Misteri GusDur & Semar Kuncung

    2711

    Posisi Gus Dur kini senantiasa menimbulkan pro dan kontra dalam jagad gumelar berpolitikan Nusantara tercinta ini. Namun untuk mampu melihat secara jernih apa, siapa, bagaimana, dan kemana Gus Dur?

    Adiluhung kawentar sak endangin jagad kara. Kenapa kita perlu eling terhadap akar budaya bangsa? Sebab bangsa yang besar kita menjadi seperti sekarang ini adalah kerena sebagian besar warga bangsa sudah tidak mengenal. Bahkan telah meninggalkan akar budaya adiluhung bangsanya dan berkiblat pada kebudayaan lain.
    Hal ini telah tergores dalam tinta keramat leluhur kita yang berbunyi wong jowo tinggal separo, wong cino kari sak jodo, wong londo gela gelo. Tapi apa? Yang di tujukan oleh karakter building dasa warsa 30 tahun, sebagian besar warga bangsa berbudi luhur lenyap di tiup angina barat. Ini yang membuat wong cino hanya mementingkan keluarga dan membuat warga asing geleng-geleng kepala.Mari kita kembali ke budi luhur sebelum mengenali siapa?
    Para budayawan seperti Romo Mangun dan lain-lain, sering menyebut Gus Dur sebagai Semar Ngejowantah ,betulkah? Mari kita telusuri karena tokoh ki Semar hanya ada dalam akar budaya Nusantara yang terdoktrin lewat pewayangan khas Nusantara dan munculnya Gus Dur yang menjadi sentral lakon adalah setelah menjadi presiden. Meski sebelumnya merupakan tokoh yang di perhitungkan, tetapi tidak menjadi pusat perhatian seperti sekarang ini.
    Anda tentunya masih ingat peristiwa ngeruat yang di gelar di halaman DPR RI dengan lakon Semar Kuncung dengan Dalang Mbeling Sujiwo Tejo yang juga disaksikan langsung oleh Gus Dur, Permadi,Garin Nugroho.Bahkan sempat berdialog dan di pertanyakan oleh Mas Permadi tentang mengapa mengambil lakon Semar Kuncungatau Kuning.Sebab lakon Semar kuning adalah lakon yang amat keramat, tidak sembarangan boleh di gelar.
    Karena menyangkut rahasia tersembunyi dari perjalanan tanah jawa. Adapun latar belakang Semar Kuncung/ dilenyapkan adalah rasa khawatir pihak kurawa akan adanya perang Brotoyuda yang merupakan suratan pengadilan agung yang mana Negara Astina merupakan hak waris Putra Pendawa. Suratan agung Brotoyudo bakal dimenangkan oleh Putra pendawa yang di botohi oleh Ki Lurah Semar. Karena rasa khawatir yang berlebihan, pihak kurawa dengan bantuan para dewa berusaha merekayasa agar Brotoyudo gagal. Kalau jadipun agar kemenangan berada di pihak kurawa.
    Adapun kunci kemenangan ada pada Semar. Oleh karena itu, dengan bantuan Dewa, Kurawa berusaha melenyapkan Ki semar untuk di jadikan tumbal demi gagalnya Brotoyudo. Tapi ki Semar tahu akal-akalan. Begitu pula dengan adanya Gus Dur sebagai presiden. Pada awalnya hanya di jadikan tumbal dalam upaya mencegah perang saudara antara promeg dengan soeharto beserta kroni-kroninya.Kenapa mesti Gus Dur? Karena dikenal sebagai pamong demokrasi. Secara perhitungan, Gus Dur sangat lemah,tapi mereka lupa dalil nakli kalau Semar itu sangat kuat dalam perang arena Brotoyudo yang sesungguhnya. Karena sangat menentukan, apalagi kalau sudah ngerasuk Sang Yang Ismoyo,dewa pun di taklukkan. Sebab dia tahu semua ini akal-akalan? Dan kemana tujuannya? Putra panda bukan lawan Dewa.
    Bagaimana? Ki semar mengatasi akal-akalan para dewa untuk menggagalkan perang Brotoyudo. Biasanya ki Semar langsung melesat menuju ke inti hakikat sumber masalah ini yang kadang-kadang bikin Putra Pendawa pusing kelebakan ,sehingga Putra Pendawa terkecoh. Bahkan di peralat oleh Kurawa. Ki Semar lantas meluruskannya.
    PAGUYUBAN THOSAN AJI Budoyo Chokro Mukti Jember Prumdim 0824 Gg II No 29 Jubung, Jember, Jatim

    SHARE

    TIDAK ADA KOMENTAR

    LEAVE A REPLY