Wali Allah yang dituduh mencuri.

1156

Ini adalah kisah Wali Allah yang dituduh mencuri seperti diceritakan oleh Zin-Nun rahimahullah.

Suatu waktu, saya naik kapal laut menyeberangi lautan untuk mencari barang yang saya perlukan. Kapal ini penuh dengan orang-orang asing yang hendak kembali kekampung halamannya.

Tidak sengaja saya melihat seorang pemuda yang sangat tampan, dan wajahnya bersinar. Duduknya sangat tenang tidak seperti penumpang lain yang mondar mandir karena penat.

Setelah beberapa saat mengarungi lautan, kemudian terdengar pengumuman dari awak kapal, bahwa Nahkoda Kapal kehilang barang yang sangat berharga, dan akan dilakukan pemeriksaan pada setiap penumpang, untuk itu para penumpang diharap duduk semua ditempatnya masing-masing.

Saya sebenarnya merasa heran, bagaimana mungkin Nahkoda kapal itu dapat kehilang barangnya, kalau tercecer rasanya mungkin tetapi kalau kecurian?

?Para penumpang silahkan duduk. Kami akan memulai pemeriksaan.?, demikian pengumuman diserukan oleh awak kapal.

Maka dimulailah pemeriksaan. Satu persaru para penumpang diperiksa dengan seksama oleh awak kapal. Tetapi setelah hampir semua diperiksa, barang yang hilang tersebut juga belum ditemukan, sampai akhirnya pemuda yang tampan itu tiba gilirannya untuk diperiksa.

Karena pemuda itu yang terakhir diperiksa, maka para awak kapal memeriksanya dengan kasar, mungkin pikirannya mereka, Ah?rasanya dialah yang mengambilnya, karena hanya dia yang belum diperiksa.

Sipemuda protes, karena merasa dikasari, dan melompat kepinggir kapal sambil berkata: ?Bukan saya pencurinya, kenapa kasar begitu??

Para awak kapal makin curiga, karena hanya pemuda itulah satu-satunya yang membantah dan mengejarnya serta berusaha menangkap sipemuda.

Akhirnya karena kepepet sipemuda akhirnya melompat kelaut.

Para penumpang berteriak terkejut dan ketakutan, kemudia semua melihat kearah pemuda tersebut menerjukan dirinya.

Sekali lagi mereka terkejut, ternyata dilautan pemuda tersebut tidak tenggelam bahkan duduk diatas permukaan laut seperti layaknya duduk dilantai. Kemudian pemuda itu berteriak dengan keras:

?Ya Allah, mereka semua telah menuduhku sebagai pencuri ! Demi ZatMu, wahai Pembela yang teraniaya, perintahkanlah agar ikan-ikan yang ada dilaut ini dimulutnya membawa permata berharga !!?

Tak lama kemudian para penumpang dan awak kapal melihat sekumpulan ikan keluar dari dalam lautan dan dimulutnya tampak batu-batu permata berkilauan. Dengan kuasa Allah, ribuan ikan seperti pasir saja layaknya mengelilingi sipemuda dengan membawa permata yang sangat berharga dan besar-besar.

Semua yang melihatnya menjadi silau dan berteriak menepukkan tangannya kepada sipemuda.

Saya tercengang dan tidak dapat berkata-kata, begitupun dengan para awak kapal, mereka jadi bingung merasa bersalah.

?Apakah kalian masih menuduhku, sedangkan harta Allah ada didepanku dan dapat saja kuambil dengan mudah?? Teriak sipemuda kepada kami semua. Kemudian pemuda tersebut menyuruh ikan-ikan tersebut kembali ketempatnya, dan kilauan pasir permata yang tadi ada tiba-tiba menghilang kembali menjadi lautan biasa.

Sipemuda berdiri diatas air dan berjalan secepat kilat menjauhi kapal sambil mulutnya terus mewiridkan:

?Hanya kepadaMulah aku menyembah, dan hanya kepadaMu aku memohon? Al-Fatihah: 4.

Saya tidak menduga kalau pemuda ini ialah termasuk para wali Allah seperti yang diterangkan oleh Rasulullah saw.:

?Akan tetap ada dalam umatku sebanyak 30 lelaki, hati mereka sama dengan Nabi Ibrahim AS, setiap mati seorang diantara mereka, maka akan diganti Allah orang lain ditempatnya.?

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY