Wawancara dengan Webmaster – 2 – Seputar Ilmu Gaib

1131

Berikut adalah lanjutan wawancara dengan Webmaster Paranormal Indonesia Bapak E. Indonesia, seputar Ilmu Gaib.

Seputar Ilmu Gaib: Sedot Pusaka

Tanya: Pak, saya tahu Bapak sangat senang sekali dengan Pusaka, bahkan Bapak mencari sendiri pusaka tersebut.
Jawab: Benar, waktu itu koleksi pusaka saya dari Keris, Tombak, Besi Kuning, Trisula dsb hampir mencapai 897-an, belum termasuk yang berbentuk batuan. Sebagian ada yang saya beli, dikasih orang, diperolah melalui tirakat, sampai saya sedot sendiri. Tapi saat ini saya hanya memiliki satu buah keris, itupun hanya untuk dekorasi diruang tamu saja.

Tanya: Koq, bisa begitu pak?
Jawab: Iya, saya kasih ke Teman, Saudara, bahkan ada juga yang saya jual?Ha?ha?ha?..

Tanya: Kalau yang Bapak bilang sedot sendiri, itu maksudnya bagaimana Pak?
Jawab: Begini ya, salah satu manfaat dari ilmu yang saya pelajari adalah dapat memindahkan benda dari suatu tempat ketempat lain, semacam telekinetislah. Tetapi terus terang memang ada 2 cara, yaitu yang pertama dengan cara komunikasi dengan yang menjaga pusaka yang kita inginkan dan mereka memberikannya, atau dengan memanfaatkan khodam, yaitu khodam dari asma Allah, untuk memindahkannya.

Tanya: Maksudnya khodam dari Asma Allah itu apa pak?
Jawab: Dari yang pernah saya pelajari, sebenarnya setiap huruf di Al Quran itu memiliki penjaga atau pendamping gaib yang disebut khodam, sehingga banyak kita lihat jimat-jimat yang ditulis dengan mewakili huruf Al-Quran. Begitupun dengan Asma Allah, karena Asma Allah itu juga terdiri dari beberapa huruf, maka tentunya juga memiliki Khodam. Nah, dengan khodam inilah yang saya maksud.

Tanya: Apakah tidak menjadi sirik dengan memakai bantuan khodam pak?
Jawab: Waduh mengenai hal itu memang ada beberapa pemahaman, terus terang saya juga kurang mendalami, tetapi dari yang saya dapat dari Kiai??(beliau bilang untuk tidak menulis namanya). Bisa dianalogikan begini, apakah dengan memiliki pembantu rumah tangga, satpam kita menjadi sirik, kenapa untuk menyetrika baju kita minta bantuan pada pembantu kenapa tidak minta kepada Allah, mungkin karena kita capai dan mungkin juga kita tidak bisa menyetrika dengan baik dan hal ini sudah masuk ke ilmu Tauhid. Begitupun dengan khodam, ada pekerjaan yang bisa kita lakukan sendiri, tetapi mungkin juga ada pekerjaan yang hanya bisa dikerjakan oleh yang gaib. Sepanjang kita tidak berbuat yang bertentangan dengan kehendak Allah, menurut saya boleh saja, tetapi mungkin saya salah. Hahaha.(beliau tertawa sambil batuk?) semuakan dari niat, dan tentunya selalui diakhiri dengan kalimat “dengan ridho Allah”. Itu saja.

Tanya: Tetapi katanya khodam atau sebangsanya seperti Jin itu butuh makanan dan harus dibayar Pak?
Jawab: Lha iya dong, pembantu kita aja kita gaji dan kita kasih makan, apa khodam kita juga ngak? Sama saja, tetapi tentu caranya berbeda, biasanya khodam yang saya miliki minta kita untuk mengirimkan Al-Fatihah sejumlah tertentu kepadanya, itu makanannya. Tetapi saya pernah memiliki Jin, yang minta makanannya Kemenyan, bahkan pada malam tertentu mengharuskan saya untuk minum sesuatu yang haram, seperti darah ayam yang tidak disembelih;langsung tebas, dsb?.Tetapi yang kayak gini terus saya buang aja.

Tanya: Hi! Serem banget. Terus kembali kemasalah sedot pusaka, Pak. Apa betul orang yang bisa menyedot pusaka berarti bisa menyantet, kan cara kerjanya sama pak?
Jawab: Hahaha..(Kali ini tertawanya sangat keras, sampai saya terpaksa menjauhkan kuping saya dari gagang telepon). Bisa saja begitu?..

Tanya: Maaf ya Pak. Tetapi saya tidak percaya mengenai santet. Apa memang ada? Dan apakah kita bisa diserang, kalau kitanya beriman dan soleh? Hehe.saya jadi pengen ngerasain disantet.
Jawab: Wah, (kali ini beliau bicara sangat serius) yang namanya santet itu yang saya tahu tidak peduli siapa pasti akan kena, karena tujuan dari santet itukan mengganggu, menyakiti sampai membunuh korbannya? Jadi kalau seorang Kiai umpamanya, bisa saja dia kena pengaruh santet, tetapi karena ilmunya mungkin bisa langsung diredam dengan cepat. Jadi orang menyantet itu banyak caranya, ada yang bikin kita tidak bisa tidur, karena ada suara aneh dsb, tetapi setinggi apapun ilmu orang, pasti bisa disantet. Seperti lagi tidur enak-enak tahu-tahu kita bangun. Memang maksud dari santet itu hendak membunuhnya, tetapi dengan ketinggian ilmunya tidak sampai kena, tetapi dia kan sudah bangun dari tidur yang enak, berarti sebagian tujuan dari santet itu sudah berhasil, yaitu mengganggu.

Wawancara Bagian 1-Mengenai Paranormal Indonesia

SHARE

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY