Wednesday, June 3, 2020

fengshui untuk interior


Feng Shui Interior
Untuk mencapai rumah tangga yang harmonis, maka feng shui rumah adalah nomor wahid.
Posisi kamar mandi dibuat agar jangan terlihat dari pintu masuk. Atau, jika seperti itu, rejeki yang masuk ke dalam rumah akan langsung terbawa bersamaan tombol flush di kamar mandi ditekan atau ditarik.
Apabila Gua anak dan Gua orang tuanya konflik (Ciong), maka tempat tidur mereka harus dipisah atau anak tersebut dijadikan anak kandung famili atau keluarga lain  – lewat proses tertentu, sebelum tinggal di rumah itu lagi. Hal ini dipercaya meniadakan konflik (Ciong).


Untuk rumah ada tiga bagian utama yang perlu mendapat perhatian lebih dari feng shui karena dampak lebih dominan dibanding bagian-bagian rumah lainnya. Tiga barian utama itu adalah pintu masuk, dapur dan kamar tidur.

Pintu masuk
Pintu masuk disebut pada urutan pertama karena merupakan jalan bagi qi untuk masuk ke dalam rumah.
Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian:
Jangan terlalu dekat dengan jalan utama karena qi menjadi terlalu cepat.
Hindari dari tusukan ujung atap tajam rumah depan.
Adalah tabu ada tiang yang berada di depan pintu masuk.
Jangan sampai ada tiang listrik di seberang jalan atau di depan pintu.
Pintu masuk tertutup pepohonan.
Pintu masuk tepat berada pada simpang “T” (“Tusuk sate”).
Hindari tepi dinding rumah depan menusuk rumah pada pintu utama.
Kolam renang jangan ada di depan pintu masuk.
Terlalu dekat dengan sungai yang ada di depan pintu.

Di atas adalah kondisi eksternal dan untuk kondisi internal rumah di bawah ini.
Ada pilar atau tiang di dalam rumah setelah pintu masuk.
Tepi dinding kamar menjadi sha qi yang mengancam pintu masuk dari dalam rumah.
Pintu masuk jangan ada pada posisi lurus dengan jalan saat pintu dibuka.

Dapur
Dapur adalah tempat dimana makanan bagi seluruh penghuni rumah dipersiapkan.
Ada beberapa LARANGAN yang perlu mendapat perhatian:
Berada di tengah rumah.
Kompor dan tempat cuci letaknya jangan terlalu berdekatan.
Kompor diletakkan di tengah dapur.
Kompor berada dekat pintu masuk dapur.
Kompor bersebelahan dengan refrigerator.
Kompor tepat menghadap pintu masuk dapur.


Kamar tidur
Kamar tidur adalah tempat dimana kita menghabiskan 1/3 waktu kita dalam sehari.
Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian:
Bentuk ruangan kamar tidur: persegi panjang
Di belakang kepala, saat tidur, adalah dinding kamar (Yin) bukan jendela (Yang).
Hindari beton yang menonjol di atas tempat tidur kecuali tertutup plafon.
Jangan menempatkan kamar tidur pada ruangan di bawah tanah karena cenderung lembab dan gelap.
Jangan sampai plafon kamar tidak rata.
Jangan sampai ada pilar di kamar tidur karena menciptakan sha qi.
Hindari jarak antar pintu kamar tidur yang terlalu berdekatan.
Hindari ujung dinding ruang lain ‘menusuk’ pintu masuk kamar.
Dapur di bawah kamar menyebabkan penghuni kamar temperamental.
Jangan memasang cermin berhadapan dengan ranjang.


Lain-lain
Masik ada lain hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian selain pintu masuk, dapur dan kamar tidur.
Tangga jangan terletak di tengah rumah.
Posisikan tangga di sektor rumah yang menguntungkan – menggunakan fey xing, sehingga lantai atas pun mendapat qi yang memadai.
Tangga jangan terlalu curam – jarak antar anak tangga tidak terlalu tinggi juga.
Jangan sampai posisi tangga lurus dengan pintu masuk utama.
Tangga jangan langsung ada di depan ruangan – tanpa Ming Tang.
Hindari tangga yang berada di atas pintu masuk rumah.
Jangan sampai toilet dibangun di atas pintu utama.
Pintu masuk toilet pada kamar tidur sejajar dengan pintu masuk kamar tidur.
Jika membangun kolam renang atau memasang akuarium proporsional dengan luas bangunan rumah.

Mencari Hari Baik



Sebelum melakukan sesuatu pekerjaan yang tergolong ‘besar’, maka orang mudah tergoda untuk mencari hari baik. Mulai dari menandatangani naskah kerjasama, membuka usaha, pindah rumah, menentukan hari untuk seminar atau melakukan perjalanan semua akan sibuk mencari tanggal (termasuk jam) baik.
Peletakan batu pertama atau menggali kuburan – terkait kegiatan menggali tanah - dilakukan dengan mencari tanggal baik terlebih dahulu. Ada pantangan atau larangan bahwa pada hari atau tahun tertentu tidak boleh melakukan renovasi rumah pada sektor-sektor arah tertentu.
Pemotongan pita atau pembukaan selubung kain merah untuk menutupi nama toko atau nama usaha juga harus mencari hari baik demi meraih sukses di masa depan.

Mencari hari baik bukan hal baru bagi masyarakat Cina. Banyak ditemukan bukti-bukti retakan tulang (oracle bone) untuk divinasi dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkisar tentang waktu menguntungkan untuk melakukan suatu tindakan (aksi). Divinasi jaman dahulu, kisaran tahun 1500 – 1045 S.M., dilakukan dengan membakar tempurung kura-kura dan tulang mamalia (Rincian ada pada ‘Mengenal Kitab I Ching. Sebuah Kebenaran Tak Berubah Tentang Perubahan’) setelah terlebih dahulu mengajukan pertanyaan.
Aktivitas di atas didasari pada alasan bahwa apabila melakukan akvititas tidak selaras dengan musim (waktu) akan merusak tatanan kosmis dan mengundang (reaksi) negatif.

Cara di atas kurang praktis karena masih ada peran pembaca nasib (fortune teller). Dalam perkembangannya, penetapan hari-hari untuk keperluan tertentu dituangkan ke dalam almanak yang kemudian disebut dengan Tung Shu. Rekomendasi harian ada pada Tung Shu mulai dari menaman pohon, pindah rumah, membuka usaha, mengadakan rapat, melakukan perjalanan, membuka usaha baru bahkan mengadakan pesta perkawinan atau memotong rambut.
Peran pembuatan Tung Shu, kemudian diambil-alih oleh Raja atau negara sebelum dialihkan sebagai sarana komunikasi dari atas-ke-bawah (top-down) sekaligus media agar terjadi koordinasi bagi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh para birokratnya. Dari aspek religius, akurasi kalender memungkinan negara menentukan skedul upacara ritual pada saat yang tepat. Pada saat bersamaan, kalender merupakan cara negera melegimatikan kekuasaannya.

Menjelang pergantian tahun ramai dijajakan Tung Shu dalam bentuk buku dengan gambar depan bergambar shio tahun mendatang dan tulisan berbentuk karakter Cina karena lazimnya buku ini dicetak di Hongkong atau Malaysia sebelum didistribusikan ke negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah warga keturunan Cina. Buku Tung Shu ini dapat dengan mudah dibeli di kaki lima di  Singapura dan Kuala Lumpur tapi dapat juga dicari di kawasan Glodok dan Pluit di Jakarta.

Selain dalam bentuk buku, ada Tung Shu dibuat dalam bentuk kalender atau agenda. Ada beberapa Master mencetak dalam format ini. Master Joey Jap. Master Raymond Lo (bersama Ricky Than) dan Master Tan Khoon Yong hampir setiap tahun mencetak kalender atau agenda ini dengan harga jual di atas Tung Shu dalam bentuk buku.

Penentuan hari baik bukan hanya berdasarkan Tung Shu yang terkesan berlaku bagi semua orang. Ada banyak metode mencari hari baik yang dapat dipakai untuk diri pribadi,  jika merasa bahwa hari baik tidak berlaku untuk semua orang, namun dibawah hanya diambil 3 metode yang mungkin pernah Anda dengar dan diurut mulai dari yang paling mudah/atas dan makin ke bawah makin sulit.

Delapan Karakter (Ba Zi) atau Analisis Pilar (Pillars of Destiny)
Xuan Kong Da Gua
Qi Men Dun Jia

Waktu (menguntungkan) yang diperoleh lewat ketiga metode di atas selalu berbeda, sehingga timbul pertanyaan metode manakah yang paling unggul dan paling tepat dapat menentukan waktu? Apabila Anda menggunakan metode berbeda lagi, maka akan diperoleh waktu yang berbeda pula.l

Satu metode (dalam kerangka yang lebih luas adalah aliran dalam feng shui) menyatakan waktu tertentu adalah menguntungkan, tapi metode lain atau aliran lain menyatakan tidak menguntungkan. Bagi bangsa Barat, perbedaan ini dapat mengundang perdebatan panjang. Mengapa di Cina tidak ada masalah dengan hal di atas?

Di Cina, untuk menghindari debat, dibuat penjelasan yang panjang. Dalam kasus ini, solusi dinyatakan bahwa apabila metode satu benar sebab pada waktu pertanyaan diajukan waktunya menguntungkan untuk aktivitas tertentu sedang metode atau aliran lain juga benar, waktu tidak menguntungkan karena untuk aktivitas yang berbeda.
Tidak adanya kepastian tentang waktu yang [paling] menguntungkan itu sendiri dapat menjadi kendala. Ibarat bahwa setiap perselancar melihat ombak yang sama namun dapat mengartikan secara berbeda. Seorang perselancar melihat ombak di laut saat ini sebagai kesempatan baik (waktu menguntungkan), namun perselancar lain melihat bukan saat yang tepat (waktu merugikan). Jadi waktu [paling] menguntungkan itu sangatlah relatif.

Jika masih merasa belum cocok dengan teknik-teknik yang disebutkan di atas, Anda dapat mengajukan pertanyaan tentang apakah waktu tertentu tepat untuk aktivitas tertentu yang akan dilakukan dengan cara melempar 3 koin sebanyak 6 kali guna membentuk heksagram (menggunakan I Ching) sebelum dibuat interpretasi guna menentukan waktu tersebut menguntungkan atau belum tepat dan perlu dicari waktu yang lain.  Atau abaikan metode di atas, lakukan sesuai dengan jadual waktu yang Anda tetapkan sendiri.


Prinsip Fengshui

7 Prinsip dalam Feng Shui

7 Prinsip dalam Feng Shui
Hampir semua persoalan atau problem feng shui dapat dijawab dengan menggunakan tujuh prinsip yang akan disebut di bawah ini. Dalam praktiknya prinsip-prinsip ini dapat berjalan sendiri, meskipun dalam kasus-kasus tertentu diterapkan bersama dengan prinsip-prinsip lain.

Feng shui adalah seni sehingga terbuka kesempatan untuk memberi interpretasi yang berbeda untuk fenomena yang sama.

Dapat disebut ada 7tujuh) prinsip dalam feng shui:

Prinsip Yin-Yang
Ini adalah prinsip yang paling mendasar. Konsep ini memberi kategori semua di bawah langit ini menjadi dua kutub: Yin dan Yang.

Yin      : gelap, feminim, dingin, lemah, interior, diam
Yang  : terang, maskulin, panas, kuat, eksterior, bergerak


Prinsip ini mendasari karakteristik yang diusung dalam feng shui. Gunung, karena diam, mewakili yin sedang sungai, karena mengalir, mewakili yang. Pada gunung yang sama karena adai sisi depan [gunung] disebut yang dan belakang [gunung] disebut yin atau gunung ini memiliki lembah dan kontur naik turun maka disebut gunung yang, dimana dibedakan dengan gunung yin tidak memiliki lembah.
Sama halnya dengan air. Air yang bergerak disebut air yang dan air yang diam seperti danau atau bendungan disebut air yin karena relatif tidak banyak bergerak.

Tinggal dekat sekolah, rumah ibadah, rumah sakit, kantor polisi, penjara, bekas kuburan adalah tidak baik karena dalam hal sekolah terjadi perubahan cepat dari terlalu yang (waktu bersekolah sangat ramai) dan menjadi yin setelah sekolah usai. Tempat ibadah, rumah sakit, kantor polisi, penjara adalah tempat-tempat yang mewakili katakteristik yin sehingga tidak cocok apabila berdekatan dengan rumah tinggal. Jawaban ini masih belum tuntas karena masih akan dilengkapi pada uraian tentang prinsip-prinsip lainnya.


Prinsip lima unsur
Dikatakan bahwa semua bentuk-bentuk di dalam alam semesta ini tersusun dari lima unsur, termasuk nasib manusia. Prinsip ini membuat apa pun dipilah menjadi lima kategori.

Dari banyak karakteristik yang terkandung pada lima unsur, maka hanya diambil musim, warna, organ tubuh, perasaan negatif, perasaan positif, dan rasa.

Kayu   : semi, hijau, hati, marah, kebaikan, asam.
Api      : panas, merah/ungu, jantung, benci/tidak sabar, cinta, pahit.
Tanah            : dua minggu sebelum pergantian musim, kuning/coklat, lambung, kuatir, kejujuran, manis.
Logam: gugur, putih/emas/metalik, paru, sedih, kebenaran, pedas 
Air       : Dingin, biru/hitam, ginjal, takut, ramah, asin

Masih banyak pentalogi (pembagian hal dibagi menjadi 5 kategori unsur) yang dapat disebut, namun dengan tabel di atas, Anda dapat melakukan ‘prediksi.’ Perasaan marah, sebagai contoh, berhubungan dengan organ hati sedang takut dengan organ ginjal. Orang yang sangat ketakutan akan terkencing-kencing dan seorang pemarah akan memiliki kelainan pada hatinya.

Pada buku karya Masaru Emoto “The True Power of Water. Hikmah air Dalam Olahjiwa” dinyatakan bahwa organ hati memiliki resonansi yang sama dengan rasa marah sedang organ ginjal dengan rasa takut. 

Contoh lain, nikotin memiliki rasa pahit (unsur api) dan unsur api ini mengendalikan unsur logam dimana dalam organ diwakili oleh organ paru. Bagi perokok aktif, bahkan perokok pasif, risiko terkena penyakit yang terkait dengan organ paru  adalah konsekuensinya.

Lewat Ba Zi, dapat diketahui orang masuk unsur apa dengan melihat pilar hari kelahiran. Unsur itu akan menentukan aspek-aspek berbeda yang dicerminkan oleh unsur-unsur selain unsur diri itu. Misal: bagi orang kayu, unsur tanah menunjuk uang, namun bagi orang air, unsur tanah menunjuk kekuasaan. (Baca: Feng Shui dan Bazi, Saudara Sepupu). Hal lain tentang unsur adalah menyangkut arah, jenis usaha, bentuk rumah yang sesuai untuk orang unsur tertentu.


Prinsip tiga-serangkai Langit-Manusia-Bumi
Langit di atas, bumi di bawah dan manusia berada di tengah langit dan bumi. Istilah Kan-yu secara leksikal berarti Langit dan bumi.” Lokasi, lingkungan, dekorasi interior, arah harap rumah semua itu termasuk (matra) bumi. Langit adalah pembentuk utama nasib kita. Untuk ‘mengolah’ langit ini kita mengamati setiap individu dan arah secara seksama. Warna atau bentuk berbeda, sebagai contoh, akan memberi atau membawa dampak berbeda bagi setiap individu. Teori Delapan Arah Rumah (Eight Mansion atau Ba Chai) menentukan arah-arah terbaik setiap individu, setelah menghitung angka Gua, yang diperoleh dari tahun kelahiran. Manusia adalah unsur paling aktif dari trio ini. Manusia membangun rumah, tinggal di dalamnya, penataan ruangan dan perabot sampai dampak datang apakah baik atau buruk.
Energi qi suatu lokasi dipercayai dipengaruhi oleh posisi planet-planet di angkasa dan energi ini dapat dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Prinsip ini perlu diperhatikan dalam membahas suatu teori feng shui. Ketidakhadiran salah satu membuat teori itu memiliki kekurangan. Kembali ke Teori Delapan Arah Rumah, dimana hanya mengandalkan ‘duet’ dari  ‘Tiga serangkai’ yaitu manusia dan bumi. Manusia dilihat dari tahun kelahiran (angka Gua) dan Bumi dilihat dari arah hadap lahan, tanpa mengikutsertakan ‘Langit’ yang bertindak sebagai [faktor] waktu. Teori Delapan Arah Rumah tidak memperhitungkan faktor waktu dalam analisisnya.


Prinsip keseimbangan dan harmoni
Keseimbangan dan harmoni adalah perhatian utama dalam pemikiran Tionghoa. Rumah besar dengan pintu kecil, sebagai contoh, tidak mengikuti prinsip ini. Dapat disebut pula hal seperti rumah kecil namun memiliki kolam ikan yang cukup besar sehingga tidak proprosional tidak mengikuti prinsip ini.
Kombinasi yin dan yang harus seimbang seperti tercermin dalam pencarian lahan adalah adalnya keseimbangan antara yin (gunung atau bukit) dan yang (aliran sungai).
Apabila di atas adalah contoh pada feng shui. Pada Ba Zi unsur-unsur menguntungkan adalah unsur-unsur yang menjaga keseimbangan atau memberi harmoni bagi unsur-unsur yang sudah ada pada pilar kelahiran.  Begitu pula pada pengobatan Cina, penyakit disebut terjadi karena tidak ada keseimbangan atau harmoni di dalam tubuh. Tugas seorang sinshe, dalam hal ini, adalah mencari tahu apa yang tidak seimbang dan melakukan tindakan agar terjadi keseimbangan sebelum tercipta harmoni di dalam tubuh yang berarti sehat.

Prinsip waktu
Langit, dalam feng shui, memendam makna astrologi dan waktu. Waktu adalah bagian integral dari alam semesta seperti yang ditunjukkan oleh Einstein dalam teori relativitas lewat matra ruang-waktu yang menyatu. Pembagian periode menjadi periode atas, tengah dan bawah masing-masing 60 tahun. Ketika berbicara tentang waktu, terlebih dahulu harus jelas apa yang dimaksud dengan waktu dalam konteks ini.
Dalam feng shui, konsep waktu, dapat menunjuk 5 hal, yaitu:
Tahun kelahiran pemilik rumah atau almarhumah
Tahun pembangunan gedung
Waktu penghuni rumah masuk ke dalam rumah
Lama suatu lokasi atau lahan memperoleh dampak feng shui
Berapa lama suatu lokasi atau lahan dapat bertahan


Prinsip alur topografi
Jangan membangun rumah atau menghuni lokasi yang tidak selaras dengan ‘aliran.’ Dalam konteks ini ‘aliran‘ menunjuk arah jajaran pegunungan, pesisir pantai atau pinggiran sungai. Dengan mengetahui tempat atau lahan yang sesuai dengan alur topografi pegunungan, pesisir pantai maupun aliran sungai tidak lain adalah mencari sumber energi qi yang dapat dimanfaatkan. Jika lokasi tertentu memiliki alur selaras dengan aliran air, maka qi akan memberi manfaat bagi para penghuninya. Apabila lokasi berhadapan dengan aliran air, maka sha qi akan menghantam lokasi itu termasuk membawa dampak buruk bagi para penghuninya.


Prinsip normal dan abnormal
Lokasi dengan feng shui baik mudah diidentifikasi cukup dengan melihat bentuk tanah apakah normal atau abnormal. Normal menunjuk hal-hal yang lazim sedang abnormal menunjuk hal-hal luar biasa.
Di tanah datar, sebagai contoh, ada bukit menunjuk abnormal begitu pula pada jajaran bukit atau gunung terdapat dataran mendatar. Lokasi kering di dataran dekat sungai adalah abnormal sama seperti keberadaan danau dengan lingkungan yang kering. Prinsip normal dan abnormal berlaku pada kondisi panjang dan pendek untuk ukuran tanah atau tinggi dan rendahnya lahan dll.. Tanah atau lahan dengan bentuk tidak beraturan adalah abnormal.

Keberuntungan

Pertanyaan apa yang menentukan keberuntungan manusia, menjadi tema karena feng shui dianggap bisa memberi jawabannya. Setiap orang memunyai tanggal lahir (termasuk jam) yang berbeda. Ada tanggal kelahiran (termasuk jam) yang sama tentunya berbeda wilayah dan latar belakang kehidupan atau profesi kedua orang tua anak itu pastilah berbeda. Ada yang memunyai tanggal kelahiran berbeda, tidak terlalu lama, seperti halnya anak kembar.
Metafisika Cina menyebut bahwa tanggal lahir tergolong keberuntungan langit sehingga manusia tidak dapat ikut campur. Mungkin Anda penasaran bagaimana dengan anak yang lahir lewat operasi caesar? Memang kita dapat menentukan kelahiran bayi di dunia ini dengan merancang tanggal dan kelahirannya, namun hal ini tidak mutlak dapat terlaksana. Ada pertimbangan medis maupun alasan lain (nasib baik atau tanya pakar feng shui) yang membuat seorang bayi harus lahir lewat operasi caesar. Dalam praktiknya, tanggal lahir yang sudah dirancang ini juga tidak dapat dipastikan secara tepat karena begitu mendekati harinya ada faktor-faktor yang membuat tanggal dan jam kelahiran bayi tidak sesuai ‘pesanan.’
Anak kembar pun, yang berbeda jam lahir, dapat menjalani kehidupan yang berbeda jauh. Kak Seto memunyai saudara kembar, namun profesi yang dijalani berbeda. Contoh lain, Bee Gees terdiri dari tiga bersaudara: Barry Gibb, Maurice Gibb dan Robin Gibb, dimana dua nama terakhir adalah kembar. Keduanya lahir hanya berbeda beberapa jam, sama-sama menjadi musisi, namun Maurice akhirnya meninggal karena terkena penyakit yang tidak sama sekali tidak diidap oleh Robin.

Setelah keberuntungan langit tentunya keberuntungan bumi yang lebih dikenal dengan sebutan feng shui. Feng shui dari tempat tinggal bayi ini kelak akan menentukan keberuntungan. Perlu diingat bahwa feng shui suatu rumah membawa dampak bagi keluruh penghuni rumah – meskipun paling banyak dinikmati oleh kepala keluarga atau menjadi pencari nafkah dalam keluarga itu. Rumah dengan feng shui yang cocok dengan penghuni dapat memberi dan membawa keberuntungan bagi penghuninya. Mungkin Anda pernah mendengar pasutri yang sudah menikah puluhan tahun tapi belum dikaruniai anak. Setelah pindah rumah, tidak lama kemudian, istrinya hamil dan melahirkan anak. Hal ini dapat diartikan bahwa feng shui rumah itu cocok dengan penghuninya. Mungkin Anda pernah mendengar atau mengetahui bahwa nasib atau keberuntungan atau karir seseorang menanjak pesat setelah pindah rumah atau menghuni rumah tertentu. Namun jangan putus asa, apabila Anda belum memeroleh rumah dengan feng shui yang cocok karena masih ada satu keberuntungan lagi yang pasti dapat Anda manfaatkan.

Jangan pernah melupakan bahwa masih ada keberuntungan manusia. Bayi yang lahir dari keluarga karyawan dan keluarga pengusaha, meskipun lahir pada hari dan jam yang sama persis akan mengarungi kehidupan yang berbeda. Masih ditambah dengan upaya mereka dalam menjalani kehidupan ini lewat usaha dan ikhtiar akan memberikan hasil yang berbeda. Tidak dapat mengandalkan keberuntungan langit (Ba Zi buruk) dan tinggal dalam rumah dengan feng shui ‘tidak terpuji’, namun karena memiliki kemauan dan keinginan untuk belajar, maka peruntungannya berubah.

[Michael] Dell tidak mengenyam pendidikan tinggi dan bukan keturunan dari keluarga terpandang, namun mampu menjadi pendiri Dell Computer, yang diawali dari merakit komputer dari garasi (tentunya bukan tempat yang mendapat perhatian utama dalam feng shui seperti halnya: kamar tidur utama). 

Ada analogi untuk menggabungkan ketiga keberuntungan di atas. Andaikan tanggal kelahiran Anda bagus laksana Ferrari (keberuntungan langit) dan tinggal dalam rumah dengan feng shui bagai sirkuit balap formula 1 (keberuntungan bumi) namun yang mengendarai mobil itu adalah orang yang tidak memunyai nyali dan kehandalan seperti [Michael] Schumacher (keberuntungan manusia), maka Ferrari yang dikendarai orang itu pasti tidak dapat melaju kencang. Atau, kemungkinan lain, Ferrari ini terlanjur terjebak di jalur lambat.

Trio keberuntungan ini saling melengkapi dan tidak memungkinan peran satu faktor saja dengan mengesampingkan kedua faktor lainnya. Trio keberuntungan ini adalah salah satu dari tujuh prinsip feng shui yang akan disebut pada artikel berikutnya. Apabila Anda membaca buku karya terbaru Malcolm Cadwell, Outliers, maka dapat diketahui kesuksesan seseorang (seperti Bill Gates, The Beatles) tidak didapat secara instan namun lewat upaya dan kerja keras sekitar 10.000 jam (“Kaidah 10.000 jam”) dan kesempatan atau waktu yang tepat dengan tahun-tahun kelahiran.

Gaib yang penuh Perlambang

Penuh dengan perlambang?
Pernahkah Anda memberanikan diri dengan mengajukan pertanyaan ketika melihat meja sembahyang dan peralatan saat akan melakukan upacara, sebagai contoh, menjelang perayaan tahun baru Imlek? Sebaiknya, jangan karena jika tidak ada orang yang mampu menjelaskan simbol dan maknanya, maka Anda akan dicap sebagai anak yang tidak berbakti dan kualat adalah akibatnya.
Sesajian yang dipakai dalam sembahyang dan peralatan utama adalah:

1.    Tee Liau terdiri dari teh, arak dan manisan, masing-masing disediakan sepasang yang melambangkan Yin dan Yang.
2.    Sepasang lilin yang dipasang di kiri dan kanan melambangkan Yin dan Yang,
3.    Nasi dan dua-belas mangkuk sayur memiliki arti dua-belas pintu kehidupan.
4.    Jeruk. Yang biasa digunakan adalah jeruk bali, jeruk garut atau jeruk siam. Diletakkan di sebelah kanan meja dengan makna simbolis adalah manusia yang berbuat baik berolah berkah dan rahmat, selain itu memiliki arti kebahagiaan.
5.    Pisang atau pisang raja melambangkan jujur dalam kebenaran. Tanaman pisang bermakna a) kerelaan, amal kebajikan – pantang mati sebelum berbuat kebaikan; b) semua bagian tanaman pisang punya kegunaan yang menunjuk berkorban demi cinta kasih kepada sesama dan c) harapan  agar keturunan sejahtera dan memeroleh kedudukan tinggi.
6.    Delima mengandung falsafah bahwa orang yang berbuat baik, penuh kasih dan bajik akan tampak dari sikap dan perbuatannya, oleh karena itu harus diamalkan.
7.    Srikaya. Awal nama sri yang berarti gelar kehormatan – barangkali tercampur dengan budaya India, dan memiliki banyak harta, sehingga srikaya memberi makna kemuliaan dan kekayaan. Delima dan srikaya adalah untuk sesaji persembahan tidak dapat dipisahkan.
8.    Belimbing.  Bentuk bulat memanjang dan dan biasanya memunyai juring lima ini terkait dengan ajaran lima kebajikan (Ngo Siang) yaitu: cinta kasih, kebenaran, kebijaksanaan, susila dan dapat dipercaya serta lima hubungan (Ngo Lun) yaitu antara: raja-menteri atau atasan-bawahan, ayah-anak, suami-istri, kakak-adik dan kawan-sahabat.
9.    Tebu. Tebu adalan tanaman berumpun yang tidak pernah yang tumbuh sendirian. Makna bahwa kita hendaknya tidak hidup sendiri dan ada asas kebersamaan. Air tebu berasa manis, batang tebu beruas, tumbuh lurus dan tidak bercabang. Manis adalah lambang kebajikan dan cinta kasih. Beruas ibarat manusia tumbuh dan berkembang dari bayi sampai usia tua. Sepasang tebu dengan daun dan akarnya diikat  juga berarti rasa syukur karena pada masa peperangan sebagian pejuang bangsa Han dapat diselamatkan oleh kejaran tentara kerajaan Ching di hutan tebu.
10. Kue ku yang berbentuk seperti punggung kura-kura yang usianya dapat mencapai ratusan tahun. Hal ini unuk melambangkan harapan agar kita memiliki daya tahan hidup di dunia.
11.  Kue mangkok, biasanya diberi warna merah, yang merekah ke empat penjuru melambangkan merekah ke empat penjuru dunia, dimulai dari lahir sebelum menuju ke batin. Selain itu juga berarti bahwa kita berkembang dan bahagia.
12. Wajik yang lengket dan manis melambangkan kesatuan harmonis
13. Sam Sing terdiri dari babi, ayam dan ikan yang melambangkan tiga jenis hewan yang hidup di darat, udara dan air.

Masih banyak perlambang untuk buah-buah lainnya. Semangka, misalnya, dibanting sebelum jenasah diberangkatkan dari rumah duka karena alasan bahwa semangka dengan biji-biji warna hitam. Bentuk bulat dari semangka menunjuk kesempurnaan simbol bahwa kehidupan sempurna yang telah dijalani oleh almarhum namun di dunia ini tidak ada yang sempurna sehingga biji-biji semangka dianggap sebagai dosa atau hal kurang terpuji dari almarhum.

fengshui apakah sama dengan meramal ?



Feng Shui = Meramal?


Feng Shui = Meramal
Feng Shui, dalam banyak hal, diasosiasikan dengan kegiatan peramalan, sehingga tidak berkenan dalam pandangan agama karena dianggap menyalahi ajaran Tuhan.  Sebenarnya, dalam feng shui, tidak ada hal khusus tentang peramalan. Formula-formula pada feng shui sudah baku dan tidak banyak mengalami perubahan sejak pertama kali muncul istilah feng shui (menjelang runtuhnya dinasti Qing). Yang paling mencolok adalah pemanfaatan komputer untuk membantu orang. Tidak mungkin terbayangkan oleh orang jaman dahulu bahwa di abad sekarang ini kalender Hsia – untuk Ba Zi - sudah ada dalam bentuk Excel yang dapat dibawa kemana-mana karena ada dalam Blackberry.

Seperti halnya ramalan cuaca, awalnya mungkin dianggap mistik atau menentang kehendak Tuhan (act of God). Sekarang, hampir semua media menampilkan berita cuaca di halaman depan atau pada jam-jam tertentu secara rutin. Apa yang membuat perubahan pemikiran ini tidak lain adalah waktu. Waktu dan tentunya lewat kemajuan teknologi membuat fenomena alam yang dulunya tidak dapat diprediksi menjadi dapat diprediksi. Makin banyaknya parameter yang digunakan ini diharapkan mampu meningkatkan keakuratan prediksi.

Apa yang salah dengan prediksi?

Adalah hakikat manusia ingin mengetahui masa depan. Bukan hanya pada masa kini, namun sejak jaman kuno. Dalam mitologi Yunani dikenal Delphi yang dikenal sebagai tempat untuk melakukan Oracle (aktivitas divinasi). Orang datang ke sana untuk bertanya atau meminta saran tentang suatu problem atau pilihan ‘bijaksana’ yang harus mereka buat.

Kembali ke awal tulisan tentang cuaca. Dapat dikatakan meskipun sudah digunakan banyak parameter seperti kecepatan angin, kelembaban, suhu masih juga kita sering menyalahkan pemberi prediksi ini begitu apa yang mereka prediksikan tidak sesuai dengan hal yang terjadi. Sama seperti hal di atas, feng shui didasarkan pada pengamatan dan perhitungan dengan menggunakan paramater-parameter, namun pasti telah ada peluang tidak akurat pula.

Barangkali Anda ingin mencoba lewat ilmu cocok-mencocok (ilmu gatuk – dalam bahasa Jawa). Untuk belajar ilmu ini, Anda cukup mengamati fenomena atau hal yang sudah terjadi dengan dengan menggunakan ilmu dan keahlian yang Anda miliki, Anda kemudian mencari teori, padanan atau pola yang sama yang pernah terjadi sebelum menentukan bahwa fenomena atau peristiwa itu terjadi karena [sebut sesuai keinginan Anda] dan masih dapat diberi bumbu-bumbu bahwa fenomena atau peristiwa ini sesuai dengan teori [sebutkan hal apa yang ingin sebutkan].

Setiap detik lahir beberapa bayi, tentunya ada yang memiliki tanggal kelahiran sama dengan Bill Gates atau Dan Brown. Begitu Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia lewat perusahaan yang dirintis, Microsoft, maka orang mengurai tanggal lahirnya dengan menggunakan Ba Zi (Analisis Pilar – pilar kelahiran dan pilar-pilar keberuntungan) dan dicocokkan dengan periode kapan Bill Gates Microsoft meraih sukses sebelum akhirnya memiliki harta berlimpah.
Tidak ada orang yang mengenal Dan Brown sebelumnya. Buku-buku karyanya seperti Digital Fortress, Deception Point dan Angel and Demon tidak sukses di pasar, namun begitu Da Vinci Code meledak di pasar lewat kontroversinya, maka karya-karya sebelumnya mulai dicari orang. Novel sukses ini kemudian  diterjemahkan ke berbagai bahasa bahkan dibuat versi layar lebar dengan pemeran utama Tom Hanks.  Dan Brown sontak menjadi pengarang sukses dan tentunya pendapatan dari royalty buku dan filmnya memberinya kekayaan berlimpah. Kembali, dengan menggunakan Ba Zi orang kemudian menghitung ulang pilar-pilar keberuntungan Dan Brown sebelum diinterpretasikan sesuai dengan keinginannya agar sesuai dengan riwayat Dan Brown.

Penjelasan di atas tidak berarti bahwa Ba Zi tidak berfungsi. Dalam banyak hal, minimal, Ba Zi dapat dipakai sebagai alat untuk menganalisis perjalanan hidup seseorang, namun jangan langsung terpaku pada pendapat bahwa alat ini pasti paling benar. Masih ada alat-alat lain pada feng shui lewat formula-formula dan teori-teori yang dapat dipakai seperti halnya pada Ba Zi untuk melakukan analisis.

Pesan:
Semua alat dapat digunakan untuk melakukan analisis atau melakukan prediksi agar dapat diperoleh kesimpulan yang benar dan lengkap. Dalam menganalisis kehidupan seseorang selain Ba Zi dapat dilengkapi dengan Zi Wei Dou Shu (astrologi Bintang Ungu) atau Membaca Wajah (Mian Xiang) bahkan terakhir Ivan Taniputera menggabungkan Ba Zi dan Zi Wei dengan astrology guna memprediksi gempa, perang, pembunuhan tokoh. Setiap alat memiliki keunggulan dan kekurangan sehingga dengan menggunakan banyak alat akan memperkaya analisis karena akan saling melengkapi, namun tetap ada suatu esensi yang tidak dapat diketahui dengan semua alat yang sudah disebutkan di atas.

fengshui apartemen

Feng Shui Untuk Apartemen

Feng Shui untuk apartemen

Tinggal di apartemen mulai merambah kota-kota besar. Gaya hidup ini secara tidak langsung berkorelasi makin macetnya jalanan di kota-kota besar. Di Jakarta, sebagai contoh, kemacetan lalu-lintas sudah menjadi hal jamak terlebih jika ditambah dengan hujan lebat dan alhasil menyebabkan banjir. Di Jakarta, pembangunan apartemen marak. Rupanya pola hidup efisien (tidak perlu lahan untuk taman atau memerkerjakan pembantu) dan mudah melakukan aktivitas sehari-sehari seperti ke kantor tanpa mengalami kemacetan.

Banyak bangunan apartemen ditawarkan sehingga diperlukan kejelian untuk memilih apartemen agar tidak menyesal. Apabila asumsi harga dipakai, maka pemilihan wilayah sudah dapat diketahui. Di wilayah Jakarta Pusat, Sudirman dan kisaran bundaran Hotel Indonesia, banyak pilihan untuk kalangan yang berduit lebih dan tentunya dengan fasilitas mewah.  Untuk wilayah-wilayah lainnya, peta harga apartemen dapat ditaksir rata-rata mirip untuk wilayah Jakarta lannya kecuali daerah hunian terpandang seperti Permata Hijau, Simpruk, Mayestik yang tentunya memasang harga ‘berbeda’ dengan apartemen yang terletak berdekatan.

 

Pada jaman kekaisaran di Cina dulu tidak akan pernah ditemukan bangunan bertingkat tinggi untuk tempat tinggal. Mereka hanya mengenal bangunan pagoda yang bertingkat – jumlah lantai adalah gasal/ganjil, namun pagoda hanya memiliki kaitan dengan aktivitas spiritual. Alasan ini yang membuat pemilihan apartemen perlu dan memunyai kiat tersendiri.


Pemilihan lokasi apartemen dimulai dari:

Pemilihan lokasi apartemen. Daerah dekat pemukiman, perkantoran, pertokoan atau apartemen yang menjadi satu dengan Mal. Termasuk pada tahap ini adalah memperhatikan aliran sungai atau arus lalu-lintas, kontur lahan (tinggi atau rendah; daerah relatif tinggi atau dekat pantai) dan obyek-obyek yang mungkin ‘mengancam’ lahan seperti: tiang listrik tegangan tinggi, lintasan kereta api/mono-rel, jalan tol, sudut bangunan bertingkat lain yang bentuknya mengancam (Sha Qi). 
Pemilihan gedung. Apabila kompleks apartemen itu memiliki beberapa gedung. Pilih gedung yang mendapat [Sheng] Qi paling optimal yaitu dengan ciri-ciri: memiliki Ming Tang (depan gedung yang tidak terhalang atau relatif paling luas), pintu masuk yang terang dan cukup lebar, gedung apartemen itu lebih istimewa – memiliki sesuatu yang berbeda dari gedung-gedung apartemen lainnya seperti: kolam renang, fasilitas kantin, restoran, fasilitas gym. Termasuk disini adalah memperhatikan obyek-obyek mengancam yang datang dari gedung-gedung yang bersebelahan. Formasi gedung-gedung jangan sampai menciptakan Sha Qi karena tepi gedung-gedung lain ‘menusuk’ atau ‘mengancam’ gedung apartemen.  Jangan memilih gedung apartemen yang paling tinggi atau letaknya terpencil dari komplek gedung apartemen karena dapat terkena dampak “Gedung kesepian” (tidak banyak penghuninya).
Pemilihan lantai. Gedung apartemen dapat dipastikan bertingkat. Mulai dari yang paling rendah, apartemen berlantai 3 sampai yang memiliki lantai lebih dari 40. Memang harga apartemen makin mahal untuk lantai makin atas, tapi tidak bagus secara feng shui dengan melihat eksterior yang dibedakan dengan interior. Pemandangan di luar adalah daya jual untuk unit di lantai-lantai teratas, tanpa memperhatikan jangkauan Qi. Tip sederhana adalah pilih lantai < setengah jumlah lantai gedung apartemen. Untuk gedung apartemen berlantai 40, sebagai contoh, pilih lantai di bawah lantai 20. Ingat makin tinggi gedung, maka angin (feng) bertiup makin kencang sehingga menguraikan Qi seperti yang dikatakan oleh Guo Pu.
Pemilihan unit apartemen. Setelah melewati semua tahapan di atas, maka tahap terakhir adalah memilih unit yang sesuai dengan diri Anda. Untuk mendongkrak ‘daya jual’, maka pihak developer biasanya meniadakan lantai yang mengandung angka 4 (4, 14, 24, 34 bahkan 44) atau mengganti angka yang mengusik pikiran seperti angka 13. Dalam memilih unit ini perlu diperhatikan adalah pintu lift (jangan memilih unit dengan pintu masuk tepat berhadapan dengan pintu lift), dengan mengacu pada bagan Xuan Kong gedung apartemen, padankanlah dengan lantai yang sudah anda pilih. Pilihlah unit yang memunyai pintu masuk dengan Bintang Air yang menguntungkan pada periode ini (cari bintang nomor #8, #9 atau #1), coret unit itu dari pilihan Anda. Perhatikan pula apabila ada kombinasi antara Bintang Air dan Bintang Gunung #2, #3, #5 (#2 & #3 dan #2 & #5) yang berada pada kamar tidur, dapur, balkon atau pintu masuk. Coret pula unit ini dari pilihan Anda jika ada dua kombinasi tersebut. Sebagai tambahan pilih dengan jendela tidak terhalang oleh bangunan atau gedung lain.

satu

I Ching Hexagram 1.
Ch'ien / The Creative


Hexagram 1
Upper trigram: Ch'ien The Creative, Heaven
Lower trigram: Ch'ien The Creative, Heaven

The Judgement

The Creative works sublime success,
Furthering through perseverance.

The Image

The movement of heaven is full of power.
Thus the superior man makes himself strong and untiring.

The Lines

These texts apply only for the lines that were marked, when the hexagram was cast. Note that the lines are counted from the bottom up.

The bottom line marked means:

Hidden dragon. Do not act.

The 2nd line marked means:

Dragon appearing in the field.
It furthers one to see the great man.

The 3rd line marked means:

All day long the superior man is creatively active.
At nightfall his mind is beset with cares.
Danger. No blame.

The 4th line marked means:

Wavering flight over the depths.
No blame.

The 5th line marked means:

Flying dragon in the heavens.
It furthers one to see the great man.

The top line marked means:

Arrogant dragon will have cause to repent.

All six lines marked means:

There appears a flight of dragons without heads.
Good fortune.

The interpretations above and comments below are from Richard Wilhelm's version of the I CHING.

Comments on the Hexagram

The first hexagram is made up of six unbroken lines. These unbroken lines stand for the primal power, which is light-giving, active, strong, and of the spirit. The hexagram is consistently strong in character, and since it is without weakness, its essence is power or energy. Its image is heaven. Its energy is represented as unrestricted by any fixed conditions in space and is therefore conceived of as motion. Time is regarded as the basis of this motion. Thus the hexagram includes also the power of time and the power of persisting in time, that is, duration.
       The power represented by the hexagram is to be interpreted in a dual sense in terms of its action on the universe and of its action on the world of men. In relation to the universe, the hexagram expresses the strong, creative action of the Deity. In relation to the human world, it denotes the creative action of the holy man or sage, of the ruler or leader of men, who through his power awakens and develops their higher nature.

The Judgement

According to the original meaning, the attributes [sublimity, potentiality of success, power to further, perseverance] are paired. When an individual draws this oracle, it means that success will come to him from the primal depths of the universe and that everything depends upon his seeking his happiness and that of others in one way only, that is, by perseverance in what is right.
       The specific meanings of the four attributes became the subject of speculation at an early date. The Chinese word here rendered by "sublime" means literally "head," "origin," "great." This is why Confucius says in explaining it: "Great indeed is the generating power of the Creative; all beings owe their beginning to it. This power permeates all heaven." For this attribute inheres in the other three as well.
 The beginning of all things lies still in the beyond in the form of ideas that have yet to become real. But the Creative furthermore has power to lend form to these archetypes of ideas. This is indicated in the word success, and the process is represented by an image from nature: "The clouds pass and the rain does its work, and all individual beings flow into their forms."
       Applies to the human world, these attributes show the great man the way to notable success: "Because he sees with great clarity and cause and effects, he completes the six steps at the right time and mounts toward heaven on them at the right time, as though on six dragons." The six steps are the six different positions given in the hexagram, which are represented later by the dragon symbol. Here it is shown that the way to success lies in apprehending and giving actuality to the way of the universe [Tao], which, as a law running through end and beginning, brings about all phenomena in time. Thus each step attained forthwith becomes a preparation for the next. Time is no longer a hindrance but the means of making actual what is potential.The act of creation having found expression in the two attributes sublimity and success, the work of conservation is shown to be a continuous actualization and differentiation of form. This is expressed in the two terms "furthering" (literally, "creating that which accords with the nature of a given being") and "persevering" (literally, "correct and firm"). "The course of the Creative alters and shapes beings until each attains its true, specific nature, then it keeps them in conformity with the Great Harmony. Thus does it show itself to further through perseverance."
       In relation to the human sphere, this shows how the great man brings peace and security to the world through his activity in creating order: "He towers high above the multitude of beings, and all lands are united in peace."
       Another line of speculation goes still further in separating the words "sublime," "success," "furthering," "perseverance," and parallels them with the four cardinal virtues in humanity. To sublimity, which, as the fundamental principle, embraces all the other attributes, it links love. To the attribute success are linked the morals, which regulate and organize expressions of love and thereby make them successful. The attribute furthering is correlated with justice, which creates the conditions in which each receives that which accords with his being, that which is due him and which constitutes his happiness. The attribute perseverance is correlated with wisdom, which discerns the immutable laws of all that happens and can therefore bring about enduring conditions. These speculations, already broached in the commentary called Wên Yen, later formed the bridge connecting the philosophy of the "five stages (elements) of change," as laid down in the Book of History (Shu Ching) with the philosophy of the Book of Changes, which is based solely on the polarity of positive and negative principles. In the course of time this combination of the two systems of thought opened the way for an increasingly intricate number symbolism.

The Image

Since there is only one heaven, the doubling of the trigram Ch'ien, of which heaven is the image, indicates the movement of heaven. One complete revolution of heaven makes a day, and the repetition of the trigram means that each day is followed by another. This creates the idea of time. Since it is the same heaven moving with untiring power, there is also created the idea of duration both in and beyond time, a movement that never stops nor slackens, just as one day follows another in an unending course. This duration in time is the image of the power inherent in the Creative.
       With this image as a model, the sage learns how best to develop himself so that his influence may endure. He must make himself strong in every way, by consciously casting out all that is inferior and degrading. Thus he attains that tirelessness which depends upon consciously limiting the fields of his activity.

The Lines

The bottom line marked
In China the dragon has a meaning altogether different from that given it in the Western world. The dragon is a symbol of the electrically charged, dynamic, arousing force that manifests itself in the thunderstorm. In winter this energy withdraws into the earth; in the early summer it becomes active again, appearing in the sky as thunder and lightning. As a result the creative forces on earth begin to stir again.
       Here this creative force is still hidden beneath the earth and therefore has no effect. In terms of human affairs, this symbolizes a great man who is still unrecognized. Nonetheless he remains true to himself. He does not allow himself to be influenced by outward success or failure, but confident in his strength, he bides his time. Hence it is wise for the man who consults the oracle and draws this line to wait in the calm strength of patience. The time will fulfill itself. One need not fear least strong will should not prevail; the main thing is not to expend one's powers prematurely in an attempt to obtain by force something for which the time is not yet ripe.

The 2nd line from the bottom marked
Here the effects of the light-giving power begin to manifest themselves. In terms of human affairs, this means that the great man makes his appearance in his chosen field of activity. As yet he has no commanding position but is still with his peers. However, what distinguishes him form the others is his seriousness of purpose, his unqualified reliability, and the influence he exerts on his environment with out conscious effort. Such a man is destined to gain great influence and to set the world in order. Therefore it is favorable to see him.

The 3rd line from the bottom marked
A sphere of influence opens up for the great man. His fame begins to spread. The masses flock to him. His inner power is adequate to the increased outer activity. There are all sorts of things to be done, and when others are at rest in the evening, plans and anxieties press in upon him. But danger lurks here at the place of transition from lowliness to the heights. Many a great man has been ruined because the masses flocked to him and swept him into their course. Ambition has destroyed his integrity. However, true greatness is not impaired by temptations. He who remains in touch with the time that is dawning, and with its demands is prudent enough to avoid all pitfalls, and remains blameless.

The 4th line from the bottom marked
A place of transition has been reached, and free choice can enter in. A twofold possibility is presented to the great man: he can soar to the heights and play an important part in the world, or he can withdraw into solitude and develop himself. He can go the way of the hero or that of the holy sage who seeks seclusion. There is no general law of his being. If the individual acts consistently and is true to himself, he will find the way that is appropriate for him. This way is right for him and without blame.

The 5th line from the bottom marked
Here the great man has attained the sphere of the heavenly beings. His influence spreads and becomes visible throughout the whole world. Everyone who sees him may count himself blessed. Confucius says about this line: Things that accord in tone vibrate together. Things that have affinity in their inmost natures seek one another. Water flows to what is wet, fire turns to what is dry. Clouds (the breath of heaven) follow the dragon, wind (the breath of earth) follows the tiger. Thus the sage arises, and all creatures follow him with their eyes. What is born of heaven feels related to what is above. What is born of earth feels related to what is below. Each follows its kind.

The top line marked
When a man seeks to climb so high that he loses touch with the rest of mankind, he becomes isolated, and this necessarily leads to failure. This line warns against titanic aspirations that exceed one's power. A precipitous fall would follow. All six lines marked
When all the lines are nines, it means that the whole hexagram is in motion and changes into the hexagram K'un, THE RECEPTIVE, whose character is devotion. The strength of the Creative and the mildness of the Receptive unite. Strength is indicated by the flight of dragons, mildness by the fact that their heads are hidden. This means that mildness in action joined to strength of decision brings good fortune.


Further Reading


Here I add some perspectives on this hexagram, as well as other methods to read its meaning, in additon to what Richard Wilhelm derives from it above.

Meaning of the Trigrams Combined

Each hexagram combines two trigrams, making one the upper and the other the lower. The meaning of the hexagram is mainly derived from that combination. Here's what it means for this hexagram:

Heaven upon Heaven

Heaven resting on Heaven - what can be more magnificent? This hexagram is the principle of the heavenly. In ancient Chinese tradition, as well as in many other cultures, Heaven is regarded as the supreme cosmic domain, from which everything else stems and the laws of which rule the earth and everything on it. Well, modern astronomy would not disagree.
       It's the creative principle in the very utmost sense of being that out of which the world was born and still is nurtured. The Chinese philosophers spoke of Heaven's Way (T'ien Tao), as sort of the natural law governing everything below it.
       When Heaven rests on Heaven, this primordial creative force acts completely on its own. That's superior as well as utterly mysterious. Who can understand the Way of Heaven? Still, none can oppose it.
       If this hexagram appears in divination, it suggests that things are working out in accordance with the Way of Heaven, i.e. as they should. There can be no blame or any cause for worry. Nor can there be any failure. What follows the natural Way of Heaven has the mightiest ally there is.

Yin and Yang Significances

Since this hexagram consists of only Yang lines (full lines instead of broken), it's also the ultimate Yang of the I Ching hexagrams. Yang stands for the heavenly, of course, as well as light, warmth, the dry and the male.
       Read more about the polarity of Yin and Yang here:
Yin and Yang

Compare to the Reversed Trigrams

It's common to compare a hexagram to the one where the lines are the opposite: a full line is broken and a broken line full. But I find it much more interesting to compare hexagrams with the trigrams reversed: the upper trigram becomes the lower, and the lower trigram becomes the upper. That deepens the understanding of the trigrams at work - when they're not identical.
       Since these two are identical, it makes more sense to compare with the hexagram that has reversed lines (see below) - especially in this particular case, as you will see.

Compare to the Reversed Lines

You can also compare this hexagram to its opposite according to the six lines, where each broken line is full, and vice versa. In some cases it leads to the same hexagram as the one where the trigrams are switched. Here is the hexagram with reversed lines (click it to get to its webpage):
I Ching Hexagram 2
Hexagram with opposite lines

I Ching

I Ching Hexagrams

Their names and divination meanings



I Ching is one of the oldest books of Ancient China. It contains 64 hexagrams and texts on how to understand them in the case of divination. You find links to all of the hexagrams and their divinatory texts below.

I Ching Hexagram 53       Hexa in hexagram means six, which refers to the six lines that form a hexagram. Each of these lines can be solid or broken. That means there are 26 = 64 possible combinations of lines into hexagrams. In I Ching, each hexagram has its own particular meaning in divination. So do the lines of it. They represent yin and yang, the basic polarities of Chinese cosmology and philosophy.

Two Trigrams in Each Hexagram

The I Ching hexagrams have their own symbolic meanings, but these stem from the two trigrams of which they consist. A trigram is a combination of three lines that can either be whole or broken in two. That makes a total of eight possible trigrams (2 x 2 x 2). Each trigram represents a basic natural force. The meaning of a hexagram is decided by what two trigrams are paired in it, one above the other. For more about the eight trigrams, click the header.

The 64 I Ching Hexagrams

An I Ching hexagram is composed of two trigrams. Each of the 64 hexagrams has its own name, meaning, and divinatory text. Here they all are, in the traditional order. Click on the image of an I Ching hexagram to get to its webpage.

I Ching Hexagram 1
1
Creative
I Ching Hexagram 2
2
Receptive
I Ching Hexagram 3
3
Difficulty
I Ching Hexagram 4
4
Folly
I Ching Hexagram 5
5
Waiting
I Ching Hexagram 6
6
Conflict
I Ching Hexagram 7
7
Army
I Ching Hexagram 8
8
Union
I Ching Hexagram 9
9
Taming
I Ching Hexagram 10
10
Treading
I Ching Hexagram 11
11
Peace
I Ching Hexagram 12
12
Standstill
I Ching Hexagram 13
13
Fellowship
I Ching Hexagram 14
14
Possession
I Ching Hexagram 15
15
Modesty
I Ching Hexagram 16
16
Enthusiasm
I Ching Hexagram 17
17
Following
I Ching Hexagram 18
18
Decay
I Ching Hexagram 19
19
Approach
I Ching Hexagram 20
20
View
I Ching Hexagram 21
21
Biting
I Ching Hexagram 22
22
Grace
I Ching Hexagram 23
23
Splitting
I Ching Hexagram 24
24
Return
I Ching Hexagram 25
25
Innocence
I Ching Hexagram 26
26
Taming
I Ching Hexagram 27
27
Mouth
I Ching Hexagram 28
28
Preponderance
I Ching Hexagram 29
29
Abysmal
I Ching Hexagram 30
30
Clinging
I Ching Hexagram 31
31
Influence
I Ching Hexagram 32
32
Duration
I Ching Hexagram 33
33
Retreat
I Ching Hexagram 34
34
Power
I Ching Hexagram 35
35
Progress
I Ching Hexagram 36
36
Darkening
I Ching Hexagram 37
37
Family
I Ching Hexagram 38
38
Opposition
I Ching Hexagram 39
39
Obstruction
I Ching Hexagram 40
40
Deliverance
I Ching Hexagram 41
41
Decrease
I Ching Hexagram 42
42
Increase
I Ching Hexagram 43
43
Resoluteness
I Ching Hexagram 44
44
Coming
I Ching Hexagram 45
45
Gathering
I Ching Hexagram 46
46
Pushing
I Ching Hexagram 47
47
Oppression
I Ching Hexagram 48
48
Well
I Ching Hexagram 49
49
Revolution
I Ching Hexagram 50
50
Caldron
I Ching Hexagram 51
51
Arousing
I Ching Hexagram 52
52
Still
I Ching Hexagram 53
53
Development
I Ching Hexagram 54
54
Marrying
I Ching Hexagram 55
55
Abundance
I Ching Hexagram 56
56
Wanderer
I Ching Hexagram 57
57
Gentle
I Ching Hexagram 58
58
Joyous
I Ching Hexagram 59
59
Dispersion
I Ching Hexagram 60
60
Limitation
I Ching Hexagram 61
61
Truth
I Ching Hexagram 62
62
Small
I Ching Hexagram 63
63
After
I Ching Hexagram 64
64
Before

Lp Thep

The Legendary 900 years old Monk - LP Thep (九百多岁高僧的传奇) This story was told by Archan Tia of Wat Sungai Siput (http://www.archantia.info) to...