Selamat Datang di Paranormal Indonesia - Gudangnya Paranormal - Silahkan mendaftar untuk menjadi Member
 
 
Carian
 
 
Menu Utama
  Home
English Version
Forum Lama
Forum Baru !
Kalender Kegiatan
BukuTamu
Artikel Khusus
Web Direktori
Downloads
Informasi Anda
FAQ
Topik yg tersedia!
Hubungi Kami!
 
Follow Us
  Facebook
Twitter
Google+
RSS Artikel
RSS Forum
 
Al-Quran
 
Alif laam miim.
(QS. 3:1)
 
Konsultasi Gratis
  Ingin konsultasi mengenai permasalahan anda dengan kami?
Klik DISINI !"
Bila 2 hari belum dibalas, hubungi kami via telepon.
 
Jasa Unggulan Kami
 
* Minyak Pengasihan Rifa'i: Untuk mengembalikan pasangan, penglarisan, kunci pasangan.
* Totok Kerot: Untuk memisahkan pasangan selingkuh.
 
Sedang Online
  1 tamu
1 member :

Indexing

Anda bukan Member. Silahkan mendaftar disini.

 Inbox
Log in untuk mengecek pesan pribadi Anda.
 
Awal Perspektif Islam
belajar thoreqot

Dimoderasi oleh: Webmaster

2 halaman ( 1 | 2 )
Paranormal Indonesia - Yayasan Barisan Do'a. Forum Index
Penulis belajar thoreqot
aciem
Serius
Bergabung: 21/07/06
Posts: 25
Dari: Jakarta, INDONESIA
  Dikirim pada: 15/08/06-17:01

Salam,
saya mempunyai cerita tentang teman saya, yang baru mulai ikut dzikiran thoreqot, tapi kok langsung alhamdulillah bisa terbuka mata bathinnya, spt bisa melihat warna kekuatan dzikir, lihat mahluk halus, dan ngombrol secara bathin dengan guru, padahal yang sudah lama biasa aja kayanya, ada yg bisa berbagi pengalaman PENOMENA apakah yg sp ini?
wassalam



 Profil  Quote
Webmaster
Begawan
Bergabung: 11/04/01
Posts: 493
Dari: Jakarta, Indonesia
  Dikirim pada: 16/08/06-03:17

Salam,
Saya tidak setuju, praktek thoreqot dikaitkan dengan bisa melihat makhluk halus dan praktek sejenisnya. Thoreqot adalah sudah jelas ikhtiar untuk mencari jalan menuju Tuhan. Ucapan2 seperti ini, biasanya hanya dari orang2 yang baru mengenal thoreqot (dibaca ikut2an) dan belum mengenal jalan thoreqot. Dan ucapan2 seperti inilah yang patut diwaspadai, karena bisa membuat jelek image dari thoreqot itu sendiri.

Ngobrol secara bathin dengan guru, adalah berbentuk kias. Ketika kita berprantara melalui guru kita, maka "seolah" kita berada dihadapannya. Bukan mengobrol seperti kita mengobrol dengan teman, atau melalui telepon, tetapi lebih kepada makna kias tadi.

Begitupun mengenai melihat warna dari kekuatan dzikir, lebih kepada metode belaka, bukan berarti kita betul2 melihat warnanya secara bathin, tetapi kita bisa merasakan "nafas dzikr" dari orang yang berdzikr. Itupun tentunya hanya bisa dicapai oleh orang yang memang memiliki keutamaan itu, atau setingkat mursyid, untuk menilai maqomat atau derajat dari zawiyahnya.

Sebaiknya ketika mendengar hal2 yang melebih2kan dari thoreqot ini, segera informasikan kepada mursyidnya agar sang murid bisa diberikan pembinaan yang sepantasnya.

Semoga bermanfaat.



 Profil  Quote
pakdhemontro
Serius
Bergabung: 16/08/06
Posts: 46
Dari: Solo, INDONESIA
  Dikirim pada: 23/08/06-12:06

Quote:


Salam kenal,

Setahu gue, belajar tasawuf itu buat mengenal dirinya dulu, baru deh bisa kenal ama tuhan kita. apapun thoriqotnya.

kalok kamu ndak percaya. kamu bisa masuk aliran manapun yg kamu suka.

inti dari tassawuf adalah mencapai kebudian yg luhur atawa disebut juga dengan akhlaqul karimah. yaitu akhlaq yg mulia. baik disisi allah maupun disisi makhluq. sehingga diri kita akan menjadi rahmatan fil alamin. dalam khasanah jawa disebut sebagai memayu hayuning bawono.

kalo anda ingin mencoba. anda bisa memulainya dengan langkah2 sbb:

setiap kali kita bernafas kita diharapkan selalu berzikir mengingat kpd allah. lalu gimana caranya?

caranya adalah:

tarik nafas dgn membaca: "Hu"
keluar nafas dgn membaca: "Allah"

mengapa setiap bernafas kita harus berzikir?
makna kata dari zikir itu sebenarnya adalah mengingat. dari sini timbul kesadaran bahwasanya Allah saja tidak pernah lupa memberi kita jatah nafas. kok kita seringkali saat bernafas lupa akan Allah.
semoga ini dapat membuka kesadaran kita semua akan kebesaran Allah.

Terima kasih.

Salam : PakDhe Montro




 Profil  Quote
Satrio_Piningit
Baru Tahu
Bergabung: 27/09/06
Posts: 8
Dari: Indonesia
  Dikirim pada: 02/10/06-03:33

Quote:

Pada 23/08/2006-12:06,
pakdhemontro menulis:
[quote]

Salam kenal,

Setahu gue, belajar tasawuf itu buat mengenal dirinya dulu, baru deh bisa kenal ama tuhan kita. apapun thoriqotnya.

kalok kamu ndak percaya. kamu bisa masuk aliran manapun yg kamu suka.

inti dari tassawuf adalah mencapai kebudian yg luhur atawa disebut juga dengan akhlaqul karimah. yaitu akhlaq yg mulia. baik disisi allah maupun disisi makhluq. sehingga diri kita akan menjadi rahmatan fil alamin. dalam khasanah jawa disebut sebagai memayu hayuning bawono.

kalo anda ingin mencoba. anda bisa memulainya dengan langkah2 sbb:

setiap kali kita bernafas kita diharapkan selalu berzikir mengingat kpd allah. lalu gimana caranya?

caranya adalah:

tarik nafas dgn membaca: "Hu"
keluar nafas dgn membaca: "Allah"

mengapa setiap bernafas kita harus berzikir?
makna kata dari zikir itu sebenarnya adalah mengingat. dari sini timbul kesadaran bahwasanya Allah saja tidak pernah lupa memberi kita jatah nafas. kok kita seringkali saat bernafas lupa akan Allah.
semoga ini dapat membuka kesadaran kita semua akan kebesaran Allah.

Terima kasih.

Salam : PakDhe Montro


[/quote]

Bacaannya apa tidak terbalik, PakDhe?
Soalnya, ada teman yang ngajari saya :
- Tarik nafas dengan membaca ALLAH
- Keluarkan nafas dengan membaca HU
Jadi, mana yang benar?



 Profil  Quote
froggy
Serius
Bergabung: 24/08/06
Posts: 53
Dari: Austr
  Dikirim pada: 04/10/06-13:41

Quote:

Pada 02/10/2006-03:33,
Satrio_Piningit menulis:

Bacaannya apa tidak terbalik, PakDhe?
Soalnya, ada teman yang ngajari saya :
- Tarik nafas dengan membaca ALLAH
- Keluarkan nafas dengan membaca HU
Jadi, mana yang benar?



Mungkin maksudnya "HU" disini HUWA yang artinya DIA?

Selamat berpuasa sambil prihatin dengan yang lainnya.



 Profil  Quote
pakdhemontro
Serius
Bergabung: 16/08/06
Posts: 46
Dari: Solo, INDONESIA
  Dikirim pada: 13/10/06-22:51

Quote:

Pada 23/08/2006-12:06,
pakdhemontro menulis:
[quote]

Salam ,

Ada beberapa aliran yg menerapkan beberapa metode yg berbeda, tapi intinya sama.
Intinya yaitu eling kepada Allah !!!

Terima kasih.

Salam : PakDhe Montro


[/quote]



 Profil  Quote
pakdhemontro
Serius
Bergabung: 16/08/06
Posts: 46
Dari: Solo, INDONESIA
  Dikirim pada: 13/10/06-23:11

Salam ,

Ada beberapa masukan bagi anda yg ingin belajar tauhid.

Kebanyakan orang salah kaprah tentang mengartikan apa itu tasawuf. Mereka menganggap tasafuf adalah thoriqot.
Padahal menurut hemat saya adalah sbb:
Semua yg terkandung dlm islam. dijabarkan dlm tasawuf. Dan dlm tasawuf ada 4 tahapan.
tahapan2 tsb masih dibagi menjadi 4 tahapan lagi. Lalu apa tahapan tsb?

Islam => tasawuf

tasawuf dibagi 4 yaitu:

1. Syariat
Didlmnya ada 4 Tahapan, yaitu:
a. Syariatnya Syariat
b. Thoriqotnya Syariat
c. Hakekotnya Syariat
d. Makrifatnya Syariat

2. Thoriqot
Didlmnya ada 4 Tahapan, yaitu:
a. Syariatnya Thoriqot
b. Thoriqotnya Thoriqot
c. Hakekotnya Thoriqot
d. Makrifatnya Thoriqot

3. Hakekot
Didlmnya ada 4 Tahapan, yaitu:
a. Syariatnya Hakekot
b. Thoriqotnya Hakekot
c. Hakekotnya Hakekot
d. Makrifatnya Hakekot

4. Makrifat
Didlmnya ada 4 Tahapan, yaitu:
a. Syariatnya Makrifat
b. Thoriqotnya Makrifat
c. Hakekotnya Makrifat
d. Makrifatnya Makrifat

Jadi, dlm kita belajar tassawuf tidak bisa semudah membalik telapak tangan. Perlu ketekunan, kesabaran, dll untuk memahami segala yg ada pd tiap tahapan.

Mohon maaf karena keterbatasan tempat, Hanya ini yg mampu kami berikan kepada anda. Terima kasih atas tanggapan anda.

Terima kasih.

Salam : PakDhe Montro

*Red: Hanya gunakan quote kalau anda mengambil tulisan orang. Kalau tulisan anda sendiri tidak usah di Quote.

[ Pesan ini terakhir diedit oleh: Webmaster pada 14/10/2006-10:07 ]



 Profil  Quote
Webmaster
Begawan
Bergabung: 11/04/01
Posts: 493
Dari: Jakarta, Indonesia
  Dikirim pada: 14/10/06-10:38

Salam,

Artikel mengenai ini, sudah pernah saya tulis, ini linknya: Perbandingan Tasawuf dengan ajaran Kejawen.

Semoga bermanfaat.



 Profil  Quote
sitogendeng
Baru Tahu
Bergabung: 18/10/06
Posts: 7
Dari: Jakarta, INDONESIA
  Dikirim pada: 18/10/06-15:18

Dalam berjalan akan banyak yang dilihat dan akan banyak yang didapat, yang diceritakan hanya efek dari sebuah perjalanan sedangkan bila kita hanya berkutat pada efeknya niscaya sesungguhnya kita tidak lagi berjalan.........


 Profil  Quote
pakdhemontro
Serius
Bergabung: 16/08/06
Posts: 46
Dari: Solo, INDONESIA
  Dikirim pada: 20/10/06-20:46

carany dong, yg detail ya ..


 Profil  Quote
ranusastro
Serius
Bergabung: 13/08/06
Posts: 15
Dari: indonesia
  Dikirim pada: 25/10/06-05:19

Quote:

Pada 14/10/2006-10:38,
Webmaster menulis:
Salam,

Artikel mengenai ini, sudah pernah saya tulis, ini linknya: Perbandingan Tasawuf dengan ajaran Kejawen.

Semoga bermanfaat.



Maaf saya kurang setuju webmaster mengenai perbedaan mengenai tasawuf dan kejawen saya rasa anda belum benar2 mempelajari kejawen dengan penuh dan saya rasa saya juga tidak perlu membahas mengenai tasawuf karena hakikatnya adalah sama coba web mencari sumber2 lg mengenai kejawen secara lengkap lagi.



 Profil  Quote
Webmaster
Begawan
Bergabung: 11/04/01
Posts: 493
Dari: Jakarta, Indonesia
  Dikirim pada: 25/10/06-07:05

Salam,

Semuanya bebas berpendapat, tetapi kalau umpamanya tidak setuju, harus dijelaskan yang mana tidak setujunya.

Dalam artikel tersebut juga saya rasa sudah saya jelaskan persamaan dan perbedaannya. Dan saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bersifat objektif.

Saya dari keluarga campuran. Ibu saya betawi asli yang sangat Muslim, bahkan kakek saya dari ibu adalah seorang syaikh, guru besar di Mekah yang juga meninggal disana. Sedangkan Ayah saya dari Solo, yang juga memiliki gelar, dimana sangat kental dalam ajaran kejawennya, termasuk mistik jawa-nya.

Saya sudah biasa sehari2 hidup dalam 2 kultur tersebut. Akhirnya toh ayah saya memilih berhaji dan melaksanakan aqidah Islam sepenuhnya dihari tuanya.

Saudara2nya juga demikian (saudara dari ayah saya), yang tadinya agamanya tidak jelas (dibaca kejawen, di KTP ada yg tertulis Islam & Kristen). Akhirnya semuanya berhaji dan beralih menjadi Islam dihari tuanya.

Seperti kita tahu, asalnya kejawen adalah aliran sinkritisme antara hindu budha dan Islam. Ketika itu wali Allah dalam menyebarkan agama Islam melalui pendekatan kepercayaan setempat, sayangnya ada beberapa daerah yang belum sepenuhnya Islam, sang wali sudah meninggal. Sehingga akhirnya jadilah aliran kejawen ini menjadi aliran kepercayaan seperti yang kita kenal sekarang ini, yang lebih memetingkah ethic, budi pekerti, tanpa mengenal hukum syara' (syariat).

Dan seperti kita tahu juga Islam adalah kebenaran yang tidak terbantahkan. Jadi kalau orang non-muslim yang berusaha mengenal Islam, yang ada hanyalah ketertarikan, karena menawarkan konsep yang jelas dan tidak membingungkan, serta sangat simple.

Begitupun ajaran kejawen dan tasawuf Islam, yang keduanya sudah saya pelajari dari umur 6 tahun. Dari ajaran kejawen saya sudah diperkenalkan mistiknya berupa latihan2 kebathinan yang umpamanya bisa membuat tubuh ringan, atau berat, panas atau dingin. Sedangkan dari mistik Islam, melalui pendekatan tasawufnya, saya dari kecil sudah mempelajari seperti silat ghaib (pencak karomah), kekebalan dsb.

Semakin besar, saya juga diperkenalkan konsep2nya. Bahkan oleh guru kejawen waktu itu saya diminta mereffer (mendatangi) guru2 besar kejawen yang lainnya yang hasilnya sudah saya ulas diartikel tersebut. Sementara dari tasawuf Islam, saya mulai berthoreqot melalui berbagai Syaikh dan jalannya.

Hahaha.. saya yakin, artikel tersebut anda hanya membaca sekilas saja. Belum menemukan nafas dari artikel tersebut.

Cobalah dibaca lagi dan lagi, kalau memang ingin menambahkan silahkan saja diforum ini, jangan sekedar tidak setuju. Bagaimana?



 Profil  Quote
pakdhemontro
Serius
Bergabung: 16/08/06
Posts: 46
Dari: Solo, INDONESIA
  Dikirim pada: 26/10/06-00:29

Salam,

Wah, kelihatannya asik nich perbincangannya.
Kalo menurut saya nich. Orang banyak terkecoh dengan istilah dlm perbendaharaan kata. Sebenarnya itu semua kagak penting.
Yg penting adalah manfaat dari segala ilmu yg telah kita pelajari, Bisakah itu semua menjadi Rahmatan Lil Alaamin (Memayu Hayuning Bawono)

Setahu saya nich.
(Maaf Bp Web..., Gue Kagak Pernah Nyontek. Karena Gue Belajar Dari Tk ampek sekarang Dari Banyak guru dan kyai dan berbagai macam aliran, mungkin aja kita masih tunggal guru, tunggal ngilmu. heee...heee....... jangan marah ya bos ...).

Tassawuf = Kejawen
(Yg didalamnya terdapat 4 sub bagian)

1. Syariat = Kanoman
2. Thoriqot = Kasepuhan
3. Haqeqot = Kasampurnan
4. Makrifat = Sejatining Kasampurnan

Sedang dlm Kejawen penjabarannya sbb:
1. Kanoman, berisi pelajaran ttg:
-pedhanyangan, demit2, jin, aji 2,
japa-mantra, rapal, klenik, kesaktian,
pengasihan, pelet, penglarisan,
pesugihan, dll
(Kadang yg ini bagi orang awam/orang yg
mengaku2 pinter dikonotasikan sebagai
Kejawen. Padahal enggak ...
Heee.... heee... Lucu Ya.... heee..hee..)

2. Kasepuhan, berisi ttg pelajaran:
-contonya aja ya :
kadhang pribadi kadhang sejati, dll

3. Kasampurnan, berisi berbagai hal ttg:
hal2 keruhaniahan,dll

4. Sejatining Kasampurnan, berisi:
Segala hal ttg rahasia ketuhanan. dll
Sir = Rahasia
Jadi kagak boleh diceritain kesiapa2,
Karena Rahasia Bos.
Apalagi dikupas di WebSite.
heee... hee... Kagak boleh.


Lantas apakah kalok kita belajar lengkap kesemuanya itu tadi kita udah selesai?
Jawabannya tentu saja tidak ! ! ! ! !

Ada lagi yg diatasnya lagi.
Maaf untuk yg satu ini gue kagak mau cerita.
Soalnya .... Kadang2 tiap sub tadi bisa memakan waktu 20 th utk mempelajarinya,

Jadi, intinya belajar ttg hal ini kagak mudah kayak membalik telapak tangan. Jadi jangan mimpi yg muluk2 dulu karena butuh pengorbanan yg besar dan totalitas yg maksimal, juga kagak lupa elo harus siap segala-galanya.

Mohon maaf kalok ada tutur kata yg kurang berkenan bagi siapa saja yg membaca tulisan saya ini.

Salam,

PakDheMontro, TimKhayangan, Solo.







 Profil  Quote
pakdhemontro
Serius
Bergabung: 16/08/06
Posts: 46
Dari: Solo, INDONESIA
  Dikirim pada: 26/10/06-00:39



Pak Web,
Caranya ngirim tulisan gimana sih,
Gue bingung nich ...,
harap maklum, baru aja turun gunung.
heee...heeee..
jangan marah ya...
heee... heee....






 Profil  Quote
yudiaz
Baru Tahu
Bergabung: 18/10/06
Posts: 4
Dari: JAKARTA, INDONESIA
  Dikirim pada: 26/10/06-03:06

Saya ingin urun rembug:
Pembagian tahapan dalam Islam menjadi 3 atau 4 tahapan (Syariat, Tarikat, Hakikat - Makrifat) sudah sangat dikenal, meskipun ada sebagian yang tidak menyetujuinya.
Menurut hemat saya pentahapan tsb atau dengan metode lainnya seperti Islam, Iman dan Ikhsan atau MQ atau SQ dan yang lainnya (basic, intermediate dan advance)
boleh2 saja sepanjang bertujuan untuk memudahkan penjebaran Al Quran + hadis dan memudahkan pula dalam implementasinya.
Puncak dari tahapan2 tsb (Makrifat atau Ikhsan atau advance) adalah bagi orang yang telah mencintai Allah diatas segalanya. Pada tahapan ini mestinya seseorang telah terbebas dari kecintaan selain dari Allah (QS 9:24), lebih mencintai Allah (zuhud) bukan berarti meninggalkan hal2 yang sifatnya duniawiyah. Ia juga telah mencapai akhlak karimah atau akhlak mulia, yaitu sanggup mengadopsi akhlak Allah (pemurah, penyayang, sabar, pemaaf dlsb). Dalam bahasa lain ia juga telah mencapai jiwa tenang (nafsu mutmainah atau berjiwa Al Quran). Allah menjaminkan surga bagi orang yang telah mencapai jiwa tenang (QS 89:27-30). Jiwa yang tenang adalah jiwa dari orang yang telah meliwati segenap ujian. Jiwanya tidak terguncang oleh ujian dalam bentuk kesulitan dan penderitaan maupun kesenangan. Dalam hadis dinyatakan bahwa orang yang telah mencapai tingkat ini tidak mengharapkan surga dan tidak takut
dimasukkan neraka, yang ia harapkan adalah ridho Allah dan yang ia takutkan adalah dijauhi Allah (tentunya orang yang telah mendapat ridho-Nya akan dimuliakan Allah dan ditempatkan di surga). Dalam istilah lain ia juga telah mencapai katagori mukhlisin. Mukhlisin adalah tingkatan dimana gangguan iblispun tidak akan sanggup menggodanya, bukan berarti iblis tidak bisa menggoda tapi
keteguhan hatinya lebih kokoh dibandingkan godaan apapun (QS 15:39-40). Hati atau jiwanya telah bersih sehingga sangat mungkin untuk link atau kontak dengan alam
malakut ('Bila hati manusia tidak terdindingi oleh syetan, maka tembuslah pandangannya ke alam malakut'), artinya bisa bermacam2 sebagian orang mengatakan kasaf. Pada sisi keyakinan ia telah mencapai haqul yakin. Siapakah yang telah mencapai tingkatan ini? Yang pasti para Nabi Allah. Bisakah manusia lain mencapainya? Kayaknya sih bisa saja. Para wali Allah yang hidup sesudah masa Rasulullah SAW sebagian diantaranya telah mencapai tahapan akhir (Makrifat atau advance).
Nah pada tahapan yang sebelumnya termasuk tahapan Tarikat, menurut saya boleh2 saja seseorang mengalami kejadian2 yang menurut akalnya 'wah'. Beberapa diantaranya bisa berkomunikasi secara
gaib baik dengan golongan jin maupun manusia, yang pasti bukan dari golongan malaikat. Kalaupun ada yang mengaku2 malaikat tentu harus ada pengujinya. Kejadian2 'wah' tsb bukan berarti apa2,
bahkan bisa mengecohkan akal hingga menghambat untuk naik ke tahapan yang lebih tinggi. Ingatlah pada tahapan ini kita belum mencapai mukhlis, sehingga sangat mungkin tergoda dan terperosok. Sebaiknya tetaplah istiqomah, banyak2 mohon perlindungan Allah, dan tetaplah mohon kekuatan dan hidayah-Nya agar menjadi lebih dekat dan lebih dekat lagi kepada-Nya.
Demikianlah sedikit uraian saya, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.
Wassalam.



 Profil  Quote
Webmaster
Begawan
Bergabung: 11/04/01
Posts: 493
Dari: Jakarta, Indonesia
  Dikirim pada: 26/10/06-10:45

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pakdemontho, terima kasih penjabarannya, jadi semakin jelas kalau tasawuf itu ternyata betul2 berbeda dengan kejawen dari deskripsi yang pakdemontho jelaskan.

Syareat, dalam tasawuf jelas tidak mengajarkan mantra2. Tetapi aturan Islam dalam Aqidah dan Syareat (hukum syara') Seperti kewajiban sholat, membayar zakat, hukum puasa dsb.

Thoreqot dalam tasawuf, mencari jalan agar bisa mencapai Tuhannya. Nanti berkenalan dengan riyadhoh atau latihan2 spiritual seperti dzikir, pembukaan lathoif dsb.

Begitupun dengan tingkatan seperti haqeqat dan makrifat seperti yang sudah saya jelaskan diartikel.

Tasawuf dalam Islam, adalah ruhani dari awal. Dimana kita diwajibkan beriman, seperti dijelaskan dalam rukun iman dsb. Yang tidak perlu lagi penganalogian ruhani untuk bisa menerima seperti keberadaan Allah, Jin, Malaikat dsb.

Mengupas sir Allah, sudah ada dalam syareat, seperti mengenal sifat Allah, contohnya wujud, qidam, baqo, mukhalafatu lil hawaditsi dsb. yang merupakan bagian dari Tasawuf.

Lantas dimana persamaannya disamping sama2 bicara masalah kebathinan?

Ilmu tasawuf juga bisa didapat dibanyak situs, termasuk cara mencapai derajat haqeqat sampai makrifat, mungkin berbeda dengan ilmu kejawen yang dirahasiakan karena tidak punya konsep yang jelas. Setiap guru memiliki perbedaan arah pandangan, lihat artikel tersebut. Berbeda dengan tasawuf dalam Islam yang walaupun berbeda tetapi memiliki satu arah tujuan.

Cobalah tanyak sama para guru praktek Kejawen. Apakah mempercayai adanya Tuhan? Maka akan dijawab, percaya adanya Gusti Allah. Lantas ketika kita pelajari sampai derajat kasepuhan, diketahui kalau tuhan itu adalah diri kita sendiri.

Saya perlu menggaris bawahi perbedaan yang jelas ini, agar dimengerti, ajaran kejawen adalah ajaran sinkritisme, dari Hindu Budha dan Islam.

Pandangan kejawen terhadap hidup sangat sederhana, cukup tidak menjahati sesama, senantiasa menolong dsb. yang merupakan pendekatan ethic atau budi pekerti. Seperti saya tulis.

Sedangkan dalam tasawuf, untuk bisa kederajat thoreqot, seseorang harus bisa bersyareat dulu, seperti sholat, mengerti konsep zakat dsb. Kalau dalam Naqsabandiyah, syareat yang seperti itupun baru baunya syareat. Belum bersyareat sama sekali.

Sangat kontras dengan ajaran kejawen seperti yg dipaparkan, Berkanoman maka sudah bersyareat. Menguasai jampi ilmu2 keduniaan maka sudah bersyareat.

Berkanoman mungkin iya dalam perspektif kejawen, tapi dalam perspektif pengamal tasawuf maka suatu yang sangat jauuuuh berbeda.

Ajaran tasawuf dan kejawen, walaupun sama2 memiliki yang 4, tetapi tentu berbeda. Coba saja lihat tulisan pakdemontho dan penjelasan mengenai tasawuf seperti yang saya tulis didalam artikel dimaksud.

Ibadahnya kejawen adalah dengan semedi, meditasi, manunggaling nur roso manunggaling rogo, manunggaling jiwo. Nantinya, ehem.. manunggaling kawulo Gusti. Dan senantiasa berusaha memayu hayuning bawono. Menjadi orang baik dengan menolong sesama dan pendekatan ethic lainnya.

Ibadahnya tasawuf adalah dengan melaksanakan segala syareat Islam, plus riyadhoh. Dalam Fiqh yang menjadi dasar syareat sudah jelas konsep mengenai alam semesta, alam sesudah mati dsb.

Kejawen masih menerima paham seperti jladren, alam semesta ini ada begitu saja, perkara reinkarnasi dsb. percaya adanya siluman, jejadian dsb, yang kita tahu adalah ajaran klenik yang menjadi alat doktinasi gurunya.

Icon kejawen, yang sebetulnya artinya adalah kajawaan atau orang jawa, saya yakin selamanya tidak akan menjadi Rahmatan Lil 'Alamin. Konsep memayu hayuning jagad, atau bawono hanya sebatas kias saja dalam budi pekerti ethic. Cobalah bawa ajaran ini ke Eropa, apakah akan diterima? Bawa ketanah Arab?

Berbeda dengan Islam dan ajaran tasawufnya yang bisa diterima diseantero dunia manapun. Bahkan philophi tasawuf Islam sudah dijadikan referensi, malah dianggap mereka yang buat sendiri, hehehe.. oleh orang eropa. Lihat Ibnu kaldun, Gozali dsb.

Mengenai tasawuf, lihat Thoreqot seperti naqsabandiyah, qodiriyah, syajiliyah, rifai'yah dan banyak lagi lainnya, yang ada diseluruh antero dunia.

Kejawen selalu berlindung sebagai aliran kepercayaan (padahal setahu saya, agama itu adalah kepercayaan), tidak pernah berani bereksistensi sebagai agama, apalagi sebagai suatu jalan tasawuf seperti thoreqot2.

Mereka selalu menanggap kejawen adalah saripatinya agama, agama diatas agama, hehehe..

Jadi merasa tidak perlu berkompete dengan agama maupun kepercayaan lain.

Istilah saya, ini ciri orang frustasi, tidak tahu lagi bagaimana cara meluaskan pandangannya kepada masyarakat umum.

Dan kita lihat, ajaran kejawen ini memang kenyataannya sudah makin tergusur, bahkan mencari gurunyapun sudah harus ngumpet2 dan sang guru juga kalau mengajarkan juga sudah malu2, karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan ajaran yang betul2 haq.

Sekarang ini pengikut kejawen sudah berfusi dengan ajaran Islam, mereka mendirikan thoreqot lokal baru yang hanya ada ditanah jawa, dengan nafas Islam yang lebih kuat, dengan aturan2 yang sudah seperti Islam sebagaimana mestinya. Tetapi anehnya, walaupun dalam doa atau mantra memakai Al-Qur'an sebagai salah satu hiasannya, tetap saja masih banyak pengikut thoreqot ini yang ke Gereja, ke Kelenteng, hehehe.. Bingung ??? Pengikut thoreqot ke Gereja??? Ampuuuun...

Tanpa bermaksud menghina apalagi merendahkan kejawen, tetapi karena ini forum Wacana Islam, tentunya kita harus tegas, agar Islam tidak disama2kan dengan agama atau kepercayaan lain.

Kalau saya boleh buat deskripsi lebih jelas lagi, mungkin seperti ini:


Tassawuf <> Kejawen
(Walaupun didalamnya terdapat 4 sub bagian)

1. Syariat <> Kanoman
2. Thoriqot <> Kasepuhan
3. Haqeqot <> Kasampurnan
4. Makrifat <> Sejatining Kasampurnaan

Sedang dlm Kejawen penjabarannya sbb:
1. Kanoman, berisi pelajaran ttg:
-pedhanyangan, demit2, jin, aji 2,
japa-mantra, rapal, klenik, kesaktian,
pengasihan, pelet, penglarisan,
pesugihan, dll
(Kadang yg ini bagi orang awam/orang yg
mengaku2 pinter dikonotasikan sebagai
Kejawen. Padahal enggak ...
Heee.... heee... Lucu Ya.... heee..hee..)

>>Sedangkan dalam Tasawuf Islam Syareat adalah aturan Fiqh, syara' seperti petunjuk sholat, zakat, aturan waris, cara beribadah, berakhlah, yang mengharamkan praktek klenik, apalagi mengenal pesugihan dan segala praktek kesyirikan.

(Padahal kalau kita lihat kanoman ini bagian dari tingkatan kejawen, maka aneh kalau penjelasan kanoman bukanlah kejawen, nantinya dari 4 tingkatan yang dipaparkan lantas yang mana kejawen itu? hehehe.. kemungkinan akan dijawab, ya bukan ini juga.. lho !! )

2. Kasepuhan, berisi ttg pelajaran:
-contonya aja ya :
kadhang pribadi kadhang sejati, dll

>> Sedang Thoreqot dalam Tasawuf Islam adalah cara atau jalan untuk mencapai Tuhan. Pada derajat ini kita ber-riyadhoh, melakukan latihan2 spiritual seperti dzikir lathoif, suluk dsb, untuk pembektukan bathin lewat jalan takholi, tahali dan bertajali. (penjelasan mengenai ini bisa dilihat diartikel yang dimaksud).

3. Kasampurnan, berisi berbagai hal ttg:
hal2 keruhaniahan,dll

>> Dalam tasawuf Islam, Haqeqat adalah hasil dari berThoreqot. Kita mulai mengenal dan sadar tujuan dari hidup, haqeqat penciptaan dsb. Detil mengenai ini juga lihat saja diartikel yang dimaksud.

4. Sejatining Kasampurnan, berisi:
Segala hal ttg rahasia ketuhanan. dll
Sir = Rahasia
Jadi kagak boleh diceritain kesiapa2,
Karena Rahasia Bos.
Apalagi dikupas di WebSite.
heee... hee... Kagak boleh.

>> Makrifat dalam tasawuf Islam adalah menjadi makrifatulloh, menjadi orang2 yang dicintai Allah. Menanggalkan segala hijab, pembatas antara manusia denganNya, sehingga hidup matinya hanya untuk Allah semata. Jalan untuk mencapai derajat ini juga bisa dilihat disitus2 thoreqot, bukan ajaran yang dirahasiakan apalagi disembunyikan, karena konsepnya adalah rahmatan lil 'alamin yang asli. Ingin semua ajaran kebaikannya, petunjuk kebenarannya bisa dinikmati oleh seluruh manusia dimuka bumi ini.

Sebagai penutup dari saya. Saya bangga menjadi orang Jawa, memiliki dan mengenal serta pernah mempelajari ajaran kejawen yang mencerminkan budi pekerti orang jawa yang berbudi luhur penuh dengan welas asih dalam upaya mencapai kesempurnaan dalam hidup.



 Profil  Quote
pakdhemontro
Serius
Bergabung: 16/08/06
Posts: 46
Dari: Solo, INDONESIA
  Dikirim pada: 26/10/06-13:47


Salam,

Segala puji bagi Allah yg telah memberikan hikmah yg indah kepada Web Master kita.
Shg banyak masukan yg telah kita dapatkan.

Pak Web, Apa yg telah saya tulis diatas adalah kupasan saya pribadi. Meskipun saya pribadi telah belajar dari banyak aliran kejawen, thoriqoh, dan aliran2 lain. Karena setahu saya, belum ada pembagian pentahapan yg jelas dlm kejawen.
Meskipun sebenarnya masih banyak yg dikupas dlm kejawen.

Mohon maaf, mungkin apa yg telah saya tulis dpt menjadi wacana bagi kita semua.
Terima kasih.

Salam

PakdheMontro, Tim Khayangan, Solo






 Profil  Quote
broer_abby
Baru Tahu
Bergabung: 25/12/06
Posts: 2
Dari: Jakarta, INDONESIA
  Dikirim pada: 26/12/06-00:36

Ass wr wb semuanya...saya mau bertanya langsung pada sasaran..Pak webmaster, saya adalah orang awam yang mencoba untuk memperbaiki hati saya yang kotor, yang ingin saya tanyakan..siapakah Wali Allah yang masih hidup di Indonesia ? sepertinya byk? mohon disebutkan nama beserta alamatnya dan siapa terhebat menurut Pak Webmaster? teman-teman yang lain anycomment?thx

wass wr wb



 Profil  Quote
Webmaster
Begawan
Bergabung: 11/04/01
Posts: 493
Dari: Jakarta, Indonesia
  Dikirim pada: 26/12/06-02:05

Broer.. ini pertanyaan yang seru..

Kenapa tidak cari saja satu2.. kalau guru2 thoreqot banyak ya.. ini yang bermursyid. Kenapa tidak mulai dari Dewan Mutabarok, perkumpulan Thoreqot2 seluruh Indonesia, yang saat ini diketuai Al-Habib Yahya di Pekalongan. Mungkin dari sana nanti perjalanan conquest bisa dimulai. Karena hampir semua thoreqot dan mursyid serta pengurus wilayahnya datanya ada disana.

Happy hunting, dan menemukan jalanNya ya.. semoga beruntung.. atau mungkin juga tidak, hehehe..



 Profil  Quote
broer_abby
Baru Tahu
Bergabung: 25/12/06
Posts: 2
Dari: Jakarta, INDONESIA
  Dikirim pada: 26/12/06-04:24

Ass wr wb
Hehehe Insya Allah saya memang berencana ke Pekalongan sehabis tahun baru...Pak Webmaster pernah mendengar tentang Tarekat Haqmaliyah di sawangan?(bukan tarekat mutabarah) tapi ajarannya sungguh seru,wahdatul wujud bgt..bagaimana pendapat Pak Webmaster...saya juga Insya Allah berencana ke boyolali ketemu keturunan terakhir Syekh Siti Jenar(mungkin bukan secara fisik tapi secara ajaran)...Bagaimana pendapat Pak Webmaster tentang ajaran Manunggaling Kawula Gusti ini?Bolehkah saya bersilaturahmi ke rumah Pak Webmaster?
Dan ini agak menyimpang sich,bagaimana pendapat Pak Webmaster mengenai anak saya,apakah dia memiliki kemampuan indigo?
Wass wr wb



 Profil  Quote
Pergi kehalaman: 1 | 2
  
Lihat di:
Hak Cipta (C) paranormal.or.id - Yayasan Barisan Do'a.
Email: paranormal.indonesia[at]gmail.com
Apartemen Gading Icon B12/19D
Jl. Perintis Kemerdekaan Kav. 99
Jakarta Timur, Indonesia - Telp. +62-21-4014-3203