Jangan Provokasi Ramalan

    152

    Banyak paranormal memanfaatkan situasi untuk menampilkan ramalannya, terutama di awal tahun seperti sekarang ini. Pembaca atau peminat ramalan harus waspada, karena meramal itu dosa. Kalau membaca gejala alam, peristiwa yang belum terjadi tetapi sudah digelar sebagai garis kodrat, itulah yang layak dicermati.

    Jangan sampai sahabat-sahabat paranormal Indonesia memanfaatkan siruasi politik untuk mencuatkan ramalan 2002 untuk mendapat simpati khalayak. Ingat, manusia “linuwih” lebih diperhatikan Tuhan sebagaimana mereka yang beriman ketimbang manusia natural. Jadi, kalau secara numerologis lewat auramatika etnik muncul aura merah pada tahun 2002 dengan dominasi ’emosi’ dan ‘dendam’ pribadi, jangan mengatakan bahwa, banyak person/kelompok menyerang penguasa yang telah lengser karena balas dendam. Walau, kenyataannya mungkin begitu.

    Juga, mulai pertengahan Maret nanti, watak manusia dunia (khususnya Indonesia) akan bertambah dengan dua karakter universal, yakni meningkatnya ‘selera’ pribadi dan mendalamnya ‘perasaan’ sehingga jangan sampai paranormal mendramatisir ramalannya untuk mencuatkan ide berdasar selera dan perasaan hati kecilnya semata.

    Begitu dari saya, salam hangat.

    SHARE

    TIDAK ADA KOMENTAR

    LEAVE A REPLY