Wednesday, June 3, 2020

Gaib yang penuh Perlambang

Penuh dengan perlambang?
Pernahkah Anda memberanikan diri dengan mengajukan pertanyaan ketika melihat meja sembahyang dan peralatan saat akan melakukan upacara, sebagai contoh, menjelang perayaan tahun baru Imlek? Sebaiknya, jangan karena jika tidak ada orang yang mampu menjelaskan simbol dan maknanya, maka Anda akan dicap sebagai anak yang tidak berbakti dan kualat adalah akibatnya.
Sesajian yang dipakai dalam sembahyang dan peralatan utama adalah:

1.    Tee Liau terdiri dari teh, arak dan manisan, masing-masing disediakan sepasang yang melambangkan Yin dan Yang.
2.    Sepasang lilin yang dipasang di kiri dan kanan melambangkan Yin dan Yang,
3.    Nasi dan dua-belas mangkuk sayur memiliki arti dua-belas pintu kehidupan.
4.    Jeruk. Yang biasa digunakan adalah jeruk bali, jeruk garut atau jeruk siam. Diletakkan di sebelah kanan meja dengan makna simbolis adalah manusia yang berbuat baik berolah berkah dan rahmat, selain itu memiliki arti kebahagiaan.
5.    Pisang atau pisang raja melambangkan jujur dalam kebenaran. Tanaman pisang bermakna a) kerelaan, amal kebajikan – pantang mati sebelum berbuat kebaikan; b) semua bagian tanaman pisang punya kegunaan yang menunjuk berkorban demi cinta kasih kepada sesama dan c) harapan  agar keturunan sejahtera dan memeroleh kedudukan tinggi.
6.    Delima mengandung falsafah bahwa orang yang berbuat baik, penuh kasih dan bajik akan tampak dari sikap dan perbuatannya, oleh karena itu harus diamalkan.
7.    Srikaya. Awal nama sri yang berarti gelar kehormatan – barangkali tercampur dengan budaya India, dan memiliki banyak harta, sehingga srikaya memberi makna kemuliaan dan kekayaan. Delima dan srikaya adalah untuk sesaji persembahan tidak dapat dipisahkan.
8.    Belimbing.  Bentuk bulat memanjang dan dan biasanya memunyai juring lima ini terkait dengan ajaran lima kebajikan (Ngo Siang) yaitu: cinta kasih, kebenaran, kebijaksanaan, susila dan dapat dipercaya serta lima hubungan (Ngo Lun) yaitu antara: raja-menteri atau atasan-bawahan, ayah-anak, suami-istri, kakak-adik dan kawan-sahabat.
9.    Tebu. Tebu adalan tanaman berumpun yang tidak pernah yang tumbuh sendirian. Makna bahwa kita hendaknya tidak hidup sendiri dan ada asas kebersamaan. Air tebu berasa manis, batang tebu beruas, tumbuh lurus dan tidak bercabang. Manis adalah lambang kebajikan dan cinta kasih. Beruas ibarat manusia tumbuh dan berkembang dari bayi sampai usia tua. Sepasang tebu dengan daun dan akarnya diikat  juga berarti rasa syukur karena pada masa peperangan sebagian pejuang bangsa Han dapat diselamatkan oleh kejaran tentara kerajaan Ching di hutan tebu.
10. Kue ku yang berbentuk seperti punggung kura-kura yang usianya dapat mencapai ratusan tahun. Hal ini unuk melambangkan harapan agar kita memiliki daya tahan hidup di dunia.
11.  Kue mangkok, biasanya diberi warna merah, yang merekah ke empat penjuru melambangkan merekah ke empat penjuru dunia, dimulai dari lahir sebelum menuju ke batin. Selain itu juga berarti bahwa kita berkembang dan bahagia.
12. Wajik yang lengket dan manis melambangkan kesatuan harmonis
13. Sam Sing terdiri dari babi, ayam dan ikan yang melambangkan tiga jenis hewan yang hidup di darat, udara dan air.

Masih banyak perlambang untuk buah-buah lainnya. Semangka, misalnya, dibanting sebelum jenasah diberangkatkan dari rumah duka karena alasan bahwa semangka dengan biji-biji warna hitam. Bentuk bulat dari semangka menunjuk kesempurnaan simbol bahwa kehidupan sempurna yang telah dijalani oleh almarhum namun di dunia ini tidak ada yang sempurna sehingga biji-biji semangka dianggap sebagai dosa atau hal kurang terpuji dari almarhum.

No comments:

Post a Comment

Lp Thep

The Legendary 900 years old Monk - LP Thep (九百多岁高僧的传奇) This story was told by Archan Tia of Wat Sungai Siput (http://www.archantia.info) to...