Wednesday, June 3, 2020

Fengshui

DALAM bahasa Mandarin arti kata Xuan Kong dapat diterjemahkan sebagai kekosongan yang unik. Mengapa? Karena definisi dari arti kata Xuan Kong telah menembus batas yang lebih ilmiah dalam pengertian modern. Seperti kita ketahui bahwa segala sesuatu memiliki titik pusat yang kita sebut dengan Tai Ji demikian juga dengan bumi ataupun planet-planet yang lain semua bergerak mengelilingi matahari sebagai pusat peredarannya.
Lantas kenapa Ruang dan Waktu yang kita istilahkan dengan Xuan Kong ini diartikan dengan kata kekosongan. Awalnya dalam sejarah dan budaya Tiongkok waktu itu ilmu filsafat telah berkembang cukup pesat seperti halnya di Yunani kuno, seperti Socrates dan Aristoteles yang mana manusia waktu itu memahami bahwa hidup ini tidaklah kekal dan segala sesuatu pasti berubah. Tidak tetap berarti kosong, mengapa? Karena kita tidak dapat mempertahankan definisi. Jika sekarang siang maka dapatkah Anda mengatakan hal tersebut 12 jam kemudian? Jika putra Anda yang berusia 8 tahun sekarang Anda menyebutnya masih masa kanak-kanak apakah Anda masih bisa mengatakan itu ketika mereka berusia 35 tahun?
Karena tidak ada satu pun yang tetap di dunia ini, maka para pakar Feng Shui kuno menyebut fenomena ini sebagai Yun atau secara harafiah berarti siklus. Siklus ini terjadi secara Zi Ran (secara alamiah) dan bergerak mengikuti Li (kodrat alam) dalam suatu Xuan Kong (Ruang dan Waktu) yang memiliki obyek Tai Ji (titik pusat). Seperti halnya Matahari yang menghangatkan dunia kita ini terjadi secara alamiah (Zi Ran) dan terbit dari timur terbenam di sebelah barat sesuai kodrat alam (Li) pada tanggal 22 Maret 2008 jam 13:15 di Indonesia bagian barat (Xuan Kong) ketika Anda sedang sibuk bekerja di kantor (Tai Ji). Pahamkah metafora saya ini?
Dan karena semuanya sudah dalam siklus, maka demikian juga dengan kehidupan manusia yang tidak mungkin lepas dari kelahiran, penuaan, sakit, dan akhirnya meninggal seperti halnya dengan energi alam semesta Qi yang memiliki siklus dimulai dari Sheng Qi (lahir), Wang Qi (kuat), Shuai Qi (lemah), Si Qi (mati), dan Sha Qi (pembunuh). Ini adalah salah satu hasil penemuan dari riset para pakar Feng Shui kuno dalam menganalisa dan mengidentifikasi segala fenomena di dunia kita ini.
Jika memang siklus yang menyebabkan segala fenomena yang kita hadapi ini selalu berubah, lantas apa hubungannya dengan kehidupan manusia yang pelik ini? Membahas sampai sini, saya jadi teringat oleh perkataan orang kuno yang mengatakan “Yi Shan You Yi Shan Gao, Yi Tian You Yi Tian Gao” yang artinya di atas gunung masih ada gunung yang lebih tinggi dan di atas langit masih ada langit yang lebih tinggi. Artinya sepintar-pintarnya diri kita masih terdapat faktor lain yang lebih mengungguli kita ini.
Faktor inilah yang disebut oleh pakar kuno sebagai X-files, yang mana mereka menemukan ketika di malam hari dengan menengok ke atas langit apa yang terjadi dengan banyaknya bintang-bintang? Dan lebih dari 2.000 tahun yang lalu mereka meriset sekalipun di langit terdapat banyak bintang, tetapi terdapat satu gugusan bintang yang mana kehadirannya selalu ada dan tampak ketika di malam hari. Gugusan bintang ini adalah bintang kutub utara (Bei Dou Xing).
Disini Anda tidak mempelajari ilmu zodiak Barat tetapi menurut catatan yang ada Tiongkok juga menemukan hal yang sama lebih dari 2000 tahun yang lalu. Anda pun boleh mencobanya cobalah luangkan waktu sejenak malam ini dan jika terdapat bintang-bintang amatilah antara hari ini dengan sebulan kemudian atau kapanpun saja, Anda akan menemukan satu formasi bintang yang selalu tampak sedangkan bintang-bintang yang lain timbul dan tenggelam.
Lantas apa hubungannya antara bintang kutub utara (Bei Dou Xing) ini dengan kehidupan kita manusia? Seperti apa yang telah saya uraikan dalam artikel “Feng Shui dan Taoisme”, bahwasanya ilmu Feng Shui berakar dari ajaran theology Taoisme, yang mana dalam liturgy Taoisme mereka mempercayai banyaknya dewa-dewi seperti halnya kebudayaan Yunani. Bei Dou Xing sejatinya adalah figur dari para dewa yang memiliki peranan yang begitu besar dan kuat sekali dalam tata ibadat Taoist, mengapa? Karena menurut catatan yang ada setiap bintang di alam semesta ini memiliki sebuah penguasa yang mana dalam hal ini kita sebut sebagai dewa.
Nah, dewa-dewa yang tergabung dalam susunan Bei Dou Xing ini memiliki pengaruh yang luar biasa kuatnya dalam kehidupan manusia, seperti halnya dalam ilmu peramalan Tiongkok yang kita sebut dengan Zi Wei Dou Shu. Menurut literatur klasik yang ada, seperti Yu Han Bi Ji dan Si Ji Tian Kuan Shu tertulis bahwa “Posisi bintang kutub utara (Bei Dou Xing) berada di titik tengah langit yang dapat mengontrol keempat musim (musim semi, panas, gugur, dan dingin), 5 elemen (air, api, tanah, kayu, logam), serta mengatur sistim kalender Tiongkok yang mana peregerakan energi Qi diantara langit dan bumi diatur oleh sembilan bintang”. Sembilan bintang inilah yang kita sebut dengan bintang kutub utara, yaitu:
1. Tan Lang Xing Jun, yang dihubungkan dengan popularitas dan prestasi seseorang, serta vitalitas manusia.
2. Ju Men Xing Jun, yang dihubungkan dengan komunikasi dan hubungan antar manusia.
3. Lu Cun Xing Jun, yang dihubungkan dengan karir dan keberuntungan materi seseorang.
4. Wen Qu Xing Jun, yang dihubungkan dengan studi, penghargaan, serta promosi seseorang.
5. Lian Zhen Xing Jun, yang dihubungkan dengan hubungan persaudaraan antar manusia dan kehidupan pribadi.
6. Wu Qu Xing Jun, yang dihubungkan dengan kekuasaan, pengaruh dan aspek finansial seseorang.
7. Po Jun Xing Jun, yang dihubungkan dengan semangat juang serta perubahan dalam kehidupan seseorang.
8. Zuo Fu Xing Jun, yang dihubungkan dengan loyalitas dan kemakmuran seseorang.
9. You Bi Xing Jun, yang dihubungkan dengan kebahagiaan dan kesuksesan seseorang.
Selanjutnya, kesembilan bintang ini kita kenal dengan istilah Jiu Huang Xing Jun atau sembilan bintang penguasa. Lantas apa hubungan antara kesembilan bintang ini dengan praktek Feng Shui? Perlu Anda ketahui bahwa dalam Feng Shui kita mengenal istilah San Yuan. San Yuan disini tidak saya artikan sebagai tiga periode tapi saya menginterpretasikannya sebagai tiga faktor kehidupan, yaitu:
1. Faktor langit, dalam hal ini kita merujuk pada kesembilan bintang yang dibatasi oleh waktu.
2. Faktor bumi, dalam hal ini kita merujuk pada sebuah lokasi atau ruang yang memiliki batas.
3. Faktor manusia, diri kita sendiri yang berada diantara kedua faktor tersebut di atas.
Ketiga faktor tersebut sangat memerankan pengaruhnya yang krusial dalam praktek Feng Shui, mengapa? Karena mereka memiliki hubungan interdependensi satu sama lain, sederhananya begini: Di manapun manusi berada selalu berpijak pada bumi dan berada di bawah langit. Dengan kata lain kita selalu dibatasi dalam ruang (faktor bumi) dan waktu (faktor langit).
Mengapa faktor langit yang diwakili oleh kesembilan bintang kutub utara memiliki parameter waktu? Ingatkah Anda bahwa tidak ada satupun yang kekal di dunia ini dan kita harus mengalami perubahan terus menerus? Inilah jawabannya! Setiap bintang dari kesembilan bintang di atas dapat saya uraikan sebagai berikut:
a. Periode atas:
1) Siklus pertama (Tan Lang Xing Jun): tahun 1864 – 1884
2) Siklus kedua (Ju Men Xing Jun): tahun 1884 – 1904
3) Siklus ketiga (Lu Cun Xing Jun): tahun 1904 – 1924
b. Periode tengah:
1) Siklus keempat (Wen Qu Xing Jun): tahun 1924 – 1944
2) Siklus kelima (Lian Zhen Xing Jun): tahun 1944 – 1964
3) Siklus keenam (Wu Qu Xing Jun): tahun 1964 – 1984
c. Periode bawah:
1) Siklus ketujuh (Po Jun Xing Jun): tahun 1984 – 2004
2) Siklus kedelapan (Zuo Fu Xing Jun): tahun 2004 – 2024
3) Siklus kesembilan (You Bi Xing Jun): tahun 2024 – 2044
Selanjutnya teori ini kita kenal sebagai San Yuan Jiu Yun atau tiga periode sembilan siklus. Dan karena Qi memiliki peranan yang sangat penting, maka para pakar Feng Shui menyebut Qi dari faktor langit ini sebagai Yun Qi! Seperti apa yang telah saya jelaskan bahwa faktor langit tidak dapat berdiri sendiri jika tidak ada faktor bumi, maka disinilah aspek fungsional dari sebuah bangunan atau tempat tinggal kita. Mengapa? Karena dimana ada ruang , maka harus ada waktu, demikian juga sebaliknya.
Rumah, kantor, pabrik, toko, atau apapun fungsi bangunan yang kita huni pasti terdapat aliran energi dari faktor langit atau Yun Qi. Kongkretnya, rumah atau bangunan yang kita huni berfungsi sebagai penangkap dan penjebak aliran energi dari langit. Satu-satunya hal penting yang harus ditanyakan adalah kapan rumah atau bangunan kita tersebut pertama kali dibangun ? Siklus pertama, kedua, ketiga, dsb…? Dengan mengetahui parameter waktunya maka selanjutnya kita dapat melakukan analisa dari aliran energi Qi di rumah atau bangunan tersebut
DALAM melakukan analisa dari aliran energi Qi di sebuah rumah atau bangunan apapun, kita perlu memperhatikan dua hal penting, yaitu Xiang (arah hadap rumah) dan Shan (arah duduk rumah). Perlu Anda ketahui bahwa kedua hal tersebut dapat dimisalkan seperti manusia yang mana dalam ilmu pengobatan Tiongkok kita sebut sebagai Ren Mai dan Du Mai , ini merupakan garis tubuh yang sangat vital sekali demikian juga dalam ilmu Feng Shui.
Sekali kita mengetahui arah hadap dan arah duduk rumah dengan menggunakan Luo Pan (kompas Feng Shui) maka berikutnya kita bisa menentukan titik atau lokasi yang baik atau buruk dalam sebuah rumah. Titik atau lokasi inilah yang akan kita mainkan dalam peletakkan pintu utama, kamar tidur, ruang dapur, ruang keluarga, toilet, dan sebagainya.
Pokok dasar yang kita pakai di sini adalah ketika kita telah mengetahui arah hadap dan arah duduk rumah, maka kita memperoleh titik pusat (Tai Ji) yang mana dalam teori Feng Shui kita menyebutnya sebagai Tian Xin atau secara harafiah berarti jantung langit dan hal ini dapat dimisalkan Anda (titik pusat – Tai Ji) sedang berada dalam sebuah ruang dan waktu (Xuan Kong) dan dikelilingi oleh dua kelompok orang yang pertama adalah kelompok putih dan kedua adalah kelompok hitam, manakah yang akan Anda dekati? Demikian juga dengan praktek Feng Shui!
Nah..sekali kita dapat melakukan pemetaan energi berdasar arah hadap dan arah duduk rumah maka selanjutnya kita mengikuti rumus Feng Shui. Disini peranan seorang pakar Feng Shui dibutuhkan, karena dalam ilmu Feng Shui kita memiliki berbagai macam formula atau rumus dalam menghitung peredaran energi tersebut. Seperti seorang dokter ataupun scientist tingkat kemahiran mereka ditentukan dari learning process dan experience yang matang.
Sebagian praktisi masih berada di tingkat awal, sebagian yang lain cukup expert, dan sedikit dari mereka yang bisa mencapai tahap master! Bagaimana untuk menilai seorang praktisi telah mencapai tingkat master sejatinya tidaklah mudah karena kita tidak dapat menilainya dari berdasar apa yang dia ketahui dan apa yang dia bicarakan tapi lebih pada hasil yang telah kita peroleh sebagai user. Disinilah peranan saya ataupun Anda dalam menilainya apakah dia seorang pakar yang professional atau tidak, seperti kata pepatah lama “No body is perfect”. Mungkin ini juga menjadi keunikan fenomena praktek Feng Shui selama ini.
Sekali kita mendapatkan informasi peredaran energi di rumah atau bangunan yang kita huni, maka sekarang giliran faktor bumi yang kita perhatikan. Jika dalam faktor langit kita melihat parameter waktu yang abstrak maka dalam evaluasi Feng Shui faktor bumi kita membicarakan sesuatu yang kongkret. Sederhananya begini, dalam faktor bumi kita seorang praktisi menggolongkannya menjadi dua bagian, yaitu benda yang bergerak (Yang) dan benda yang diam (Yin). Polaritas dari hukum Yin-Yang ini terkenal dengan istilah Ji Xiong Wei Ren Lei Zhi Nan Nu artinya kebaikan dan keburukan ditentukan dari hubungan Yin (perempuan) dan Yang (laki).
Artinya, benda bergerak (Yang) bisa menjadi area rumah yang banyak dibutuhkan aktivitas manusia seperti ruang kerja, ruang dapur, ruang tamu, dll sedangkan benda yang diam (Yin) bisa menjadi: area rumah yang sedikit dibutuhkan aktivitas seperti kamar tidur, ruang keluarga atau ruang santai, dan lain-lain.
Berdasarkan perhitungan faktor langit diatas maka tugas seorang praktisi Feng Shui perlu melakukan sinkronisasi dengan faktor bumi, artinya bahwa area yang menguntungkan dan bersifat diam maka kita perlu memakai area tersebut sebagai kamar tidur utama, sedangkan area yang menguntungkan dan bersifat gerak maka kita dapat menggunakannya sebagai ruang kerja. Bagaimana untuk mengetahui area tersebut menguntungkan atau tidak telah menjadi tugas utama dari para praktisi Feng Shui karena ini akan menunjukkan apakah semua solusi yang diberikan memberikan sebuah hasil yang positif.
Dalam faktor bumi yang kita golongkan sebagai hubungan Yin dan Yang masing-masing memiliki manfaat yang berbeda, artinya area Yin (diam) akan bermanfaat bagi hubungan antar manusia dan kesehatan penghuni rumah tersebut, sedangkan area Yang (gerak) akan bermanfaat bagi keberuntungan materi ataupun ketenaran seseorang. Seperti dalam aliran Feng Shui bintang terbang (Fei Xing Pai) misalnya kita membaginya menjadi empat klasifikasi utama, di antaranya:
1. Rumah yang baik untuk materi keluarga dan hubungan antar manusia (Wang Shan Wang Shui)
2. Rumah yang baik untuk materi keluarga tapi tidak untuk keharmonisan keluarga (Shuang Xing Hui Xiang)
3. Rumah yang baik untuk keharmonisan keluarga tapi tidak untuk materinya (Shuang Xing Hui Zuo)
4. Rumah yang tidak baik untuk materi maupun keharmonisan keluarga (Shang Shan Xia Shui)
Dan tentu saja semua memiliki solusinya, jika semisal rumah Anda berada pada kategori ke-4 maka Anda masih dapat memanuver keberuntungan Feng Shui rumah tersebut dengan sebuah metode yang kita sebut dengan Jie Hua Yin Yang atau merubah kondisi hubungan Yin dan Yang dalam rumah. Ini adalah metode paling dasar yang harus diketahui oleh semua orang yang ingin mempraktekkan Feng Shui dirumahnya masing-masing.
Dalam menganalisa faktor bumi sebenarnya kita tidak hanya melihat dari hubungan Yin-Yang saja, karena dalam faktor bumi kita juga menganalisa Xing (bentuk) dan Shi (warna) rumah, termasuk juga lingkungan luar rumah tersebut, seperti bentuk jalan , bangunan tetangga, benda-benda di sekitar rumah, dsb. Bagaimana untuk memilih eksterior dan interior rumah juga menjadi tugas seorang praktisi Feng Shui, Anda bisa membaca artikel kami di Feng Shui, Warna, & Rumahku Atau di e-book “12 Pedoman Feng Shui dalam membeli Rumah”.
Dalam pandangan orang Tiongkok sesuatu yang baik atau hidup adalah segala bentuk yang indah, tertib, dan fleksibel oleh karena itu jika Anda menghuni sebuah rumah dengan lingkungan yang kumuh maka itu bukanlah hal yang baik dalam sudut pandang Feng Shui, begitu juga dengan bangunan tetangga yang rusak dan cacat parah di depan rumah Anda juga tidak membawa efek Feng Shui yang baik ataupun juga rumah Anda berada pada posisi tusuk sate.
Mengapa? Saya jadi teringat oleh guru Feng Shui saya yang pernah mengatakan, ketika kita melihat rumah lihatlah dia sebagai manusia! Hal ini sama saja jika Anda berada di sebuah tempat dan dikelilingi oleh banyak wanita cantik atau seorang coverboy bagaimana perasaan Anda? Feng Shui juga menyangkut psikologis manusia. Satu contoh yang gampang jika rumah kita terlihat biasa-biasa saja dan sederhana akan tetapi rumah kita diapit di kedua sisi kanan-kiri oleh bangunan tetangga yang megah dan mewah, maka hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologis Anda menjadi sering minder. Benarkah?
Setelah kita telah melakukan sinkronisasi terhadap faktor langit dan bumi maka kita perlu melakukan sinkronisasi terhadap faktor manusianya juga. Mengapa? Karena keluarga Andalah yang menempati rumah tersebut. Ada dua hal penting yang harus diperhatikan:
1. Kelahiran penghuni rumah
Setiap tahun kelahiran seseorang, energi alam semesta dari tahun ke tahun tidaklah sama. Kita terpengaruh oleh sebuah medan energi (Qi) dari alam yang membentuk personality dan human magnetism yang unik satu dengan yang lain. Dengan mengetahui tahun, bulan, tanggal, dan jam kelahiran seseorang maka seorang praktisi Feng Shui dapat mengetahui apa rumah yang ideal menurut kita dan membawa berkah. Seperti kata pepatah “Blessed people live in the bless land”, maka untuk menjadi seseorang yang penuh dengan berkat maka kita harus mengenal diri kita sendiri.
“Be acquainted with our nature”. Salah satu metode yang biasa sering dipakai adalah dengan mengetahui Ming Kua kelahiran seseorang, Anda dapat membaca artikel kami di Cara menghitung Ming Kua dalam Ba Zhai atau pada e-book “12 Pedoman Feng Shui dalam membeli Rumah”. Metode lain yang biasa dipakai oleh praktisi adalah dengan menggabungkan ilmu astrologi Tiongkok seperti Zi Ping Ba Zi dengan Feng Shui, metode ini juga cukup mudah karena dengan mengetahui unsur yang menguntungkan (teori 5 unsur) maka kita dapat menentukan dimana arah dan sektor rumah yang baik untuk seseorang. Ada juga yang menggunakan kecocokan shio (dari ke-12 shio) seseorang maka seorang praktisi Feng Shui akan menganjurkan Anda untuk meletakkan pintu utama, dapur ataupun kamar tidur pada sektor-sektor tertentu dalam rumah.
2. Cintailah rumah Anda sendiri
Mengapa? Jika Anda mencintai rumah Anda maka rumah Anda juga akan mencintai Anda. Ini merupakan hubungan timbal balik yang membuat perasaan Anda selalu dalam sukacita. Jika Anda mempunyai hubungan afeksional yang dalam dengan rumah, dan keluarga Anda sendiri maka dengan sendirinya Anda hidup dalam keharmonisan. Dan jika rumah tangga Anda telah harmonis maka hoki atau keberuntungan itu akan datang dengan sendirinya. Tidak percaya? Anda boleh membuktikannya sendiri.
Tidak dapat dipungkiri salah satu yang menyebabkan kegagalan atau kekandasan karir kita ataupun timbulnya penyakit yang disebabkan oleh stress ini terjadi pada problem rumah tangga. Jika Anda sudah merasa tidak betah tinggal di rumah maka hal inilah yang membuat human magnetism pada diri kita memancarkan sebuah gelombang atau medan energi yang negatif bahkan hubungan sosial kita diluarpun secara tidak langsung juga akan ikut terpengaruh. Jika pikiran kita tenang dan perasaan selalu nyaman kita dapat memecahkan semua masalah hidup dengan sendirinya.
Alasan terakhir selain kedua faktor tersebut di atas, adalah bahwa sekali kita telah menentukan semua area yang baik dan buruk dalam rumah sesuai aturan dan kaidah Feng Shui berdasar faktor langit dan bumi maka kita perlu bersikap optimis dan positif dalam pengertian jika seorang praktisi telah menentukan bahwa area timur rumah Anda cocok sebagai ruang dapur, area selatan cocok sebagai posisi letak pintu utama, dan area barat cocok sebagai letak kamar tidur maka sikap yang optimis dan positif dari diri kita akan memicu human and geo-magnetism di area tersebut bekerja dengan sendirinya.
Di sini saya tidak berbicara bahwa Feng Shui memerlukan suatu sugesti, karena jika saya mengatakan “ya” maka kita tidak perlu repot-repot pakai ilmu Feng Shui lagi. Hal ini tidak ada bedanya jika Anda sakit panas dan Anda pergi ke dokter lantas diberi obat untuk penghilang panas, apakah panas tersebut bisa hilang jika Anda ternyata diberi obat sakit perut walaupun Anda tidak tahu dan telah bersikap optimis dan positif terhadap obat tersebut?
Oleh karena itu tidak heran jika ada pepatah guru Feng Shui kuno yang mengatakan bahwa untuk memperoleh Feng Shui yang baik, maka kita harus menghuni di waktu yang tepat (faktor langit) di tempat yang tepat (faktor bumi) dengan sikap yang tepat (faktor manusia). Dengan demikian Feng Shui itu barulah bisa bekerja dengan sendirinya (zi Ran).

No comments:

Post a Comment

Lp Thep

The Legendary 900 years old Monk - LP Thep (九百多岁高僧的传奇) This story was told by Archan Tia of Wat Sungai Siput (http://www.archantia.info) to...