Tuesday, March 10, 2020

Peninggalan Kerajaan Kutai

Peninggalan Kerajaan Kutai – Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak Hindu yang didirikan sekitar tahun 350 Masehi. Letak Kerajaan Kutai ada di Muara Kaman, Kutai Kartenagra di provinsi Kalimantan Timur. Kerajaan ini sering diklaim sebagai Kerajaan Hindu Buddha tertua di Indonesia karena sudah ada sejak abad ke-4 Masehi.
Lokasi kerajaan ini ada di hulu sungai Mahakam di Muara Kaman. Pendiri Kerajaan Kutai adalah Raja Kudungga. Ada juga 2 raja Kutai yang paling dikenal yaitu Asmawarman dan Mulawarman. Pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai meraih masa kejayaannya.
Kerajaan Kutai runtuh sekitar tahun 1605, saat diambil alih oleh Kesultanan Kutai Kartanegara yang bercorak Islam. Hal tersebut juga menandai runtuhnya kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, yang kemudian digantikan oleh kerajaan bercorak Islam.
Bukti keberadaan Kerajaan Kutai banyak ditemukan pada peninggalan-peninggalannya. Prasasti Yupa, yang berupa tujuh buah tugu batu, menjadi salah satu peninggalan Kutai yang paling penting dan terkenal. Selain itu ada banyak benda-benda pusaka lain yang jadi peninggalan kerajaan ini.

Prasasti Yupa

peninggalan kerajaan kutai prasasti yupa
Salah satu peninggalan Kerajaan Kutai yang paling penting adalah Prasasti Yupa. Terdapat 7 buah Prasasti Yupa yang masih bisa dilihat sampai sekarang. Tulisan pada prasasti Yupa menggunakan bahasa Sansakerta atau huruf Pallawa.
Isi prasasti ini banyak membahas tentang kerajaan dan kejayaan di masa Maharaja Mulawarman. Selain itu juga dibahas mengenai kehidupan politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan di masa Kerajaan Kutai.

Arca Bulus

Arca bulus juga termasuk salah satu peninggalan Kerajaan Kutai. Arca bulus ini terbuat dari batu dan jumlahnya ada beberapa.

Arca Budha Perunggu

Peninggalan Kerajaan Kutai lainnya adalah arca Budha yang terbuat dari bahan perunggu. Hal ini menandakan bahwa Kerajaan Kutai juga terpengaruh oleh corak agama Budha.

Kalung Ciwa

peninggalan kerajaan kutai kalung ciwa
Kalung Ciwa juga menjadi peninggalan Kerajaan Kutai. Kalung ini ditemukan pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman pada tahun 1890. Penemuan kalung ini ditemukan masyarakat di sekitar Danau Lipan, Muara Kaman.

Kalung Uncal

Kalung Uncal merupakan sebuah kalung emas yang dihiasi liontin berelief cerita Ramayana. Kalung ini digunakan sebagai atribut Kerajaan Kutai Martadipura dan dikenakan oleh Sultan Kutai Kartanegara setelah Kutai Martadipura berhasil ditaklukkan. Kalung ini diperkirakan berasal dari India (Unchele).

Pedang Sultan Kutai

Pedang Sultan Kutai merupakan peninggalan Kerajaan Kutai berupa pedang yang terbuat dari emas dan dimiliki oleh sultan dari Kerajaan Kutai. Di bagian gagangnya terukir gambar harimau, sedangkan bagian sarungnya dihiasi gambar buaya.

Meriam Kutai

Meriam Kutai merupakan peninggalan dari Kerajaan Kutai sebagai senjata yang kuat untuk pertahanan. Terdapat 4 meriam dari Kutai yang masih ada sampai sekarang, yakni Meriam Sapu Jagat, Meriam Gentar Bumi, Meriam Aji Entong, dan Meriam Sri Gunung.

Keris Bukit

peninggalan kerajaan kutai keris bukit
Keris Bukit merupakan keris peninggalan Kerajaan Kutai yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, yang merupakan permaisuri raja Kerajaan Kutai yang pertama.

Tombak Majapahit

Tombak-tombak tua yang berasal dari Kerajaan Majapahit juga termasuk dalam peninggalan Kerajaan Kutai. Tombak-tombak ini sudah ada di Muara Kaman sejak zaman dulu. Hal ini juga jadi bukti bahwa Kerajaan Kutai memiliki hubungan baik dengan Kerajaan Majapahit.

Ketopong Sultan

Ketopong Sultan merupakan mahkota yang diperkenankan untuk sultan Kerajaan Kutai yang terbuat dari emas. Benda ini ditemukan pada tahun 1890 di daerah Muara Kaman. Kini ketopong sultan dapat ditemukan di Museum Nasional, Jakarta.

Singgasana Sultan

Singgasana atau tahta sultan merupakan peninggalan Kutai yang masih terjaga sampai sekarang. Singgasana ini digunakan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Selain singgasana, juga ada payung, umbul-umbul, dan peraduan pengantin Kutai Keraton.

Kura-Kura Emas

peninggalan kerajaan kutai kura-kura emas
Kura-kura emas merupakan peninggalan Kerajaan Kutai yang sangat unik, yakni benda berbentuk kura-kura yang berwarna emas. Benda ini ditemukan di daerah Long Lalang, dekat Sungai Mahakam. Kura-kura emas ini digunakan sebagai persembahan oleh pangeran dari kerajaan China kepada Putri dari Kutai.

Tali Juwita

Tali Juwita terbuat dari benang sebanyak 21 helai, biasanya digunakan dalam upacara tradisi Bepelas, yang masih sehubungan dengan Festival Erau. Tali ini menyimbolkan 7 muara dan 3 anak sungai pada sungai Mahakam, yakni sungai Kelinjau, Belayan, dan Kedang Pahu.

Kelambu Kuning

Terdapat beberapa benda pusaka peninggalan Kutai yang dipercaya memiliki kekuatan magis. Benda-benda ini antara lain yaitu gong, arca, topeng, patung, keris, dan sebagainya, yang disimpan dalam kelambu kuning. Karena itulah, kelambu kuning ini termasuk salah satu peninggalan Kutai.

Gamelan Gajah Prawoto

Peninggalan Kutai juga meliputi seperangkat gamelan yang diperkirakan berasal dari pulau Jawa, termasuk Gamelan Gajah Prawoto. Hal ini menjadi bukti bahwa Kerajaan Kutai memang memiliki hubungan erat dengan kerajaan-kerajaan dari pulau Jawa.

Keramik Kuno Tiongkok

Ada sekitar ratusan keramik kuno dari Tiongkok (China) yang berasal dari berbagai Dinati Kekaisaran China tempo dulu. Keramik-keramik ini ditemukan tertimbun di Danau Lipan. Hal ini menandakan hubungan perdagangan antara Kerajaan Kutai dan Kekaisaran China.
Nah itulah macam-macam peninggalan kerajaan Kutai, baik yang berupa prasasti, arca, senjata, pusaka, dan benda-benda lainnya. Semoga bisa menambah wawasan dan referensi sejarah.

No comments:

Post a Comment

Lp Thep

The Legendary 900 years old Monk - LP Thep (九百多岁高僧的传奇) This story was told by Archan Tia of Wat Sungai Siput (http://www.archantia.info) to...