Berbicara dengan Wali yang telah wafat.

3560

Pada salah satu topik yang ada di forum diskusi PI ada yang menulis dimana inti referensinya adalah masalah Gus Dur (Mantan Presiden RI) berkomunikasi dengan salah satu Wali Allah. Dari tulisan yang dimaksud seolah-olah mengesankan kalau hal tersebut sangat irasional sekali.

Tanpa bermaksud membela Gus Dur, tetapi pada kenyataan pendekatan Irasional tersebut, hal tersebut benarlah adanya. Dan hal ini telah pula dialami oleh Webmaster.

Sekali lagi tanpa bermaksud membangun doktrin baru atau bertentangan dengan dogma-dogma beragama, sekali lagi tulisan ini hanyalah sebagai suatu wacana, dimana pembaca dapat menarik suatu kesimpulan pada akhir tulisan.

Untuk menyingkat tulisan, referensi tulisan seperti Ayat Qur’an berkaitan dan sebagainya hanya ditulis intinya saja. (Maaf sekali bila ada yang berkeberatan, tetapi bisa diminta bila diinginkan).

Qorin – Pengertian.

Pada salah satu ayat disebutkan kalau Allah menciptakan manusia dengan pendampingnya yang berupa gaib, disebut dengan Qorin. Keberadaan Qorin ini tentulah harus dipercayai sebagaimana kita mempercayai Allah yang maha gaib, dan juga Qur’an beserta isinya. Qorin ini dapat mengetahui, ikut mempelajari dan sebagainya sebagaimana manusianya itu sendiri.

Sifat Qorin yang gaib itu tentulah beda dengan manusia yang terikat dengan alam materialistik, seperti darah, daging, jantung dsb. Qorin adalah gaib sebagaimana ruh manusia. Bilamana jantung kita berhenti, maka selesailah tugas kita didunia, dan ruh kita yang goib, menanti dialam penantian untuk diizab baik buruknya oleh Allah SWT.

Sedang Qorin, secara gaib dipercaya bisa dihubungi oleh pendekatan-pendekatan tertentu yang dilakukan oleh manusia. Seperti juga manusia dapat berhubungan dengan Allah yang maha goib.

Insting atau naluri, dipercaya adalah hasil olahan komunikasi si Qorin dalam membantu manusianya. Dengan ritual tertentu kita dapat mengolah kemampuan ini untuk hal-hal yang berguna.

Bagaimana membedakan kalau itu adalah bisikan Qorin dan bukan Jin? Tentunya ini berpulang kepada pendekatan kita kepada Allah SWT.

Karena orang yang beriman tinggi dan selalu tawakal kepada Allah, maka dirinya akan dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk, sedang sebaliknya, maka orang tersebut adalah sahabat setan.

Berbicara dengan Wali yang telah wafat.

Berbicara disini adalah berkomunikasi secara gaib dengan si Wali, atau Qorin dari si Wali. Harus diyakini bila orang yang telah wafat maka ruhnya telah masuk kealam barzah/penantian, dan putuslah hubungannya dengan dunia…(tidak ada lagi amal yang dapat dibuat selain mengalirnya berkah dari membantu membangun Masjid, dan juga do’a dari dari sanak saudara).

Wali Allah, karena kewaliannya diberikan hak-hak yang lebih baik dari pada manusia biasa. Salah satunya adalah segala niat baiknya selalu diijabah oleh Allah. Sehingga dengan ketinggian ilmunya tidak diperlukan lagi ritual-ritual pencapaian suatu ilmu, tetapi cukup memohon kepada Allah agar seluruh niatnya dikabulkan.

Ketinggian ilmu dari Wali Allah ini tentunya juga dimiliki oleh Qorinnya. Dan karena Qorin tidak ikut kealam barzah sebagaimana ruh, maka kita, dengan ritual tertentu, tentunya dapat berkomunikasi dengan Qorin dari Wali tersebut.

Dalam hal ini Webmaster mendapat Ijazah ilmu untuk dapat berkomunikasi dengan Qorin para Wali, dan ternyata memang benar dapat dilakukan.

Mulanya Webmaster ragu, apakah ini hanya Jin yang berpura-pura meniru si Wali, ataukah memang Qorinnya? Seperti kita ketahui bilamana Jin itu sangat pandai menipu manusia…

Setelah mencoba dengan doa-doa penghancur jin untuk melihat pengaruhnya, ternyata tidak ditemukan keanehan, sehingga sedikit yakin kalau itu adalah benar Qorin dari si Wali Allah tersebut.

Bersambung….

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY