangsa Jin.”

“Untuk manfaat perlindungan diri (*kekebalan-red), menggunakan dua metode. Yang pertama dengan memanfaatkan dari mukjizat do’a yang telah di Asma’kan (*dimasukkan-red) kebendanya, ini murni berdasar dari keridhoan Allah sehingga yang ini tidak bisa didemonstrasikan; atau dengan bantuan bangsa Jin yang memiliki kesaktian perlindungan, yang ini biasanya yang sering dipakai untuk demo-demo.”
*Mengenai artikel kekebalan silahkan lihat tulisan “Wawancara dengan Webmaster”.

“Sedang mengenai warna yang bisa menyebar kedalam air, adalah dengan tiga metode. Pertama, memang batunya menggunakan batu Merah Siam Tua (Siam Biang-Red; biasanya ada ditengah/core dari batu merah siam), yang dipotong seperti berlian, sehingga biasnya lebih sempurna. Tetapi yang ini merahnya murni bias-an dari batu tersebut, jadi terkesan kurang kuat. Oleh sebagian orang yang ini dianggap ‘Asli’. Kemudian metode kedua dan ketiga sama dengan diatas. Metode kedua, dilakukan pengisian dengan berjemaah, dengan tujuan membangkitan kekuatan khodam yang ada dibatu tsb., agar biasnya makin kuat. (kemudian beliau menjelaskan seluruh ciptaan Allah yang ada didunia sesungguhnya memiliki khodam, yang bila berhasil dibangkitkan maka akan memberikan nilai tambah-akan dibuat tulisan tersendiri juga). Yang ini merahnya sudah jelas, tetapi untuk mengeluarkan warna merah perlu dilakukan dulu do’a-do’a pembangkitan/kunci. Sehingga terkesan tidak instan. Sedang yang ketiga, dengan bantuan Jin, mengeluarkan warna merah kuat, tetapi efek merahnya tidak hanya diair tempat celupan MD tsb. Tetapi menyebar ke batas daerah kekuatan/kesaktian Jin tsb. Bisa saja ketika mencoba dirumah, maka air dikamar mandi juga berubah.”

“MD yang biasa diperdagangkan adalah MD yang menggunakan kombinasi antara kekuatan Jin dan faktor alamiah dari batunya. Tetapi karena sulitnya mencari batu biang dari Merah Siam; itu dibongkahan sekitar 1 ? meter hanya ada lk. 3 cm saja biangnya, akhirnya untuk mengeluarkan warna merah mulai menggunakan tipudaya teknologi. Seperti menggunakan storlak, pigmen pewarna, bahkan pospor. Yang lebih canggih lagi adalah menempatkannya bukan dibatunya tetapi diikatannya atau ‘sudah jadi tinggal pakai’ istilahnya.”

Beliau menjelaskan panjang lebar, mengenai trik-trik penipuan MD yang dilakukan oleh paranormal-paranormal nakal yang memiliki ilmu-ilmu gaib, khususnya ilmu yang memungkinkan berkomunikasi dengan bangsa Jin.

Bersambung…

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY