Ngobrol Sama Webmaster seputar Ilmu Kebal.

1724
Webmaster, Bpk. Endah Indryono
Pengasuh Paranormal Indonesia, Bpk. Endah Indryono

Pada suatu kesempatan saya menyempatkan diri kerumah Webmaster kita, Bapak E. Indryono untuk kembali berdiskusi mengenai beberapa hal. Kali ini perbincangan kami seputar ilmu kebal.

Tanya: Pak, apa ilmu kebal itu memang ada?

Jawab: Tentu ada, dan banyak macamnya. Sejak jaman Nabi Ibrahim, Allah telah memberikan kekebalan pada Beliau sehingga Beliau tidak merasakan panas. Kemudian oleh praktisi sekarang kemampuan tersebut diolah dengan mewiridkan sejumlah tertentu doa nabi Ibrahim tersebut.

Begitupun Nabi Daud, doa Nabi Daud dipakai untuk kebal senjata tajam, dengan Latiful Hadid-nya, atau ilmu melemaskan besi. Bahkan kita bisa menggunakan kekuatan Gaib seperti Jin untuk membantu praktek kebal yang dapat didemonstrasikan.

Tanya: Sebenarnya ilmu kebal itu ada berapa macam sih Pak?

Jawab: Banyak sekali, tetapi pada dasarnya dibagi menjadi Kebal Tusuk, Kebal Bacok, Kebal Iris, Kebal Jaduk(tidak merasakan sakitnya pululan), Kebal Panas/Api, dsb.

Tanya: Apa ilmu kebal itu memiliki pantangan?

Jawab: Jelas, semua ilmu kesaktian, gaib dsb. Tentu memiliki pantangan yang pantangannya itu tentu tergantung cara memperoleh ilmunya. Untuk cara memperoleh ilmu berlandaskan Islam, tentunya harus menjauhi segala larangannya, karena bila tidak kekuatannya akan berkurang bahkan bisa hilang sama sekali. Begitupun dengan cara-cara pemanfaatan jin, asalkan kita mengetahui doa penghancur jin, maka Insya Allah kekebalan orang itu juga akan hilang. Ada juga kebal yang akan hilang dengan media tertentu seperti dengan Pohon Kelor, Bambu Kuning, Peluru Emas, dsb. Pada prinsipnya semua ilmu memiliki pantangan. Tetapi celakanya banyak guru yang menurunkan ilmu tersebut tidak memberitahu pantangan pada muridnya akhirnya simurid ketika diketahui kelemahannya tidak sadar dan waspada akhirnya tembus.

Tanya: Susah ngak sih untuk belajar Ilmu Kebal?

Jawab: Semua relatif, tetapi biasanya cukup dengan melakukan puasa dan ritual tertentu maka ilmu sudah merasuk.

Tanya: Kalau yang memanfaatkan jin itu bagaimana?

Jawab: Sama saja, yaitu kita mengadakan ritual pemanggilan jin tertentu yang memang untuk kekebalan seperti?..(beliau menyebut nama jin), kemudian nantinya jin akan menyebutkan kunci untuk memanggilnya, biasanya tiap orang berbeda kuncinya. Kira-kira begini, ?hadirlah? begitu saja.

Tanya: Apa bedanya antara yang melalui wiridan dan jin?

Jawab: Biasanya kalau lewat wiridan dan cara-cara Islam, kekebalan tidak bisa didemonstrasikan, tetapi bila diperlukan akan terbukti. Sedang menggunakan jin kapan saja bisa kita demonstrasikan. Sebentar?(belum masuk kedalam dan keluar sambil membawa pisau) lihat. (beliau merenung sebentar, kemudian mulai menyayat lengannya dengan pisau tersebut; ajaib! Tidak ada darah keluar, hanya berbekas seperti kalau kita lecet saja.)

Tanya: Wah, koq bisa begitu ya Pak?., kalau saya yang menyayat tangan Bapak bagaimana?

Jawab: Silahkan?

(Dengan takut-takut saya mencoba menyayat tangan beliau, dan rasanya seperti menyayat kayu saja, semakin kuat saya menekan timbul bunyian seperti menggosok batu.)

Tanya: Kalau ini Bapak menggunakan jin ya?.

Jawab: Ya, saya memakai ini.(beliau menunjukkan cincin besar berwarna merah yang dipakainya). Cincin ini terdapat jin yang bernama?..(beliau menyebutkan nama jin tersebut). Jadi untuk menggunakannya tinggal kita panggil?.hadirlah?..hadirlah. Coba saja silahkan.

Tanya: Ah, ngak usahlah Pak.(tetapi Beliau memaksa akhirnya saya mencobanya).

Tanya: Biar saya saja sendiri yang mencobanya Pak. (Dengan takut dan berdebar saya mencoba menyayat tangan saya, perlahan saja?.; rasanya ada seperti besi dingin menempel, tetapi tiba-tiba keberanian saya timbul dan saya menyayat dengan keras tangan saya sendiri sampai terdengar bunyi-bunyian).

Tanya: Wah?benar ya Pak?.kalau gitu cincinnya buat saya saja pak?..

Jawab: Enak saja, kamu.

Bersambung…

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY