Selamat Datang di Paranormal Indonesia - Gudangnya Paranormal - Silahkan mendaftar untuk menjadi Member
 
 
Carian
 
 
Menu Utama
  Home
English Version
Forum Lama
Forum Baru !
Kalender Kegiatan
BukuTamu
Artikel Khusus
Web Direktori
Downloads
Informasi Anda
FAQ
Topik yg tersedia!
Hubungi Kami!
 
Follow Us
  Facebook
Twitter
Google+
RSS Artikel
RSS Forum
 
Al-Quran
 
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
(QS. 3:139)
 
Konsultasi Gratis
  Ingin konsultasi mengenai permasalahan anda dengan kami?
Klik DISINI !"
Bila 2 hari belum dibalas, hubungi kami via telepon.
 
Jasa Unggulan Kami
 
* Minyak Pengasihan Rifa'i: Untuk mengembalikan pasangan, penglarisan, kunci pasangan.
* Totok Kerot: Untuk memisahkan pasangan selingkuh.
 
Sedang Online
  tamu
member :


Anda bukan Member. Silahkan mendaftar disini.

 Inbox
Log in untuk mengecek pesan pribadi Anda.
 
Awal Ilmu Kesaktian
RAHASIA TUBUH

Dimoderasi oleh: Webmaster

Paranormal Indonesia - Yayasan Barisan Do'a. Forum Index
Ini adalah forum PARANORMAL, membahas dunia Paranormal.
Bila anda muslim, sampaikan perspektif anda di Wacana Islam.
Penulis RAHASIA TUBUH
warasqq
Baru Tahu
Bergabung: 28/03/07
Posts: 10
Dari: Jakarta, INDONESIA
  Dikirim pada: 28/03/07-09:05

RAHASIA TUBUH

tubuh kita terdiri dari :
1.Raga
2.Jiwa (nafs)
3.Ruh.

Dalam Al-quran ada ayat yg menjelaskan Ruh adalah urusan ku tapi kalau Jiwa (nafs) ?
Karena ada suatu tarekot yang bilang dengan nafs kita dapat bertambah mulya dan suci dalam rangka beribadah untuk mendekatkan dirinya dan DIRINYA.
Mohon penjelasannya kepada sesepuh2 ? pak websmaster bagaimana ?



 Profil  Quote
Webmaster
Begawan
Bergabung: 11/04/01
Posts: 493
Dari: Jakarta, Indonesia
  Dikirim pada: 29/03/07-09:43

... dan saya peringatkan, mengambil tulisan dari situs lain akan membatalkan keanggotaan anda disitus ini.

Secara pribadi saya mengharapkan, orang mengerti apa yang dibicarakan dan yang ditulis olehnya sendiri, bukan sekedar mengambil tulisan atau artikel dari tempat lain. Karena pemikiran orang dan perspektif diri sendiri bisa sangat berbeda. Bisa saja dengan disarikan, tetapi tetap mengedepankan pikiran orisinalnya.

Tulisan febri terpaksa saya hapus, karena saya cari dan saya temukan disuatu situs lain, jadi ini peringatan terakhir untuk febri, atau seluruh artikel dan keanggotan anda saya hapuskan. Semata agar orang tidak terkecoh oleh penampilan hasil jiplakan saja.



 Profil  Quote
warasqq
Baru Tahu
Bergabung: 28/03/07
Posts: 10
Dari: Jakarta, INDONESIA
  Dikirim pada: 29/03/07-10:25

Nafs Amarah, Nafs luamah, Nafs Sufiyah dan Mutmainah. bagaimana cara pengolahannya untuk pensuciannya ?
dan menurut suatu sumber dengan pengolahan inilah sebenarnya seseorang dapat menjadi sakti ?
Bagaimana febri0 & Abusyifa pasti anda cukup mengerti tapi pura2 tdk mengerti ???



 Profil  Quote
febri0
Serius
Bergabung: 31/08/06
Posts: 20
Dari: Jakarta, INDONESIA
  Dikirim pada: 29/03/07-10:48

Quote:

Pada 29/03/2007-10:25,
warasqq menulis:
Nafs Amarah, Nafs luamah, Nafs Sufiyah dan Mutmainah. bagaimana cara pengolahannya untuk pensuciannya ?
dan menurut suatu sumber dengan pengolahan inilah sebenarnya seseorang dapat menjadi sakti ?
Bagaimana febri0 & Abusyifa pasti anda cukup mengerti tapi pura2 tdk mengerti ???


Sudah mas warasqq tapi dah diapus sm pak websmaster padahal ini sangat berguna untuk pengetahuan kita.

Tapi intinya cuma satu bangkitkan kemampuan yang ada didirimu dan selalu dijalan yang diridhoiNya.
mungkin ini yang terakhir aku membuat tulisan takut menyinggung......
Salam Pamit untuk semua jika ada salah-salah kata mohon di maafkan.
Cauw....



 Profil  Quote
Webmaster
Begawan
Bergabung: 11/04/01
Posts: 493
Dari: Jakarta, Indonesia
  Dikirim pada: 29/03/07-11:29

Maaf sebelumnya, sama sekali tidak menyinggung. Tetapi mohon dimengerti, situs ini dibangun dengan visi dan misi yang jelas, bukan terbuka dan bebas bicara apa saja.

Lihat artikel Aturan Forum Diskusi.

Pandangan2 subjektif yang menurut saya merupakan pembodohan tentu langsung akan saya hapus. Dan harusnya orang yang berfikir akan mengerti dan faham kenapa tulisannya dihapus berkali2 atau dikomentari secara keras berkali2. Menurut saya itu sudah lampu merah, warning, dan pandangan subjektif saya menganggap sudah keluar dari visi dan misi situs ini.

Jadi mohon maaf bila situs ini kurang dapat mewadahi pikiran siap, saya yakin ada ribuan situs dan forum lain yang bisa mewadahi pikiran anda.

Atau kenapa tidak buat situs baru saja, dimana kita bisa secara bebas dan expresif menyampaikan apa yang menjadi perspektif kita.

Dan boleh berlaku seperti saya, mengcounter, memberikan peringatan dan akhirnya menghapus apa yang tidak sesuai dengan aspirasi siapapun yang membangun situs itu.

Salah satu misi dari situs ini adalah edukasi, mendidik. Mengajak orang berfikir dengan nalar dan masuk kegolongan Al-'Ulum Al- 'Aqliyah dengan tidak meninggalkan Al 'ulum Al naqilyah.

Jadi pemahaman dan pengalaman metafisik tidaklah boleh lepas dari pemahaman rasional dan juga tidak boleh lepas dari fiqh, agar tidak keluar jalur kedalam kefasikan dan membodohkan siapapun yang membacanya.

Semoga bisa menjadi perhatian kita semua.



 Profil  Quote
warasqq
Baru Tahu
Bergabung: 28/03/07
Posts: 10
Dari: Jakarta, INDONESIA
  Dikirim pada: 30/03/07-08:24

Apakah berzikir, meditasi, berpuasa, merupakan cara sesorang untuk mensucikannya?



 Profil  Quote
Webmaster
Begawan
Bergabung: 11/04/01
Posts: 493
Dari: Jakarta, Indonesia
  Dikirim pada: 01/04/07-10:59

Dalam bahasa sederhana, manusia memiliki sifat atau perbawa atau biasa disebut nafs.

Dalam beberapa thoreqot kita mengenal konsep takholi, atau pembersihan hati. Membuang segala sifat jahat dan potensinya dengan berlathoif. Berdzikir sesuai dengan posisi nafs yang hendak kita bersihkan. Kemudian ber-tahali, mengisinya dengan sifat2 baik, mengambalikan kepada fitrahnya, dan terakhir ber-tajali (nanti Insya Allah akan saya jelaskan pada artikel tersendiri).

Menguasai ke 3 hal ini (raga, ruh dan nafs) akan melahirkan kepekaan atau sense. Untuk aplikasi aplikatifnya lihat latihan kepekaan yang bisa didownload gratis dibagian download area.

Di Indonesia, sejak jaman penyebaran Islam oleh wali songo dulu, setiap aktifitas ruhani kerap diasumsikan dengan kesaktian, dan pandangan ini masih terjadi sampai sekarang. Tapi ini mungkin metode para wali dan para ulama konservatif dalam menyebarkan Islam ditanah air. Jadi praktek seperti kekebalan adalah penarik minat yang sangat besar.

Dalam praktek kesaktian, sebetulnya praktek ektase dalam berdzikir, secara teknis akan meningkatkan unsur ruh secara dominan dalam diri kita. Ketika kita bicara diri kita maka kita bicara 3 kesatuan tadi, yaitu ruh, jasad dan nafs. Nafs ini kadang dikaitkan dengan akal pikiran, kemampuan manusia mengindera dan menganalisa hingga berkonklusi. Sehingga otomatis akan tercipta kekebalan yang penjelasan teknisnya bisa dilihat pada materi tersebut.

Sedangkan penguasaan diri melalui pemaksimalan ruh akan meningkatkan kualitas kepekaan kita hingga bisa kita gunakan untuk hal2 yang bermanfaat seperti mengetahui sifat2 dasar dari lawan bicara (berdasarkan posisi lathoif yang utama), naluri yang kuat, mengetahui keberadaan jin, mengetahui masa lalu seseorang (berdasarkan ingatan masa lalunya yang bisa ditangkap; tersirat; melalui berbagai medium seperti bersalaman, suara, pandangan mata, atau barang2 yang pernah disentuh oleh subjek), sampai pada advance-nya mampu melihat dengan bathin pada jarak sensitifitas tertentu, baik yang kasat mata, maupun berada dalam objek tertutup atau bawah tanah (biasa digunakan untuk deteksi sedot pusaka), serta kemampuan mensugesti yang kuat (biasa disebut gendam). Disini berlaku hukum rimba, siapa yang penguasaan ruhnya lebih kuat akan mampu menguasai nafs orang lain yang lebih lemah. Dan untuk ini ada istilah, mind control body. Pikiran menguasai tubuh. Kalau pikiran (nafs) sudah dikuasai, maka begitupun tubuhnya.

Banyak perkara yang biasa orang sebut dengan kesaktian yang bisa kita timbulkan melalui pemaksimalan 3 unsur ini (ruh, nafs dan raga). Latihan ini biasa disebut dengan latihan kebathinan, atau buat pengamal ilmu hikmah disebut Riyadhoh, atau latihan spiritual.

Semoga bermanfaat.



 Profil  Quote
songkang
Serius
Bergabung: 18/10/06
Posts: 12
Dari: Surabaya, INDONESIA
  Dikirim pada: 03/04/07-05:14

Quote:

Pada 01/04/2007-10:59,
Webmaster menulis:
Dalam bahasa sederhana, manusia memiliki sifat atau perbawa atau biasa disebut nafs.

Dalam beberapa thoreqot kita mengenal konsep takholi, atau pembersihan hati. Membuang segala sifat jahat dan potensinya dengan berlathoif. Berdzikir sesuai dengan posisi nafs yang hendak kita bersihkan. Kemudian ber-tahali, mengisinya dengan sifat2 baik, mengambalikan kepada fitrahnya, dan terakhir ber-tajali (nanti Insya Allah akan saya jelaskan pada artikel tersendiri).

Menguasai ke 3 hal ini (raga, ruh dan nafs) akan melahirkan kepekaan atau sense. Untuk aplikasi aplikatifnya lihat latihan kepekaan yang bisa didownload gratis dibagian download area.

Di Indonesia, sejak jaman penyebaran Islam oleh wali songo dulu, setiap aktifitas ruhani kerap diasumsikan dengan kesaktian, dan pandangan ini masih terjadi sampai sekarang. Tapi ini mungkin metode para wali dan para ulama konservatif dalam menyebarkan Islam ditanah air. Jadi praktek seperti kekebalan adalah penarik minat yang sangat besar.

Dalam praktek kesaktian, sebetulnya praktek ektase dalam berdzikir, secara teknis akan meningkatkan unsur ruh secara dominan dalam diri kita. Ketika kita bicara diri kita maka kita bicara 3 kesatuan tadi, yaitu ruh, jasad dan nafs. Nafs ini kadang dikaitkan dengan akal pikiran, kemampuan manusia mengindera dan menganalisa hingga berkonklusi. Sehingga otomatis akan tercipta kekebalan yang penjelasan teknisnya bisa dilihat pada materi tersebut.

Sedangkan penguasaan diri melalui pemaksimalan ruh akan meningkatkan kualitas kepekaan kita hingga bisa kita gunakan untuk hal2 yang bermanfaat seperti mengetahui sifat2 dasar dari lawan bicara (berdasarkan posisi lathoif yang utama), naluri yang kuat, mengetahui keberadaan jin, mengetahui masa lalu seseorang (berdasarkan ingatan masa lalunya yang bisa ditangkap; tersirat; melalui berbagai medium seperti bersalaman, suara, pandangan mata, atau barang2 yang pernah disentuh oleh subjek), sampai pada advance-nya mampu melihat dengan bathin pada jarak sensitifitas tertentu, baik yang kasat mata, maupun berada dalam objek tertutup atau bawah tanah (biasa digunakan untuk deteksi sedot pusaka), serta kemampuan mensugesti yang kuat (biasa disebut gendam). Disini berlaku hukum rimba, siapa yang penguasaan ruhnya lebih kuat akan mampu menguasai nafs orang lain yang lebih lemah. Dan untuk ini ada istilah, mind control body. Pikiran menguasai tubuh. Kalau pikiran (nafs) sudah dikuasai, maka begitupun tubuhnya.

Banyak perkara yang biasa orang sebut dengan kesaktian yang bisa kita timbulkan melalui pemaksimalan 3 unsur ini (ruh, nafs dan raga). Latihan ini biasa disebut dengan latihan kebathinan, atau buat pengamal ilmu hikmah disebut Riyadhoh, atau latihan spiritual.

Semoga bermanfaat.


HEBAT MEMANG WEBMASTER"MINTA PENCERAHAN LEBIH LANJUT DONG PAK.THANK.



 Profil  Quote
warasqq
Baru Tahu
Bergabung: 28/03/07
Posts: 10
Dari: Jakarta, INDONESIA
  Dikirim pada: 05/04/07-05:12

Terimakasih atas penjelasannya Bapak Webs semoga Allah SWT memberikan taufik & hidayah yang terus-menerus kepada Bapak.
Penjelasan ini dapat menambah pengetahuanku yang selama ini masih bertannya2.



 Profil  Quote
dinarbain
Serius
Bergabung: 14/04/07
Posts: 12
Dari: Balikpapan, INDONESIA
  Dikirim pada: 27/04/07-04:20

Assalamu'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.
Saya mohon maaf apakah Nafs Amarah, Nafs Lauwamah dsb sama maksudnya dengan Nafsu Amarah dan Nafsu Lauwamah karena saya masih bingung dengan tulisan Nafs apakah dibaca Nafas atau Nafsu.
Terima kasih.



 Profil  Quote
LONG

Bergabung: 10/03/07
Posts: 83
Dari: MALAYSIA
  Dikirim pada: 18/05/07-13:00

Salam sejahtera buat dinar bain..

Topik yang dibahas ini adalah berkenaan NAFSU..terbahagi kepada beberapa peringkat. Yang paling tidak baik adalah amarah seperti saya ini....hehehe.. sikit2 mahu marah,

Pesan orang tua..

sembahyang banyak membetulkan diri..

berzikir banyak menyucikan diri..

bertafakur banyak bagi mengenal diri..

selain daripada itu ( kurang makan,kurang tidor,kurang bercakap,kerja kuat bagai hendak hidup seribu tahun,beramal ditengah malam seperti hendak mati keesokan hari )

insya'allah.. semoga bermanfaat



 Profil  Quote
djudjajat
Baru Tahu
Bergabung: 12/05/08
Posts: 1
Dari: ,
  Dikirim pada: 24/12/08-01:03

assalamualaikum wbw ;

Hati - hati dengan amalan - amalan yang kita tidak tahu sebenarnya hakekat amalan itu sendiri.Sebaik baik amalan itu sendiri adalah yang langsung diberikan / dibimbing atau diijazahkan oleh seorang guru yang tahu hakekat amalan tersebut.Carilah guru yang mumpuni keilmuannya artinya Ilmu selamat dunia dan akhirat yaitu ilmu innalilahi wainnalillahirojiun. Dan carilah ilmu jalan pulang roh kita kepada Allah.Karena kita ini ibarat diberikan setetes ilmu dibandingkan samudra ilmu Allah Yang Maha Luas.Jika kita taat beribadah KepadaNya insya Allah pasti akan diberikan karomah - karomah tanpa kita sadari...

Maaf dari hamba Allah yang masih banyak belajar..



 Profil  Quote
  
Lihat di:
Hak Cipta (C) paranormal.or.id - Yayasan Barisan Do'a.
Email: paranormal.indonesia[at]gmail.com
Apartemen Gading Icon C3/17
Jl. Perintis Kemerdekaan Kav. 99
Jakarta Timur, Indonesia - Telp. +62-21-4014-3203