Ilmu Kontak dan variasinya

427

Ketika hampir tujuh belas perguruan tenaga dalam di jawa tengah berkumpul dan mendemontrasikan atraksi andalannya, hampir tujuh puluh persen atraksi yang ditampilkan adalah demontrasi pukulan jarak jauh terhadap sasaran orang yang emosi (amarah).

Menunjukkan bahwa kontak merupakan menu wajib dari sebagian besar perguruan yang ber”stempel” tenaga dalam. Namun demontrasi tersebut terkesan menjemukan apabila ditampilkan secara mmenonton.

Karena kerangnya kreativitas para kanuragawan beraliran kontak maka atraksi tersebut lalu menimbulkan semacam ledakan sebagai atraksi “kemprus-geblug”. Yang artinya pihak yang di serang mengandalkan pernafasan hembusannya sedangkan pihak yang menyerang lalu jatuh terpelanting.

Namun demikian banyak aliran yang sudah mulai memoleskan gerak-gerak seni beladiri (terutama pencak silat) sehingga peragaan tenaga dalam getar kontak tersebut terkesan manis dan enak dipandang.Walau disana-sini masih sering kita jumpai perguruan yang lebih terpaku pada olah nafas dan olah batinnya,sehingga ketika memperagakan demontrasi tersebut terkesan kaku.Hanya diam,memperkuat kuda-kuda dan derupaya untuk menggetarkan pusat centralnya (da/perut)sehingga alah lebih terkesan kaku lagi.

Keindahan demontrasi ilmu getar tenaga dalam memang akan terasa indah apabila pihak penyerang atau yang bertahan sudah mapan gerak-gerak refleknya.Maka serangan yang datang walau tidak akan sampai,secara reflek akan dihalau juga dengan gerakan menangkis,menghindar atau sekedar memblokir serangan dengan gerakan menghalau.

Mengikuti

Dalam kaidah ilmu kontak, apa yang digerakkan pihak yang diserang otomatis mempengaruhi gerak penyerangnya. Pengertiannya apabila tenaga yang diserang bergerak kekanan,maka penyerang pun akan bergerak kearah itu. Atau bila gerakan yang diserang menekan kebawah, maka penyerang pun akan tertekan ke bawah.

Karena keindahan tersebut maka lalu muncul beberapa variasi yang belakangan banyak dikembangkan sebagian kecil perguruan bela diri tenaga dalam,seperti menggunakan tongkat. Tongkat tersebut akan ditancapkan ke dalam tanah dan reaksinya pihak penyerang akan ditancapkan kedalam tanah dan reaksinya pihak penyerang akan tertekan kebawah. Juga ketika tongkat diputar-putar maka pihak penyerang akan ikut berputar-putar pula.

Pengembangan yang lain, pihak penyerang ditutup matanya. Ini sekaligus membuktikan apakah getaran kontak tersebut benar-benar asli atau sekedar sandiwara. Juga sekaligus membuktikan sejauh mana kadar emosi pihak penyerang.

Dalam keadaan mata tertutup sekali pun, seseorang yang menyerang akan mudah dikendalikan sesuai gerakan tangan pihak yang diserang. Cuma, demontrasi ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang telah piawai dalam menghadirkan emosi/getaran marah yang benar-benar optimal.

Upaya penutupan mata tersebut oleh sebagian kelompok perguruan beraliran kontak dijadikan tes atau uji coba kemahiran anggota perguruannya dalam emosi.

Upaya yang lain dalam demontrasi kontak bisa menggunakan alat bantu seperti cambuk, selendang dan sebaginya. Namun pemanfaatan alat tersebut tidak banyak membantu dari sisi keindahan apabila si peraga (kedua belah pihak) bukan terdiri dari orang yang terlatih gerak refleknya.

Pada umumnya, kegagalan menampilkan demontrasi tenaga dalam beraliran kontak dari sisi keindahan adalah sebagai ujung tombak dalam menerima serangan-serangan. Sehingga, dalam serangan tersebut ia cukup hanya diam memaku, sedakep melipat tangan bak seorang begawan sakti mandraguna diserang perampok-perampok.

Kebiasaan menampilkan demontrasi ilmu kontak dengan cara tersebut selain riskan ada kemungkinan jebol yang diakibatkan penyerang yang mengendorkan kadar emosinya juga dikkhawatirkan menjadi kebiasaan manakala ia nanti menerima serangan diluar gelanggang.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY