Gendam, hipnotisme cara Paranormal. (I)

501

Hipnotis, gendam, sirep atau kehilangan kontrol diri, atau apapun istilahnya, saat ini telah menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian masyarakat kota besar.

Mungkin diantara Anda ada yang telah menjadi korban dari penyalahgunaan praktek ini.

Pada suatu ketika Pak Agus sedang menunggu bis dihalte depat kantornya, tiba-tiba dihampiri oleh orang yang tidak dikenal, untuk salam pembuka siorang asing berlagak bertanya mengenai alamat yang masih asing, akhirnya terjadi perkenalan dan siorang asing bersalaman dengan Pak Agus.

Tak lama kemudian mereka pergi ke ATM yang ada didekat situ dan semua simpanan pak Agus diserahkan pada siorang asing, termasuk jam tangan, handphone bahkan isi dompetnya.

Setelah beberapa lama seperti orang linglung, pak Agus baru menyadari bila ia telah menjadi korban praktek hipnotisme.

Mari kita kuak masalah ini melalui percakapan dengan Webmaster Paranormal Indonesia, Bapak E. Indryono:

“Sesungguhnya Gendam itu ada 4 macam”, ungkap Webmaster kita. “Yang pertama Gendam mengandalkan pada sugesti. Yaitu penyaluran energi hipno melalui latihan pengendalian dan dilakukan melalui media mata & pendengaran, yang ini biasa dilakukan oleh ahli terapis dunia kedokteran dengan istilah hipnoterapi.”, lanjutnya.

“Sedang yang kedua adalah gendam perbawa, ini lebih kepada sipemilik gendam itu, biasa dikenal dengan istilah kharismatik, yaitu penyaluran energi hipno dengan perbawa, aura pribadi yang disampaikan melalui pengejawantahan diri dihadapan orang lain. Jenis ini memiliki kemampuan gendam alami tetapi dengan kontrol penuh atas energi yang disebarkan.” “Dan Jenis Gendam yang ketiga & keempat, yaitu gendam spritual dengan mengandalkan kepada unsur-unsur rohani dan daya gaib yang ditujukan untuk maksud khusus. Jenis ketiga yaitu gendam dengan pengontrolan target melalui hipno energy yang dilakukan dengan cara latihan batin & pengolahan spritual lewat cara-cara suprarasional. Sedang yang keempat adalah dengan menggunakan anasir asing seperti jin untuk pengiriman energy hipnonya.”, demikian beliau menjelaskan.

“Pada jenis pertama, kesadaran orang dihilangkan secara penuh, dan dibangkitkan memori bawah sadarnya. Ketika kesadaran kembali lagi, target tidak tahu apa yang terjadi pada saat terjadi proses hipno tersebut. Sedang pada jenis kedua, energy perbawa yang disebar mempengaruhi kesadaran secara sadar dari sitarget, sehingga interaksi dapat dilakukan. Artinya target sadar dan secara tidak sadar terpengaruh atas energy yang dilepaskan. Sedang yang ketiga & keempat, target sadar dan mengetahui bila ada kekuatan lain yang mengontrolnya, tetapi tidak dapat lepas atau keluar dari pengaruh tersebut.” “Cara ketiga, sebetulnya cara klasik yang ‘Canggih’, merupakan versi lain dari cara pertama. Disini pengolahan spriritual dilakukan dengan cara-cara suprarasional seperti dengan berpuasa, membaca bacaan tertentu dan melakukan ritual lain yang tidak lazim. Gendam jenis ini sebetulnya kombinasi dari pengiriman energy sugesti dan pendomplengan roh. Seperti kita tahu bila manusia terdiri dari 2 unsur, yaitu roh & material(tubuh).”

Bersambung…

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY