Pengertian Azimat dan sumbernya

480

Banyak beberapa orang mengatakan (jimat), namun kata-kata tersebut adalah sangat kurang tepat karena kata-kata itu termasuk kata-kata (jawa asli) dan yang benar ia adalah (Azimmat), dalam hal ini di dalam Qomus Al-Mdi beberkan seperti kalimat sebagai berikut : 

Artinya : tukang jamu,atau pusat (asmak), seperti kalimat:    Artinya : pusat kemandian asmak.
1. Seperti : Doa Nabi Nuh as.
2. Seperti : Doa Nabi Ibrahim as.
3. Seperti : Doa Nabi Musa as.
4. Seperti : Doa Nabi Isa as.
5. Seperti : Doa Nabi Muhammad saw.

Dan asal kalimat (Madlinya) seperti berikut yang berbunyi :

 a.Sudah tetap hatinya akan kerja.
b Baru tetap hatinya akan kerja.
c. Tetapkan hatinya akan kerja
d. Dan orang yang tetap hatinya akan kerja.
e. Dan orang yang menetapkan hatinya akan perjaan.
f. dan memusatkan akan pekerjaan.
g. Pusat penetapan hati, tentang pekerjaan dan cita-cita.

Jadi jelasnya kalimat itu merupakan kalimat yang khusus adalah dalam arti : obat-obatan atau meyakini asmak untuk (obat/jamu) begitu pula meyakini asmak untuk keselamatan, cita-cita ini tidak ngurangi daripada hak-hak syari?ah Agama Islam. Dan selanjutnya marilah kita menganalisa, Ayat alqur?an surat al-fajar dari ayat 1, 2, 3, 4, 5 yang berbunyi : Artinya :
Demi fajhar,demi malam yang sepuluh, demi malam genap dan malam ganjil, dan demi malam bila ia telah berlalu, bukankah dalam sumpah-sumpah yang semacam itu tersimpul hal-hal yang dapat di terima akal?

Ayat tersebut menggambarkan beberapa masalah yang sangat dalam, sampai banyak orang-orang yang mempunyai faham yang kurang tepat dalam sasarannya, ada yang mengatakan malam ganjil itu sebagai hitungan ganjil, dan ada pula yang mempunyai faham bahwa hari genap itu hitungan untuk menggenapkan sesuatu, yang harus di lalui agar selamat.
Namun arti yang sebenarnya yang di maksud, malam genap dan malam ganjil itu merupakan hitungan dari kekuasaan (Haq) Allah SWT, sebagai contoh yang di maksud malam genap ialah : tanggal 2, 4, 6, 8, adapun yang di maksudmalam ganjil ialah : tanggal 1, 3, 5, 7, dan lain sebagainya.
Angka tersebut diatas menurut Ulama? yang ahli Ilmu syari?at, Ahli Ilmu (azam) merupakan suatu catatan yang sangat rahasia, sekaligus uuntuk pagar keselamatan bagi para pemakai catatan angka tersebut di atas. dDan di buatnya bentuk (Azimat) seperti yang tertulis di bawah ini :

Azimat yang bentuk huruf latin :  Azimat yang bentuk huruf arab :Keterangan seperti angka-angka tersebut di atas, di sebut (wifik) atau di sebut (Azimat), dan barang siapa yang mau membuat dan menulis (wifik) seperti di atas, hingga selesai dengan memakai minyak Za?faron lalu di bungkus dengan rapi, di bawa di masukkan dompet, Insya Allah Tuhan SWT, akan memberi keselamatan pada orang yang membawanya.

Akan tetapi apabila tidak bisa membuat sendiri cukup minta tolong pada (kyai) yang di anggap mampu untuk membuatnya hal tersebut, asal yakin dan ada bekal ke Imanan kepada Allah yang Maha Kuasa, agar nanti tidak ada pikiran-pikiran yang menyekutukan Tuhan Allah yang Maha Kuasa.

Ada beberapa pendapat bahwa pekerjaan yang demikian itu di anggap melanggar pada ketentuan Allah,dan ada juga yang mengerjakan hal itu tidak ada halangan bagi Hukum syai?ah, sebab kesemuanya yang di buat, adalah kalimat atau huruf-huruf Allah yang Maha Kuasa.

Ulama yang Mashur yang ahli Ijtihad, mempunyai pendapat bahwa huruf itu adalah kekuasaan Allah, dan angka itu adalah angka rahasia kekuasaan Allah, jadi jelasnya bagi siapa yang membuat dan memakai (wifiq) seperti di atas sama halnya mereka merrasakan keselamatan dan kebahagiaan daripada Haq pemberian Allah SWT, begitu juga kesyukuran ini seakan-akan sudah melekat pada lubuk hati kita, atau pendek kata sudah membawa tanda kalimat atau huruf wifiq yang sangat rahasia itu.

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY